Kisah Final Fantasy yang ‘Happy-Tragic Ending’

Final Fantasy XV yang memiliki OVA berjudul Kingsglaive dan dilanjut dengan serial Brotherhood memiliki kisah yang pelik dan tak terduga. Awalnya saya menduga film ini memiliki plot yang sederhana, si pangeran dari kerajaan Lucis, Noctis Lucis Caelum, akhirnya bertemu tunangannya, Lunafreya Nox Fleuret, kemudian berhasil merebut tahta dari Niflheim dan dinobatkan menjadi raja dan permaisuri. Ternyata tidak demikian. Final Fantasy XV memiliki kisah yang berbeda dengan franchise Final Fantasy lainnya. Saya menyebutnya happy-tragic ending, bahagia tetapi di satu sisi tragis.

Pada film layar lebarnya akhirnya pihak musuh Niflheim berhasil menduduki kerajaan Lucis. Hal ini dikarenakan adanya pengkhianat di pihak Lucis. Namun sepertinya kejatuhan Lucis juga menunggu waktu karena sang raja Regis Lucis Caelum juga semakin lemah karena kekuatannya digunakan untuk membangkitkan kekuatan kristal pelindung kerajaan. Kini kristal tersebut raib dan cincin para raja Lucis diamankan oleh Lunafreya.

Pasukan musuh punya banyak daemon yang kuat. Sedangkan Noctis bersama ketiga temannya, Ignis, Gladioulus, dan Prompto meskipun lumayan kuat tidak akan berhasil mengalahkan seluruh pasukan kerajaan. Mereka perlu bantuan.

Kisah Nox dan ketiga kawannya tergali di serial Brotherhood yang ditayangkan online selama lima pekan. Kisah selanjutnya tertuang di alur video games-nya, dimana kemudian juga tersebar di youtube.

Noctis nampak begitu menderita dan tertekan. Ia sudah lama tahu jika ayahnya kurang sehat dan ingin berada di sisinya. Akan tetapi karena nyawanya juga terancam dan ia satu-satunya yang bisa diharapkan meneruskan tahta, maka ia pun hidup terpisah dari lingkungan istana. Ia menjalani hidup seperti masyarakat sipil dengan latihan dan disiplin dari dua penjaganya.

Tentang hubungan Noctis dan Luna sendiri agak rumit. Keduanya bisa dibilang kawan baik dimana Luna lebih tua daripada Noctis. Mereka pernah mengalami masa-masa indah bersama ketika Noctis dirawat dan diasingkan ke kediaman Luna dan sebelum kerajaan Luna, Tenebrae, diserang. Sejak itu ingatan Noctis dan Luna sebatas hubungannya yang akrab pada masa kecil, malah temannya, Prompto, yang sangat berharap bertemu Luna karena sama-sama menyukai anjing. Dalam film layar lebar, Luna nampaknya tak bermasalah bakal menikah dengan Noctis, namun ia jauh lebih cocok dengan pengawal istana Regis, Nyx Ulric, yang kemudian mengorbankan nyawanya karena menggunakan cincin keramat untuk membantunya mengalahkan musuh.

Ada banyak halangan yang menimpa empat pria tersebut untuk menemui Luna. Ketika akhirnya bertemu, Luna melindungi Noctis dan menyerahkan cincinnya. Kematian Luna membuat Noctis sangat berduka. Ia kini hanya tinggal menggantungkan harapan pada dirinya dan ketiga kawannya.

Akhirnya Noctis tahu rahasia Niflheim menguasai Lucis sebenarnya. Otak di baliknya adalah penasihat Niflheim, Ardyn Izunia, yang ternyata adalah rakyat Lucis. Ia seharusnya adalah penerus kerajaan Lucis tapi entah kenapa disingkirkan dan ia kemudian membalas dendam.

Noctis sudah selama sepuluh tahun menderita dan berjuang dan ia tahu masa-masa itu sudah dekat. Ia dan ketiga kawannya akan melakukan serangan yang bisa dikatakan serangan bunuh diri. Pertemuan terakhir keempat sahabat tersebut memilukan. Mereka tahu bakal tidak berjumpa lagi di dunia nyata.

Akhirnya Noctis berhadapan dengan musuh besarnya. Ia berhasil dibantu mengalahkan musuh oleh para raja terdahulu termasuk ayahnya dengan kekuatan cincin. Ia kemudian mengembalikan Lucis yang terpengaruh kekuatan gelap, namun untuk itu ia harus mengorbankan nyawanya.

Ya, tidak ada yang selamat dari para hero di Final Fantasy XV ini. Kisahnya tragis. Happy-nya para musuh akhirnya tewas, wilayah kerajaan Lucis akhirnya mendapatkan kembali matahari dan di akhir kisah digambarkan Luna dan Noctis menggelar pesta pernikahan, entah di alam mana? Alam spirit atau di alam baka? Tapi sepertinya keduanya bahagia dan merasa damai. Noctis juga kembali nampak muda dengan cambangnya yang sudah dicukur.

Dibanding film Final Fantasy lainnya, film FF XV ini begitu emosional. Kisah penutupnya begitu menyedihkan tapi lebih realistis. Yang penting keduanya akhirnya bersatu meski tidak di dunia nyata.

Gambar cover dari sini

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Maret 17, 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: