Jakarta Street Food Festival: Dari Aneka Gorengan Hingga Sushi

jakarta street food

Jakarta Street Food Festival yang digelar 14-30 November lalu menyisakan kesan tersendiri bagi kami berdua. Yup di sini ada beragam kuliner ala kaki lima dari berbagai negara, ada sushi dan kimchi, aneka gorengan, es podeng, jajanan ala Hongkong dan Thailand, juga jajanan ala Amrik. Dengan voucher Rp 100 ribu kami sudah puas mencicip macam-macam kuliner.

jsff

Voucher 100 ribu ini berbentuk seperti uang monopoli. Ada lembar 10 ribuan dan juga ribuan. Waktu itu saya mendapatkan 10 lembar 10 ribuan. Agar 100 ribu ini dapat kami maksimalkan maka kami berkeliling dulu mengitari seluruh stan sebelum menentukan pilihan. Ada 30-an stan makanan di sini mulai dari makanan ala Indonesia seperti sate, soto, mie ayam, nasi cakalang, dan bakso.

roti auntie anne

Ada juga dessert dan makanan ringan seperti es cendol susu, wafel, klapertart, frozen yoghurt, dan martabak mini. Ada stan minuman khas melayu seperti teh tarik. Ada jajanan Korea seperti kimchi. Ada pula aneka sushi, takoyaki, dan martabak ala Jepang. Eh ada juga stan jajanan Amrik dengan aneka pretzel yang aslinya adalah roti tradisional Eropa.

forzen yoghurt

jsff2

Pasangan rupanya sudah lapar duluan. Ia langsung menghampiri stan mie ayam plus bakso. Cukup mahal sih harga seporsinya yaitu Rp 20 ribu. Tapi keburu lapar ya udahlah. Saya memilih twist frozen yoghurt karena cuaca sangat panas. Satu cup-nya harganya Rp 20 ribu. Standar sih. Rasanya asam manis, enak untuk menghalau hawa yang panas di La Piazza.

sushi

Kami kembali berkeliling. Kali ini mata kami jatuh hati pada stan sushi. Ovi memesan satu porsi mozzila cheese yang terdiri atas empat potong sushi dengan ikan salmon yang dibakar sejenak, diberi keju mozilla dan sedikit mayonaise. Rasanya gurih dan ada tekstur krispinya. Tapi satu porsi untuk berdua cukup karena kami berdua tidak terlalu suka sushi. Seporsinya Rp 17 ribu.

sushi2

Sedangkan saya menuju stan Chicken Story untuk membeli nasi cakalang cabe ijo dan tumis cumi asin. Harganya Rp 23 ribu. Rasanya sebenarnya enak tapi porsinya kurang banyak hehehe. Alhasil sushi Ovi saya ambil satu potong. Baru setelah makan sushi perut terasa penuh dan hanya ingin minum karena hawa yang lembab. Kami membeli roti pretzel dengan aroma bawang-keju yang gurih dengan tekstur padat tapi ada unsur kenyalnya. Harganya Rp 20 ribu di stan Auntie Anne’s. Kami icip-icip saja sambil menonton demo masak.

demo masak

wine and cheese

Eh beneran setelah itu gerimis. Kami menuju pameran di sebelah yang bertemakan Wine and Cheese. Pengin beli keju tapi malu bertanya. Kayaknya sih mahal-mahal. Akhirnya kami terhibur dengan promo coklat dari Swiss dan New Zealand. Ada cokelat 250 gram dua buah dengan harga Rp 40 ribu. Wah Ovi kalap sehingga masing-masing dapat dua cokelat, full milk dan rasa kiwi. Cokelatnya enak banget, lembut. Tapi untuk rasa kiwi belum dicobain dan saya simpan di kulkas.

wine

Untuk pameran Wine and Cheese tidak bisa pakai voucher sehingga voucher kami masih tersisa 20 ribu. Lho kok bisa? Waktu itu ada stan yang tidak punya kembalian sehingga saya menggunakan kartu debet dimana dapat diskon 50% dengan poin dalam kartu tersebut. Sisa 20ribu kemudian kami gunakan beli minuman dan dapat tiga botol. Ya lumayan deh.

cokelat murah

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Desember 1, 2014.

2 Tanggapan to “Jakarta Street Food Festival: Dari Aneka Gorengan Hingga Sushi”

  1. Ooow, ternyata di La Piazza ya Pus.. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: