Lagu-lagu Puitis ala Kla Project

kla album

Ada banyak musisi dalam negeri yang menghasilkan musik-musik berkualitas. Salah satunya adalah Kla Project. Musik mereka paten, tetap asyik diperdengarkan kapanpun meski banyak lagu mereka yang sudah berumur dua dasawarsa. Liriknya cukup puitis dan ketika mendengarkan lagunya saya seakan-akan mendengar seseorang bertutur dan berada di situasi yang sama dengan si penyanyi.

Yup, menciptakan ambience atau nuansa dalam musik menurut saya adalah hal yang tidak mudah. Bagaimana agar pendengar ikut larut dalam suasana atau atmosfer rekaan musisi tersebut. Dan ada banyak lagu Kla yang membuat saya memasuki ruangan yang sama dengan Katon Bagaskara, Lilo (Romulo Radjadin), dan Adi Adrian.

Kla Project diperkenalkan oleh kakak perempuan saya ketika saya baru menginjak kelas 6 SD. Ia membeli album The Best Cuts Kla dengan tabungannya dan hampir setiap hari menyetelnya. Dalam album tersebut ada lagunya yang melegenda, Yogyakarta dan Tak Bisa ke Lain Hati. Ada juga hitsnya seperti Terkenang, Semoga, Waktu Tersisa, dan Tentang Kita.

Ketika mendengar Yogyakarta saya langsung menyukai musiknya dan liriknya yang pilu. Kla berhasil menghadirkan suasana Yogya dalam lirik dan musiknya yang lembut. “Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera, orang duduk bersila. Musisi jalanan mulai beraksi seiring laraku kehilanganmu, merintih sendiri ditelan deru kotamu..” Saya jadi ingin sekali mengunjungi kota ini yang hanya menjadi singgahan jika kami naik kereta api Gajayana.

kla

Saya setuju Yogyakarta adalah salah satu masterpiece Kla Project. Lagu ini selain apik dibawakan secara band juga asyik dinyanyikan ala akustik. Lagu masterpiece Kla Project dalam album ini berikutnya adalah Tak Bisa ke Lain Hati. Waktu itu saya masih masuk anak-anak, tapi saya bisa menyerap kesedihan dalam lagu ini. Apalagi ketika lagu ini dibawakan ala akustik dengan iringan choir. Syahduh dan megah.

Kla Project tidak hanya pandai mengaduk-aduk emosi, ia juga membuat hati riang dengan lagunya Terkenang dan Lagu Baru. Saya menyukai lirik Terkenang dimana mengisahkan pertemuan kembali dua teman masa kanak-kanak. Tapi dalam album ini yang paling ampuh menghadirkan nuansa kerapuhan dan kesedihan mendalam adalah Waktu Tersisa. Lagu ini menurut saya lagu terbaik dalam album ini. ..Adakah waktu tersisa menjaga kita tetap sejiwa. Dan lagu pun mengalun nanar kau pandang daku. Cinta kita terlarang membentur batu karang.

Pada album berikutnya, Album Ungu, Kla tetap konsisten dengan pop progresifnya. Di sini juga ada banyak lagu yang menarik. Mulai dari Terpurukku di Sini, Satu Kayuh Berdua, Lepaskan, Hidup Seputarku, dan Feel Something. Dalam album ini juga ada dua lagu berbahasa Inggris dan satu musik instrumentalia yang keren, Heidelberg.

ungu

Lagu Terpurukku di Sini menarik karena ada bagian saxosphone yang memberi warna pada lagu ini. Lagu Satu Kayuh Berdua juga asyik disimak nadanya ceria dan intronya menarik perhatian. Dan ada satu lagi lagu yang jarang diputar radio tapi liriknya sangat dalam, Hidup Seputarku. Lagu ini agak berbeda dengan keseluruhan lagu dalam album ini. Musiknya lebih sederhana dan topiknya bukan tentang cinta melainkan topik yang lebih humanis yang masih relevan dengan kondisi saat ini. Saya sangat suka dengan liriknya dan sampai sekarang masih cukup hafal.

Di tasik kearifan, perlahan kuselam makna hidup seputarku
Tertegun menangkap fakta, manusia kian beranjak dari hakekatnya
Kasih tlah memudar sekejap sana sini seteru, norma yang merapuh karna angkara
Insan saling berlomba, memperebutkan kuasa pribadi semata
Tak beda dengan fauna, buas merampas sesama si lemah terhempas
Dimana harapan berada, selaksa tangan meminta, langitku merindu damai

Pada album berikutnya yang diberi tajuk V, saya mulai merasa ada penurunan kualitas pada Kla. Lagu-lagunya masih puitis namun kurang berhasil menghibur telinga saya. Beruntung pada album berikutnya, Klakustik terdapat lagu Gerimis dimana menurut saya lagu terbaik nomor dua setelah Waktu Tersisa. Rasanya saya jadi ikut merasa patah hati ketika mendengarnya. Dari mulai intro, lirik, dan bagian solo gitar semuanya mendukung menciptakan atmosfer gerimis yang sendu.

Musim penghujan hadir tanpa pesan, bawa kenangan lama t’lah menghilang. ..Sekejap badai datang mengoyak kedamaian, segala musnah lalu gerimis langitpun menangis. ..Kekasih..andai saja kaumengerti, harusnya kita mampu lewati itu semua dan bukan menyerah untuk berpisah.

Nah, pada album berikutnya saya mulai agak jenuh dengan Kla. Ya pada album Sintesa, Kla mencoba berinovasi dengan musik elektronik yaitu Sudi Turun ke Bumi. Pada album ini juga ada lagu Sara dan Saujana. Saya tidak suka pada album ini dan menurut saya lagu-lagunya tidak sebaik album sebelumnya. Begitu juga pada album Klasik yang melambungkan hits Menjemput Impian dan Kidung Mesra. Perlahan-lahan saya mulai melupakan Kla meskipun mereka masih eksis dan mengeluarkan album Exellentia dan Kla Returns. Mungkin gara-gara sudah tidak ada lagi album yang dibeli kakak sehingga saya kini tidak lagi memperhatikan perkembangan musik Kla Project. Namun Kla masih merupakan salah satu band terbaik dan ada banyak lagu hits Kla yang masih saya sukai hingga sekarang.

Lagu Terbaik Kla
1. Waktu Tersisa
2. Gerimis
3. Yogyakarta
4. Terkenang
5. Hidup Seputarku
6. Tak Bisa ke Lain Hati
7. Semoga
8. Satu Kayuh Berdua
9. Terpurukku di Sini
10. Heidelberg

Keterangan foto diambil dari:

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada April 16, 2014.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: