Berwisata Sekaligus Peduli Lingkungan

tanam bakau3

Berwisata sekaligus menunjukkan kepedulian lingkungan nampaknya sesuatu yang berat. Namun, ketika sekali dicoba rasanya menyenangkan dan tidak ada beban. Anda masih bisa menikmati keindahan alam, bersenang-senang, sekaligus ikut memelihara alam agar senantiasa bersih dan lestari. Apa saja sih kegiatan yang bisa dilakukan sambil berwisata?

Rupanya ada banyak kegiatan yang bisa kita lakukan untuk menjaga lingkungan ketika berlibur atau yang juga disebut sebagai ekowisata. Kegiatan ekowisata ini mulai dari hal yang nampak sederhana hingga kegiatan lainnya yang nampak rumit namun tetap menyenangkan untuk dilakukan. Berikut berbagai kegiatan yang bisa Anda lakukan ketika berwisata:

1. Membuang sampah di tempat yang disediakan
Contoh paling sederhana untuk menunjukkan kepedulian kita terhadap lingkungan yaitu dengan tidak membuang sampah seenaknya di tempat wisata. Jika tidak menemukan tong sampah, coba deh untuk menyimpan sampah tersebut di tas plastik kita hingga menemukan tempat sampah. Kegiatan ini nampaknya sederhana, namun realitanya ada banyak pengunjung tempat wisata yang mengabaikan hal ini dan lebih suka membuang sampah sembarangan.

ruin and mercusuar bangka-sampah plastik

Sampah di pantai tempat mercusuar Bangka

Anda bisa meng-upgrade perbuatan baik ini dengan memilah antara sampah basah dan sampah yang bisa didaur ulang. Saat ini di beberapa tempat wisata sudah mulai banyak tersedia tempat sampah basah dan kering. Sisa makanan bisa Anda buang di tempat sampah basah, sementara kaleng kemasan softdrink bisa Anda tempatkan di tempat sampah kering.

Tempat sampah basah dan kering

2. Menorehkan nama di pohon dan tempat wisata itu basi
Menorehkan kenangan Anda bersama pasangan di tempat wisata memang nampak romantis. Saya banyak menjumpai coretan-coretan tersebut di tempat wisata, seperti di batu besar di kawasan Coban Pelangi, Malang, di Candi Gedongsongo, Semarang, di Museum Balaputradewa, Palembang, di Pulau Kenawa, NTB, di pepohonan, dan sebagainya. Lebih baik mulai saat ini hindari keinginan untuk memberikan jejak kita melalui coret-coret. Selain tidak sedap dipandang, perbuatan  seperti menyilet pohon untuk membentuk nama juga akan menyakiti pepohonan tersebut.

coretan di batu coban pelangi

Coret-coret di batu, Coban Pelangi

coretan di replika arca Museum Balaputradewa-Palembang

Coretan di replika arca Museum Balaputradewa-Palembang

3. Berwisata bersama teman-teman
Jika Anda berlibur bukan untuk bulan madu, lebih baik Anda mengajak teman-teman atau saudara yang memiliki minat sama untuk berlibur bersama. Selain menghemat biaya untuk menyewa kendaraan atau tempat menginap, Anda akan mengurangi pemakaian BBM sebagai energi yang tak dapat diperbaharui.

4. Jangan ambil pasir dan terumbu karang
Di Lombok, ada beberapa anak kecil yang menawarkan pasir putih dalam botol. Pasirnya nampak lembut dan cantik sebagai oleh-oleh. Tapi cobalah pikirkan sekali lagi. Jika pasir terus diambili maka lama kelamaan pantai berpasir itu akan berkurang keindahannya. Hewan yang biasa hidup di pasir juga akan terganggu. Begitu pula dengan terumbu karang, jangan diambil dengan alasan untuk hiasan kolam di rumah karena akan menganggu habitat laut. Berhati-hati jugalah ketika snorkeling dan menyelam agar tidak menyentuh dan merusak terumbu karang. Untuk membentuk terumbu karang memerlukan proses yang sangat lama. Nikmatilah keindahannya, jangan diganggu.

kelor (4)

Biarkan pasir di pantai

5. Hindari mencabut tanaman dan memetik bunga
Bunga edelweis dan bunga-bunga khas pegunungan nampak indah. Lebih baik tahan keinginan untuk memetiknya dan biarkan mereka tumbuh bebas dan indah.

6. Yuk ikut aksi bersih-bersih sampah

sampah di pantai Taman Loang Baloq

Pohon tumbuh di antara tumpukan sampah di pantai Taman Loang Baloq

Ada saja pengunjung yang membuang sampah sembarangan di pantai ataupun daerah pegunungan. Ketika saya berlibur di Taman Loang Baloq di Lombok, pantainya sangat kotor penuh tumpukan sampah. Begitu juga dengan pantai Kuta dan pantai Ancol saat pengunjung membludak. Namun, untunglah ada banyak komunitas wisata yang juga peduli lingkungan. Mereka mengajak para peserta acara wisata untuk membawa kantong plastik. Sampah yang mereka temukan di sepanjang pantai dimasukkan ke dalam kantong plastik dan kemudian dikumpulkan. Acara ini diadakan beberapa kali di Pulau Kelor dan Pulau Cipir. Alhasil pantai di kedua pulau tersebut sekarang nampak bersih dan semakin asyik untuk digunakan bermain air.

kelor bersih

Pantai di Pulau Kelor nampak bersih dan airnya jernih

7. Bermain di pantai sekaligus ikut aksi tanam bakau

bakau4

Siap-siap tanam bakau

Tanaman bakau merupakan benteng alami untuk menghadapi abrasi air laut. Jika abrasi terus-menerus terjadi maka terjadi erosi daratan. Maka dari itu hutan bakau di Jakarta tetap perlu dilestarikan, begitu pula pulau-pulau yang masuk di gugusan kepulauan seribu. Ada beberapa komunitas peduli lingkungan yang mengadakan aksi penanaman bakau di pantai Jakarta. Selain bermanfaat bagi lingkungan hidup, peserta acara dapat menikmati kesejukan hawa dan pemandangan hutan bakau.

tanam bakau5

Tanaman bakau siap ditanam

Saya pernah mengikuti acara tanam bakau di Pulau Tidung Kecil, Kepulauan Seribu. Rupanya menanam bakau tidak semudah perkiraan saya. Kami harus memperkirakan jarak antar tanaman dan juga kedalaman tanam agar tanaman bakau tersebut kokoh dan tidak mudah tercabut oleh derasnya arus laut.

tanam bakau2

Menanam bakau di Tidung Kecil

8. Berperahu sambil mencabuti eceng gondok

Camera 360

Danau penuh gulma dan eceng gondok

Kehadiran eceng gondok di perairan bisa menganggu karena membuat perairan tersebut menjadi dangkal. Eceng gondok ini cukup banyak di Danau Tondano, begitu juga di Rawa Pening. Alhasil pihak pengelola Kampoeng Rawa di Ambarawa meminta bantuan para penumpang perahu wisata untuk mencabuti eceng gondok di Rawa Pening sembari menikmati panorama alam. Eceng gondok tersebut dikumpulkan ketika perahu mendarat. Setelah dikeringkan, eceng gondok tersebut dibuat aneka kerajinan oleh penduduk setempat.

cabut eceng gondok di kampoeng rawa ambarawa

Berperahu sambil mencabuti eceng gondok

9. Yuk ikut program konservasi terumbu karang
Banyaknya kerusakan terumbu karang diakibatkan oleh pengambilan tidak terkontrol dan pencemaran lingkungan, seperti yang terjadi di Belitung. Akibat penambangan timah, keindahan dan ekosistem bawah laut Belitung mulai terganggu. Syukurlah masih banyak masyarakat yang peduli lingkungan dan mulai melakukan konservasi terumbu karang.

terumbu karang2

Jika Anda tengah berlibur ke Belitung, jangan lewatkan kesempatan untuk menanam terumbu karang di bawah laut. Terumbu karang stek ini diambil secara hati-hati dari terumbu karang induk. Selanjutnya ditanam di meja kawat sekitar 2 meter di bawah permukaan laut. Sekitar 2-3 bulan kemudian terumbu ini akan tumbuh besar dan menjadi rumah para ikan. Kegiatan ini seru hanya perlu keberanian dan nafas panjang. Waktu itu badan saya kurang fit dan kurang bisa tahan lama di bawah laut sehingga takut nyemplung dan diwakili oleh teman saya untuk menanam terumbu karang ini.

terumbu karang

10. Kurangi penggunaan bahan kimia
Jika Anda berlibur, terutama di dekat perairan sebaiknya kurangi penggunaan sabun atau bahan kimia lainnya agar tidak mengurangi kualitas air laut. Sewaktu saya mendapat kesempatan menumpang kapal pesiar di Bali, kami diingatkan untuk membilas badan dan rambut dengan air biasa tanpa sabun dan sampo. Rupanya pihak kapal pesiar berharap mereka tidak mencemari perairan Bali dengan limbah kimia sampo dan sabun.

Masih banyak kegiatan lainnya yang bisa Anda lakukan selama berlibur untuk menunjukkan kepedulian dan kecintaan Anda terhadap lingkungan, seperti mengurangi penggunaan plastik, menggunakan angkutan publik, menggunakan peralatan yang menghemat energi, dan sebagainya. Dengan demikian alam tetap lestari dan bersih. Ajaklah rekan Anda untuk ikut mencintai lingkungan atau Anda dapat menyebarkannya melalui blog dan mengikuti lomba penulisan peduli lingkungan yang diadakan oleh WWF dan BlogDetik.

Nah, mulai dari sekarang jadilah pelancong yang tidak hanya mengagumi keindahan alam, namun juga cinta lingkungan.

Keterangan foto: koleksi pribadi

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Maret 29, 2014.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: