Mudik Bersama Sembrani

banner giveaway

Mudik sekilas nampak merepotkan, namun sebenarnya merupakan perjalanan ke kampung halaman yang menyenangkan. Meskipun tahun ini tidak berhasil mendapatkan tiket langsung ke Malang, perjalanan mudik kami tetap berlangsung nyaman meski harus berganti-ganti angkutan.

Kami berdua tidak beruntung mendapatkan tiket kereta api Jakarta-Malang. Meskipun sejak pertengahan April kami melototi laptop saat dini hari untuk memesan tiket, rupanya nasib kami sungguh naas. Kami tidak berhasil mendapatkan tiket kereta api baik KA Gajayana maupun KA Bima. Akhirnya pada bulan Mei ketika KAI mengumumkan adanya kereta api lebaran sebagai kereta api tambahan, kami mendapatkan tiket kereta Sembrani yang memiliki rute akhir Stasiun Pasar Turi.

dalam kereta

Pada hari H perjalanan, suasana Stasiun Gambir sangat padat oleh penumpang. KAI punya kebijakan hanya penumpang yang jam keberangkatannya telah dekat boleh naik ke lantai berikutnya. Setelah menunjukan tiket, kami mendapatkan masing-masing es buah.

coctail

Gambir-Lengang

Sayang kereta api Sembrani molor 30 menit dari jadwal semula. Dan ketika kereta sudah tiba dan penumpang masuk, kereta baru berangkat mendekati pukul 18.30. Mungkin karena jadwal kereta sangat padat, kereta pun berjalan perlahan-lahan hingga memasuki Cikampek dan baru berkecepatan normal selepas itu.

Saya belum pernah naik KA Sembrani. Biasanya kereta tujuan Surabaya yang saya naiki berupa KA Gumarang dan KA Argo Anggrek. Itupun sudah hampir dua tahun silam. Pengalaman naik KA Sembrani menjadi pengalaman pertama sehingga saya merasa penasaran dan sekaligus senang.

Seperti kereta api eksekutif lainnya, kereta api memiliki tempat duduk dua-dua. Ada charger dan juga kantong di belakang kursi. Bagasi yang terletak di atas memiliki penutup seperti bagasi di pesawat.

ka sembrani-duduk

Setiap penumpang mendapatkan bantal dan selimut cuma-cuma. Kursinya bisa digerakkan ke belakang cuma sayangnya tempat untuk makannya tidak bisa dikeluarkan dari pegangan kursi.

selimut

Untuk toiletnya setiap gerbong memiliki satu toilet. Hemmm sayangnya para penumpang kereta kurang bisa menjaga kebersihan. Saat awal-awal berangkat, toilet masih bersih. Namun sekitar separuh perjalanan, toilet pun sudah berubah dengan bau yang sangat menganggu.

Teve yang ada di gerbong kami tidak bisa berfungsi. Running text yang menunjukkan stasiun yang akan disinggahi pun tidak berfungsi.

Untunglah meskipun startnya terlambat, KA Sembrani mampu melaju cepat sehingga kami tiba pukul 05:00 dari jadwal semula pukul 04:19. Surabaya saat itu masih gelap karena baru diguyur hujan.

toilet2

toilet

Baru sekitar pukul 05:20 kami memutuskan keluar dari stasiun yang telah mulai dipadati penumpang. Ada banyak pengojek, sopir taxi, dan penarik becak yang menawarkan jasanya. Sedangkan angkutan umum mulai berseliweran di depan stasiun.

Karena tujuan kami ke Malang, ada dua mode transportasi yang bisa kami gunakan. Memilih kereta api Surabaya-Malang dengan KA Penataran atau menggunakan bus dan turun di Terminal Arjosari, Malang.

Jadwal KA Penataran kurang bersahabat. Setelah pukul 04:30, jadwal berikutnya hampir pukul 08.00 itupun tidak melewati Stasiun Pasar Turi melainkan Stasiun Gubeng.

Kami pun memilih naik bus dengan berjalan kaki ke ke arah pasar. Kami menunggu bus kota tujuan Bungurasih. Bus kota bertarif Rp 7 ribu ini penuh sesak oleh penumpang dan beberapa penumpang terpaksa berdiri.

Untunglah bus kota ini menempuh jalur tol sehingga perjalanan Stasiun Pasar Turi hingga Terminal Purabaya, Bungurasih ditempuh dalam kurun waktu 30 menit. Selanjutnya kami naik bus antar kota menuju Malang. Kami memilih bus reguler yang bertarif Rp 15 ribu.

Bus yang kami tumpangi melaju kencang. Di perjalanan kami disambut Gunung Arjuno yang gagah menjulang tinggi. Suami sudah tertidur sejak di Purwodadi meskipun pengamen hilir mudik. Akhirnya hampir pukul 08.0 tibalah bus di Terminal Arjosari.

Perjalanan belum berakhir. Kami masih menanti mikrolet yang memiliki rute menuju rumah kami. Sampai di rumah sudah pukul 09.00 dan kami pun beristirahat setelah semalam sulit tidur di kereta.

Meskipun nampak merepotkan kami merasa lega sudah sampai di kampung halaman. Selamat berkumpul bersama keluarga teman-teman.

Artikel ini diikutsertakan dalam #GiveAwayLebaran yang disponsori oleh Saqina.comMukena Katun Jepang Nanida, Benoa KreatiSanderm, Dhofaro, dan Minikinizz

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juli 16, 2015.

6 Tanggapan to “Mudik Bersama Sembrani”

  1. perjuangan yaaa mak menuju kampung halaman kesayangan 🙂

    makasih ya mak udah ikut #GiveAwayLebaran, sering main2 ya ke blogku heydeerahma.com 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: