Kucing Piatu

Camera 360

Tiga hari lalu kucing kelabu-cokelat alias si Nori yang sering mampir ke teras nampak gelisah. Perutnya telah membesar meski belum lama. Tidak lama terdengar tangisan anak kucing dari selasar samping. Rupanya ada lagi kucing baru di rumah.

Anak kucing itu menangis cukup keras. Dari suaranya, sepertinya lebih dari satu ekor. Aku perhatikan induknya nampak tiduran di halaman rumah. Hemmm sepertinya induk lelah sehabis melahirkan dan ingin bersantai sejenak.

Tangisan kucing itu berlanjut sepanjang malam. Dan ketika keesokan harinya aku mendengar tangisan kucing tersebut, aku merasa ada sesuatu yang tak beres.

Di selasar tidak nampak induk kucing. Si induk malah asyik tiduran di teras. Aku mulai kesal, induknya nampaknya cuek ke anaknya yang terusan menangis.

Kasihan anak kucing tersebut. Mereka ditelantarkan oleh induknya. Ada tiga anak kucing dengan kondisi mengenaskan. Aku ragu dan agak jijik melihatnya. Mereka masih buta dan kotor.

Aku mencari kardus dan melapisinya dengan kain, lalu aku mencari tisu dan plastik untuk mengangkat badan anak kucing tersebut satu-persatu. Ada rasa geli ketika memegang anak kucing yang menggeliat-geliat tersebut. Rasanya mual.

Setelah masuk kardus, aku bingung apa yang harus kuperbuat ke anak kucing tersebut. Bagaimana memberinya susu. Aku buat susu dari susu bubuk. Tisyu kucelupkan dan kemudian kutaruh di antara tiga anak kucing tersebut.

Aku masih menaruh harapan ke induk kucing tersebut. Akan tetapi rupanya induk kucing tersebut benar-benar cuek. Sepanjang malam tiga anak kucing tersebut menangis kembali.

Keesokan harinya, seekor anak kucing telah tak bernyawa. Dua saudaranya nampak lemah dan kotor. Aku bersihkan dusnya dan kubersihkan dua anak kucing tersebut dengan tisyu basah dan kain bersih. Kubuatkan susu campur sedikit margarin dan kuteteskan di mulut mereka.

Aku sangat marah ke induknya. Di teras, kujemput si induk dan kuantar ke dus anaknya. Eh ia malah kabur.

Hari ini ada fogging di kampungku. Aku makin was-was dengan nasib kedua anak kucing tersebut. Asap fogging kali ini begitu pekat. Dan kucing kecil tersebut tak mampu bertahan.

Tiga anak kucing tersebut tak bertahan. Aku merasa sangat sedih juga kecewa dengan induk kucing. Rupanya bukan hanya manusia yang bisa menelantarkan anaknya, induk kucing pun juga bisa berbuat kejam.

Jakarta, 2 Mei 2015

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juni 20, 2015.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: