Siwa, Parwati dan Kartikeya

siwa-parwati
Melihat Mahadeva yang pernah ditayangkan di AnTV, saya jadi ingat ayah memiliki komiknya. Waktu pulang kampung ke Malang, saya mengubek-ubek lemari buku saya dan untunglah meskipun dipindahkan Ibu ke loteng, komik tersebut masih ada dan terawat. Ceritanya mirip dengan versi live-nya hanya ceritanya berhenti setelah Siwa dan Parwati memiliki putera Kartikeya.

Dikisahkan Siwa adalah dewa yang rajin menyucikan diri dengan bertapa. Ia sudah tidak lagi memikirkan duniawi. Sementara di tempat lain, Parwati lahir dari pasangan Raja Himawat dan bidadari bernama Menaka. Parwati tumbuh menjadi gadis yang cantik jelita. Dan orang tuanya berniat menikahkannya.

parwati-dewasa

Ketika Batara Narada berkunjung ke istana ia meramalkan Parwati akan menikah dengan Siwa. Namun untuk itu, Parwati harus berusaha keras. Himawat pun meminta anaknya untuk bersama teman-temannya untuk membantu Siwa dalam menyiapkan upacara suci. Lama-kelamaan tumbuh cinta Parwati pada Siwa.

Di negeri kahyangan, terjadi kegemparan. Istana Dewa Indra diserbu oleh Dewa Taraka yang menjadi sangat kuat karena mendapat anugerah dari Dewa Brahma karena dulu sangat banyak menolong manusia. Dewa Indra mengadu kepada Dewa Brahma, dan ia memintanya bersabar karena ia menakdirkan keturunan Siwa lah yang dapat mengalahkan Taraka.

Brahma

Indra meminta Kama untuk membantu Parwati agar Siwa jatuh cinta kepadanya. Panah Kama banyak membantu sepasang manusia untuk saling jatuh hati. Akan tetapi panah tersebut tidak mempan kepada Siwa. Ia sangat marah mengetahui ada yang mengusiknya. Lewat sinar matanya, Kama langsung hangus dan istrinya, Rati, kontan jatuh pingsan.

Kama tewas

Ia meninggalkan Parwati seketika itu juga yang membuat Parwati merasa tersinggung dan tak berdaya. Parwati sangat sedih kecantikan dan kekayaan keluarganya tidak ada apa-apanya di mata Siwa.

Ia pun memutuskan untuk meninggalkan segala perhiasan dan menjadi pertapa. Ia ingin menyucikan hatinya seperti Siwa yang dikaguminya. Berhari-hari ia tak makan minum. Jika lapar ia hanya menyantap buah dan dedaunan. Ia juga bertapa dalam air. Meski demikian tubuhnya makin sehat dan bercahaya.

parwati petapa

Suatu saat ketika temannya berkunjung ia bertemu dengan pertapa bernama Dipa. Pertapa tersebut mengolok-olok Siwa yang membuat Parwati berang. Ketika ia mengusirnya, pertapa tersebut berubah menjadi Siwa. Siwa meminta Parwati untuk kembali ke negerinya karena ia akan melamarnya.

siwa parwati

Keduanya pun menikah dan menetap di Gunung Kaila. Dewa Kama pun dihidupkan. Sedangkan Dewa Agni menyampaikan pesan Dewa Indra tentang ramalan keturunan Siwa. Siwa pun memberikan biji yang sangat panas yang merupakan keturunannya bersama Parwati.

Biji itu sangat panas dan direndam di Sungai Gangga. Sungai tersebut malah mendidih sehingga Agni melemparnya ke daratan. Biji itu kemudian berubah menjadi bayi dan diberi nama Kartikeya. Setelah dewasa, Kartikeya pun memenuhi takdirnya dan mengalahkan Taraka. Dewa Indra pun kembali bertahta di istananya.

Kartikeya

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Mei 19, 2015.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: