Menikmati Liburan Lebaran dengan Wisata Budaya

museum topeng
Liburan hari raya Idul Fitri sudah di depan mata. Setelah bersilaturahim, agenda liburan yang asyik tentu saja jalan-jalan ke berbagai obyek wisata. Jika berwisata ke theme park, pantai, ataupun air terjun dan pegunungan sudah biasa, maka mumpung di Malang, yuk mencoba wisata budaya. Ada 10 tempat wisata seru yang akan menambah pengetahuan tentang sejarah dan budaya di Malang dan sekitarnya. Tempat mana sajakah itu?

Obyek wisata di Malang dan sekitarnya memang berlimpah. Sebagian besar wisatawan lebih menyukai wisata alam. Baru sekitar satu windu terakhir mulai marak theme park di Batu, yang berjarak tempuh sekitar 45 menit dari pusat kota Malang. Setelah theme park, dengan banyaknya tayangan kuliner, mulailah banyak penikmat wisata kuliner. Sedangkan wisata budaya yang merujuk pada bangunan-bangunan bersejarah dan bernilai seni di kota Malang masih terbatas peminatnya.

Ada banyak obyek wisata budaya asyik di Malang dan sekitarnya. Mulai dari candi peninggalan kerajaan Kanjuruhan dan Singosari, museum, dan bangunan-bangunan bersejarah yang arsitekturnya memiliki nilai seni. Dari obyek-obyek wisata tersebut, ada sepuluh obyek wisata budaya yang saya rekomendasikan untuk dikunjungi. Obyek-obyek wisata tersebut adalah Candi Singosari dan Pemandian Ken Dedes, Candi Jago, Candi Kidal, Candi Badhut, Stadion Kanjuruhan, Museum Brawijaya, Museum Tempoe Doeloe, Katedral Malang dan Masjid Jami’, Kawasan Stasiun-Alun-alun Bunder, dan Museum Topeng.

Oleh karena tempat wisata tersebut tersebar, maka saya urutkan dari destinasi wisata dari arah Barat yaitu Kabupaten Singosari yang bisa ditempuh sekitar 30 menit dari pusat kota Malang, berlanjut ke daerah Tumpang. Kemudian rute melingkar menuju Kanjuruhan dan kembali ke pusat kota Malang. Tujuan paling akhir ada di kota Batu yaitu Museum Topeng karena museum ini masih bisa dinikmati dan terbuka untuk umum hingga malam hari. Kesepuluh destinasi di atas bisa ditempuh seharian, dari pagi hingga petang hari, asal siapkan energi dan stamina. Dan tak kalah penting adalah semangat dan antusiasme.

• Candi Singosari dan Dwarapala
Candi Singosari sesuai namanya adalah candi peninggalan Kerajaan Singosari pada masa Raja Kertanegara. Candi ini paling besar dan paling luas dibandingkan candi-candi lainnya yang terletak di Malang dan sekelilingnya. Di candi ini terdapat abu jenazah Raja Kertanegara. Di candi ini juga terdapat arca-arca yang sebagian sudah tidak utuh. Arca paling terkenal adalah arca Ken Dedes yang dilambangkan dalam bentuk Prajna Paramita, Dewi Kebijaksanaan.

candi singosari

Di kompleks candi ini biasanya ada penjaga yang bakal dengan senang hati akan bercerita tentang sejarah candi ini. Oh ya tak jauh dari candi ini terdapat reco pentung atau dwarapala yang disebut sebagai penjaga gerbang. Dulu waktu kecil saya takut melihatnya, tapi saya kini malah tertegun dan membayangkan bagaimana leluhur dulu membuatnya.

• Candi Sumberawan
Candi Sumberawan tidak jauh dari Candi Singosari. Candi ini unik karena bentuknya seperti stupa dan bercorak Buddha. Candi ini pernah dikunjungi oleh Hayam Wuruk dan dibangun sekitar abad ke-14.

• Candi Kidal
Candi Kidal terletak di Tumpang. Candi ini merupakan bangunan untuk menghormati Raja Anusapati, putera Ken Dedes dan Tunggul Ametung. Candi ini tidak terlalu luas dan lokasinya berdekatan dengan rumah penduduk. Di candi ini ada lambang Siwa yang dikelilingi kala.

• GOR Kanjuruhan
Nah, ke Malang rasanya tak lengkap jika tak mengunjungi stadion yang menjadi kebanggaan warga Malang karena idolanya, Arema, menjamu klub dari kota lain di sini. Stadion ini luas dan bakal penuh oleh suporter jika pertandingan sepak bola diadakan.

• Museum Brawijaya dan Kawasan Ijen
Museum Brawijaya terletak di Ijen, daerah yang terkenal akan kerapihan dan sudah ada di foto-foto Malang Tempoe Doeloe. Jalan ini kondisinya tidak banyak berubah, tetap asri oleh palem yang berjajar rapi dan bangunan bergaya kolonial. Oh ya di Museum Brawijaya pengunjung bisa melihat deretan tank, koleksi senjata yang digunakan pada masa perjuangan, juga peninggalan Jenderal Soedirman. Koleksi yang menyimpan sejarah pahit di sini adalah Gerbong Maut yang mengangkut ratusan tahanan Belanda dimana sebagian tewas karena dehidrasi, kelaparan, dan terinjak-injak. Sungguh miris membayangkannya.

• Kawasan Stasiun dan Alun-alun Bunder
Kawasan Stasiun Kota Baru hingga Alun-alun Bunder termasuk kawasan heritage yang masih terawat dengan baik dengan pepohonan rindang nan sejuk. Alun-alun ini merupakan ikon kota Malang dimana lokasinya berseberangan dengan Gedung Pemkot Malang. Di alun-alun ini ada taman cantik yang mengelilingi kolam air mancur. Setiap akhir pekan ada banyak muda-mudi yang berlatih berlari di Alun-alun ini.

• Museum Tempoe Doeloe
Museum Tempoe Doeloe tidak jauh dari Alun-alun Bunder. Museum ini termasuk baru, yang merupakan perkembangan dari koleksi sebuah restoran yang mengusung tema Jawa klasik. Di museum yang ditata modern ini pengunjung bisa mengetahui lebih dalam sejarah kota Malang dari foto-foto hingga koleksi barang-barang antik yang merupakan koleksi pribadi pemilik museum ini.

• Gereja Kayu Tangan dan Masjid Agung Jami’
Gereja Kayu Tangan dan Masjid Agung Jami’ berada di kawasan Alun-alun Kota Malang. Kedua bangunan ini memiliki arsitektur yang unik dan memiliki cerita tersendiri.

Masjid Agung Jami’ didirikan tahun 1890 dengan memadukan arsitektur Jawa dan Arab. Arsitektur Jawa dari bentuk atap sedangkan arsitektur Arab dari kubah dan bentuk lengkung.

masjid jami

Masjid Jami’ (sumber http://www.masjidjami.com)

Sedangkan Gereja Kayu Tangan atau Gereja Katolik Hati Kudus Yesus adalah gereja tertua di Malang. Arsitekturnya mengadopsi neo gothic, seperti bangunan gereja di Eropa.

• Candi Badhut
Setelah puas mengunjungi berbagai spot di tengah kota, maka arahkan kendaraan ke pinggiran ke kawasan Tidar sekalian menuju daerah Batu. Candi Badhut terletak di Desa Karangbesuki, Kecamatan Dau. Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Kanjuruhan, yang merupakan Kerajaan tertua di Malang. Konon candi ini dibangun pada masa kepemimpinan Raja Gajayana sekitar abad ke-7 Masehi.

museum topeng2
• Museum Topeng
Sebagai pamungkas perjalanan wisata budaya, maka Anda bisa mengenal wayang dari berbagai daerah dengan mengunjungi Museum Topeng yang terletak satu kompleks dengan Museum Angkut. Tak hanya topeng, di museum ini pengunjung akan mengenal berbagai peralatan upacara, aneka batik, dan koleksi lainnya yang berasal dari segala penjuru nusantara.

Ada banyak cerita di balik penemuan benda-benda tersebut dan semuanya merupakan koleksi pribadi pemilik museum ini. Di museum yang juga dikelola modern ini ada pemandu wisata yang ramah yang siap membagikan kisah di balik topeng dan benda-benda bernilai sejarah dan mistis lainnya. Oh ya kenapa disebut museum topeng? Ya, karena benda yang pertama kali dikoleksi adalah topeng selain merambah ke benda bersejarah lainnya. Tari topeng juga tarian tradisional khas Malang.
keris

Nah terbukti bukan jika wisata budaya tak kalah serunya dengan wisata alam atau wisata kuliner. Lagipula negeri kita benar-benar kaya akan nilai seni dan budaya.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juni 30, 2015.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: