Mengulas Kuliner dengan Antusias

makanan

Membaca artikel Pak Harnaz dari komunitas Jalansutra tentang pengalamannya menikmati sajian masakan tradisional Bali membuat saya berangan-angan menjadi kawan bersantapnya. Tulisannya benar-benar lezat. Hanya membacanya saja saya sudah bisa membayangkan cita rasanya dan merasa kenyang. Seketika saya merasa kecil dan perlu banyak belajar membuat ulasan kuliner yang menarik.

Menjadi penulis kuliner mungkin tidak secemerlang menulis politik atau ekonomi. Akan tetapi serunya menjadi penulis kuliner adalah bagaimana meracik artikel dengan bumbu-bumbu data sedemikian rupa sehingga menghasilkan artikel yang sedap dibaca. Saya sendiri masih tergolong pemula untuk menulis artikel makanan. Jam terbang saya masih terbatas dan masih kurang bervariasi.

Saya menyukai tulisan memasak sebelum bisa membaca. Tulisan kuliner yang saya sukai selalu ada di majalah Jakarta-Jakarta dan Femina. Saya suka akan gambarnya dan setelah bisa membaca, saya makin suka dan kerap berangan-angan akan masakan tersebut.

Untuk buku, favorit saya adalah Enid Blyton yang pandai menambahkan unsur makanan ke dalam cerita. Ada limun jahe, sarden, buah pir kemasan, tart apel, dan masih banyak lagi. Cerita Anak Tani milik Laura Ingalls jauh lebih dahsyat dengan es krim telur, apel panggang, dan sajian natal yang berlimpah dan nikmat.

Selama bekerja di media, saya lebih banyak berkutat di budaya dan gaya hidup. Hanya kadang-kadang dimintai meliput berbagai chef yang memberikan resep andalannya. Saya hanya menulis pengantarnya yang terdiri dari tak lebih enam paragraf. Selebihnya adalah resep dan foto-foto masakan.

Pernah juga dimintai mengulas sebuah warung bakso yang beken. Pengasuh rubrik ulasan kuliner sedang berhalangan sehingga saya menggantikannya. Saya tidak menyebutkan diri dari media, melainkan berbaur dengan pengunjung lainnya sehingga lebih obyektif dalam memberikan penilaian.

Selepas dari media, saya merasa selalu ‘lapar’ dalam menulis. Jika ada momen bagus dan lupa dijepret dalam hati saya menyesal. Akhirnya saya rajin membawa kamera saku dalam tas.Dan setiap acara makan, saya foto-foto makanan tersebut yang kadang membuat teman saya jengkel kadang juga penasaran.

Karena pada 2006-2007 belum banyak yang hobi menjepret makanan, maka hal tersebut dianggap aneh. Berbeda dengan sekarang yang malah banyak yang pamer makanan di medsos.

Sejak ada blog tahun 2008 saya mulai rajin membuat artikel kuliner meski bahasanya kurang dipoles. Setelah bergabung di grup jalansutra, saya mulai banyak belajar dari Pak Bondan dan anggota-anggotanya yang jenius dalam mengulas kuliner. Bahkan sudah ada buku tentang rendang dan yang sedang digarap adalah riwayat tentang kecap. Sangat menarik.

Komunitas openrice memberikan tawaran yang menarik dengan acara makan-makan barengnya dan kontes menulis ulasan makanan dengan hadiah menarik. Kini mereka juga memiliki opensnap yang fokus di foto makanan. Pengalaman menikmati makanan dan belajar menulis ulasannya makin lengkap setelah lahirnya KPK, kompasianer penggila kuliner. Makan gratis, jam terbang menulis pun bertambah.

Ada banyak wadah untuk mengasah kemampuan mengulas kuliner. Saya berangan-angan suatu saat bisa menjadi penulis kuliner yang mumpuni, seperti Pak Bondan dan Pak Harnaz. Hemm siapa tahu saya bisa mengabadikan kuliner-kuliner nusantara yang sangat kaya dan beragam. Jangan sampai kekayaan kuliner kita diaku-aku oleh negara lain karena diri kita yang kurang menghargai kuliner lokal.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 31, 2015.

2 Tanggapan to “Mengulas Kuliner dengan Antusias”

  1. Semoga aja kamu bisa menjadi apa yang kamu ingin kan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: