Lagi-lagi Tentang Nayla

twitit

Nayla adalah salah satu karya Djenar Maesa Ayu yang melambungkan namanya. Tak heran apabila kemudian Djenar menjadikan Nayla sebagai karakter favoritnya. Dan di kumpulan cerpen bertajuk T(w)itit! ia mengupas serba-serbi kehidupan Nayla. Karena proses membaca Nayla sudah beberapa tahun silam, saya tidak terlalu yakin apakah Nayla dalam novel ini karakter yang sama dengan yang terdapat dalam buku Nayla.

Ada 11 cerita dalam buku keenam Djenar ini. Cerita awal bertajuk UGD berkisah tentang pertemuan yang gagal antara seorang pria dan wanita. Pria yang memasuki masa senja dan beristri menunggu si wanita di rumah makan. Sementara si wanita yang memiliki rentang usia 30 tahun dengan si pria, terjebak macet berjam-jam. Cinta terlarang itu mengalami dilema, apakah berlanjut ataukah dihentikan saat masih bisa berpikir logis.

Kisah berikutnya memiliki judul Nayla dengan karakter utama Nayla yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Ia mencoba membuka kelim roknya agar bisa lebih panjang. Ia tak enak hendak meminta uang ke ibunya yang terpaksa bekerja apa saja untuk menghidupi mereka berdua. Rupanya ada satu rahasia yang tak diceritakan Nayla kepada ibunya, sebuah kejadian yang mengerikan baginya.

Sedangkan di kisah bertajuk T(w)iTIT! mengisahkan kegelisahan melakukan pekerjaan yang tak disukainya. Yaitu membuat sinopsis untuk layar gelas dengan topik yang tak sesuai dengan idealismenya. Ia ingin berontak tapi ia sadar ia memerlukan uang untuk membiayai sekolah putrinya. Ia sulit mengelak dan ingin berbagai perasaannya di twiter namun ia jengah jika status di twitternya dikait-kaitkan dengan sesuatu oleh stalker. Ia menyebutnya di awal ‘Status twitter oleh beberapa orang sering ditengarai sebagai isyarat. Sorry, kamu salah alamat!’

Meskipun mengambil judul dengan unsur twit tapi tidak banyak kisah yang tertuang mengungkapkan tentang twitter atau kicauan. Saya jadi menduga-duga ada alasan mengapa Djenar membubuhkan tanda kurung di dalam ‘w’-nya karena selama ini Djenar bermain-main di topik sensual.

Ya, di buku ini masih terdapat ciri khas Djenar dengan gaya sensualnya meski tidak terlalu vulgar seperti karya-karyanya yang lain. Buku ini agak homogen berkisar tentang kehidupan Nayla dari kecil hingga menua. Namun ketika membacanya saya merasa ketidakkonsisten cerita satu dengan cerita lainnya tentang timeline, seperti usia ketika ayah Nayla meninggal, kisah hidup Nayla, dan sebagainya. Ini membuat saya bertanya-tanya apakah tokoh Nayla di tiap cerita tersebut adalah karakter yang sama atau Nayla yang beragam.

Yang membuat buku ini menarik adalah pilihan kata yang digunakan Djenar menyusun kisahnya. Memiliki rima yang enak dibaca. Seperti paragraf berikut. Asap kopi yang melingkar di atas cangkir tak lagi hadir. Mungkin kehangatan di dalam kopi itu sudah menyingkir. Kopi di dalam cangkir itu sudah dingin. Seperti Nayla yang sudah kehilangan rasa ingin.

Oleh karena buku ini memuat topik perselingkuhan maka buku ini tidak bisa dibaca semua kalangan. Lebih pas dibaca oleh kaum dewasa.

Detail Buku:
Judul : T(w)itit!
Penulis : Djenar Maesa Ayu
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2012
Rating : 7,5/10

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Mei 27, 2015.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: