Harmoninya Dua Pemeluk Agama di Pura Lingsar

Camera 360

Toleransi beragama di Indonesia sudah diakui oleh dunia. Kerukuranan beragama ini sudah ada sejak lama terbukti dengan adanya Pura Lingsar yang berlokasi di Lombok, NTB. Di sini ada dua tempat ibadah dalam satu kompleks yang terawat dan digunakan hingga kini. Salah satu bukti kerukunan beragama yang terbina sejak lama. Yuk kita lihat seperti apa Pura Lingsar ini.

Teman kuliahku, Titin, yang menampungku selama di Lombok mengajakku ke pura terbesar di Lombok. Pura Lingsar, namanya, berada di Desa Lingsar, Narmada. Ada yang menarik di pura ini, ujarnya, yang membedakan dengan pura-pura di Bali.

Lokasi pura ini tak jauh dari terminal bus, Mandalika, yang masih masuk dalam wilayah Lombok Barat. Dari gapura utama menuju kompleks tempat ibadah, kami melewati taman yang terawat rapi. Ada kolam teratai dengan bunga-bunganya yang bermekaran.

Gapura Utama

Gapura Utama

Tidak ada tarif masuk memasuki kompleks peribadatan ini, hanya tarif parkir. Di dalam kompleks, ada beberapa anak kecil yang menawarkan minyak yang menurut suami teman saya berfungsi untuk mengusir roh jahat.

Pura Gaduh

Pura Gaduh

Bangunan pura yang merupakan tempat ibadah umat Hindu menempati sisi atas. Tempat ibadah ini disebut Pura Gaduh. Di depan pura ada papan yang menunjukkan peraturan yang wajib ditaaati pengunjung pura seperti mengenakan pakaian sopan dan memakai sabuk tradisional adat atau yang disebut temben dodo. Saat ke sana ada beberapa pengunjung yang akan memasuki pura untuk beribadah.

Bagian Depan Kemaliq

Bagian Depan Kemaliq

Tempat Ibadah Pemeluk Islam Wektu Telu

Tempat Ibadah Pemeluk Islam Wektu Telu

Sedangkan bangunan di sebelahnya adalah tempat ibadah untuk pemeluk agama Islam Wektu Telu yang disebut Kemaliq atau keramat. Ketika saya masuk di dalamnya ada kolam kecil yang dianggap suci dan bangunan beratap limas.

Menurut teman saya, pada bulan Desember biasanya diadakan ritual bernama Perang Topat yang diikuti dua penganut agama tersebut. Ritual ini merupakan bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan yang dilakukan sebelum menanam padi. Pada ritual ini tiap pemeluk agama mengenakan pakaian adat masing-masing dan melakukan perang lempar-lemparan ketupat.

Bersembahyang

Bersembahyang

 

 

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Oktober 25, 2014.

2 Tanggapan to “Harmoninya Dua Pemeluk Agama di Pura Lingsar”

  1. indah ya kalo berdampingan damai kayak gini Pus. Gak dikit-dikit demo trus rusuh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: