Avengers 2 : Korban Over Ekspektasi

age-of-ultron-10-things-that-will-make-you-cry-in-avengers-age-of-ultron.jpeg

Hayoo siapa yang belum nonton sekuel Avengers? Sepertinya penggemar Marvel Universe tidak akan melewatkan film terbaru Avengers apalagi para manusia supernya bertambah. Antrian di bioskop pun tak bisa dihindari. Bahkan, banyak yang rela booking tiket beberapa hari sebelumnya, dan ada banyak yang mengantri di depan pintu bioskop sebelum jam buka. Wah segitunya ya…ssttt apakah Avengers 2 memenuhi ekspektasi Kalian? Atau jangan-jangan malah korban over ekspektasi?

Seperti halnya penggemar film superhero, saya pun penasaran akan film ini. Apalagi, film perdananya, Avengers, digarap apik dan sangat menghibur. Bahkan di film pertamanya, saya yang awalnya kurang suka dengan Hulk jadi cukup mengapresiasinya. Karena bioskop terdekat hanyalah di Grha Cijantung yang belum terhubung jaringan M-Tix, saya pun rela mengantri untuk menontonnya. Busyet antriannya panjang dan rata-rata pembelinya memesan lebih dari satu kursi. Dan ada yang beli hingga 10 kursi..wahhh.

Film Avengers 2 ber-setting beberapa waktu setelah kejadian di film Captain America: The Winter Soldier. Di bagian akhir film diperlihatkan dua sosok superhero, si kembar, yang rupanya Scarlet Witch dan Quicksilver. Dua superhero ini awalnya berada di kubu lawan, organisasi Hydra. Dan setelah markas Hydra babak belur, mereka membantu Ultron karena keduanya menyimpan dendam terhadap Stark.

Ultron sendiri adalah proyek rahasia Stark yang penasaran akan misteri kekuatan yang tersembunyi dalam tongkat Loki. Ia berniat membuat Ultron untuk menjaga perdamaian. Doktor Bruce Banner alias Hulk, agak enggan membantunya apalagi Stark menyembunyikan niatnya kepada teman-teman Avengers lainnya.

Ceritanya bisa ditebak, Ultron tidak bisa dikendalikan. Ia yakin sumber masalah perdamaian adalah Avengers sendiri sehingga perlu dibasmi. Dan niatnya itu bakal akan mudah dicapai dengan bantuan manipulasi pikiran oleh Scarlet Witch dan kecepatan aksi Quicksilver. Hemm benarkah?

Dengan durasi sekitar dua jam, tentu saja dalam film ini ada banyak adegan laga yang menonjolkan kemampuan tiap-tiap anggota Avengers. Kemampuan tiap-tiap individu Avengers semakin berkembang dan pada aksi penyerbuan markas Hydra mereka mampu menunjukkan kekompakan mereka.

SHIELD tidak mendapat porsi banyak di sini karena organisasinya morat-marit setelah kejadian di Captain Amerika 2. Para pendamping superhero seperti Jane dan Pepper juga tidak nampak, sehingga selain anggota Avengers, yang ditonjolkan adalah asal muasal Scarlet Witch dan Quicksilver, Ultron, dan superhero misterius yang muncul belakangan.

Dari segi aksi, hemmm setaralah dengan Avengers 1. Meski harus saya akui, ekspektasi saya agak terlalu tinggi untuk sekuelnya. Jika pada Avengers 1 saya menyukai aksi Hulk, di sini saya tertarik akan kecepatan Quicksilver dan kekuatan Scarlet Witch yang mengintimidasi.

Untuk alur cerita, sebenarnya sederhana dan beberapa adegannya agak berlebihan serta terkesan agak didramatisir. Motif Ultron untuk membuat manusia musnah rasanya kurang kuat. Mimpi buruk Thor juga kurang jelas maknanya. Emosi penonton kurang teaduk-aduk di sini, berbeda ketika menyaksikan Avengers 1 menghadapi banyaknya pasukan musuh atau saat para mutan bersiap menghadapi final battle di X-Men. Dan bumbu romansa Black Widow agak hambar, mungkin gara-gara pada Captain America 2 ia juga berbuat hal yang mirip.

Di film ini malah yang lebih asyik malah memperhatikan pemainnya. Untuk anggota Avengers, rata-rata karirnya di perfilman Hollywood masih cerah, kecuali Chris Evan yang belum memiliki film yang nendang setelah perannya sebagai Captain America. Filmnya The Iceman tidak terlalu sukses. Si Stark alias Robert Downey Jr. bersinar di franchise Sherlock Holmes dan filmnya The Judge cukup berhasil di pasaran. Jeremy Renner cukup berkesan di Mission Impossible: Ghost Protocol dan The Bourne Legacy. Si Thor alias Chris Hemsworth bisa bercakap sedikit dalam bahasa Indonesia karena filmnya Blackhat syuting di Indonesia. Si Black Widow mencuri perhatian di Under The Skin dan Lucy. Dan yang menarik perhatian adalah Mark Ruffalo. Sebelumnya saya hanya mengenalnya di 13 Going On 30 dan Shutter Island bersama Leonardo de Caprio. Setelah Avengers, ia tampil berkesan di Now You See Me dan menjadi produser nyentrik di Begin Again.

Dari kubu lawan, pemeran Scarlet Witch dan Quicksilver juga menarik untuk diulik. Elizabeth Olsen sebagai Scarlet Witch, ditilik dari namanya, merupakan adik dari si kembar Olsen. Peran ia yang melekat di benak adalah perannya sebagai gadis lugu yang ‘diculik’ perkumpulan pemujaan aneh di film Marta, Marcy, May, Marlene.

Sedangkan Aaron Taylor-Johnson sebelumnya agak diremehkan karena perannya di Godzilla cukup buruk dan kurang ekspresif. Sebagai Quicksilver ia tampil lumayan dan mampu memberikan warna pada film meski saya lebih suka dengan gaya tengil Quicksilver di X-Men Days of Future Past. Oh ya baru ingat, Elizabeth Olsen dan Aaron Taylor-Johnson menjadi pasangan suami istri di remake Godzilla sehingga chemistry mereka sebagai si kembar lumayan.

Oh iya dulu saya mengira si kembar ini adalah bagian dari X-Men seperti di komiknya. Di komik sih dikisahkan keduanya anak dari Magneto. Dan karena pemegang lisensi film X-Men dan Marvel berbeda, alhasil ceritanya pun digubah. Alih-alih mutan, keduanya digambarkan sebagai hasil percobaan.

Secara keseluruhan filmnya masih menghibur dan asyik ditonton. Namun, jangan terlalu banyak berharap dan berekspektasi sekuelnya bakal melebihi filmnya sebelumnya. Jika pada Avengers saya memberi nilai 8,2/10, pada Avengers 2 skornya turun sedikit. Satu lagi, meski tidak eksplisit, tanda-tanda Civil War jika diperhatikan ada di beberapa adegan. Hemmm kenapa ya bakal ada Civil War…bikin sedih saja.

Detail Film:
Judul : Avengers: Age of Ultron
Sutradara : Joss Whedon
Pemain : Robert Downey Jr. , Chris Hemsworth, Mark Ruffalo, Chris Evans, Scarlett Johansson, Jeremy Renner, Aaron Taylor-Johnson, Elizabeth Olsen, Samuel L. Jackson
Rating : 7,9/10
Gambar : comicbookmovie.com

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada April 24, 2015.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: