Museum Negeri NTB yang Sayang Dilewatkan

Museum NTB-Wayang

Museum Negeri Nusa Tenggara Barat yang berlokasi di Jalan Panji Tilar Negara No 6, Lombok ini umumnya bukan menjadi tujuan para wisatawan domestik. Padahal, bangunan museum yang cantik ini memiliki koleksi yang menarik dan mencapai tujuh ribu buah. Dengan mengamati koleksi dan membaca keterangan di tiap vitrin, wisatawan akan lebih mengenal Nusa Tenggara Barat.

Koleksi museum ini sangat beragam, mulai dari benda-benda prasejarah hingga ketika NTB memasuki jaman modern. Pada koleksi jaman prasejarah, ada koleksi berbagai fosil. Koleksi tersebut dipajang rapi dengan menambahkan peta penemuan fosil dan fase kehidupan dari makhluk prasejarah.

Museum NTB-jaman prasejarah

Koleksi Prasejarah

Perhatian saya kemudian tertuju pada koleksi sejarah perjuangan nasional. Dijelaskan di sana bahwa Lombok dan Sumbawa mengalami masa-masa kolonialisasi Belanda setelah adanya Perjanjian Bongaja tahun 1667 dan kekalahan Kerajaan Bali melawan penjajah. Lombok pun dikuasai Belanda sejak tahun 1894.

Senjata Tradisional

Senjata Tradisional

Sikap Belanda yang semena-mena pun mendapat perlawanan dari masyarakat NTB yang dipimpin pemimpin agama dan tokoh masyarakat. Peperangan yang terkenal di antaranya Perang Undru dan perang Baham di Sumbawa; Perang Donggo, Perang Dena, dan Perang Ngali di Bima; serta pemberontakan yang dilakukan oleh Sesela, Mamelak-Tuban, dan pemberontakan Desa Gandor dan Pringgabaya di Lombok. Selanjutnya pada Mei 1942 penjajahan Belanda beralih ke Jepang yang sama-sama menyengsarakan rakyat.

Museum NTB-Aksara

Aksara yang Digunakan di NTB

Museum NTB-naskah kuno

Naskah Klasik Tentang Pewayangan

Museum NTB-Naskah Kuno2

Naskah Kuno

Oleh karena NTB menjadi rumah bagi berbagai suku temasuk para suku pendatang maka huruf dan bahasa yang digunakan di NTB beragam, yakni huruf sasak, samana, bali, jawa, mbajo, arab, dan latin. NTB juga tak kalah dengan daerah lainnya, juga memiliki budaya sastra yang kental. Naskah kuno seperti Kitab Mujarabat, Kitab Kartika, Naskah Angling Darma, dan Silsilah Kesultanan Bima masih terpelihara dengan baik. Naskah-naskah tersebut ada yang dituliskan dengan daun lontar.

Salah Satu Pakaian Adat

Salah Satu Pakaian Adat

Pakaian Kebesaran Sultan

Pakaian Kebesaran Sultan

Koleksi museum lainnya yang menarik adalah bagian yang mengupas adat istiadat masyarakat NTB, mulai dari rumah adat, keris, alat musik, alat berburu, wayang kulit, topeng, dan berbagai pakaian adat serta pakaian kebesaran orang nomor satu di NTB. Ada juga benda-benda penolak bala dan pengusir roh halus yang membuat saya cepat-cepat menjauh karena tiba-tiba merasa seram apalagi museumnya sedang sepi pengunjung.

Benda Berkekuatan Mistis

Benda Berkekuatan Mistis

Aneka Topeng

Aneka Topeng

Puas mengamati satu-persatu koleksi saya merasa lebih mengenal dan mengagumi Nusa Tenggara Barat. Apabila Anda sedang berlibur ke Lombok jangan lupa sempatkan diri mengunjungi Museum Negeri NTB. Tiketnya sangat terjangkau yakni Rp 2 ribu dan buka setiap hari kecuali hari Senin.

Museum Negeri NTB

Museum Negeri NTB

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Oktober 24, 2014.

4 Tanggapan to “Museum Negeri NTB yang Sayang Dilewatkan”

  1. kebanyakan museum di indonesia rata2 emang seram kalau dimasuki… lantaran koleksinya yang sudah tua atau bangunannya yang jarang dimasuki orang ya? 😀

    • Rata-rata museum di Indonesia sepi pengunjung bahkan kadang cuma sendirian (sedih juga) dan petugasnya jarang berkeliling. Di museum itu ada benda-benda berkekuatan mistis. Entah karena sepi atau melihat benda-benda itu jadinya seram. Aku langsung pulang setelah lihat koleksi itu:p

  2. coba sore di buka juga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: