Bijak Bersosialiasi di Dunia Maya

Poster Disconnect

Benar kiranya teknologi itu bak pisau yang memiliki dua sisi tajam. Di satu sisi memudahkan para penggunanya, sisi sebaliknya sangat berisiko jika tidak berhati-hati atau tidak memanfaatkannya secara bijak. Termasuk, di antaranya teknologi internet dan maraknya media sosial.

Ada banyak film yang mengupas tentang sisi negatif dunia maya. Ada film The Net yang dibintangi Sandra Bullock pada pertengahan tahun 90-an yang mengisahkan seorang wanita sukses dan sibuk yang kemudian masuk penjara karena identitasnya dicuri dan disalahgunakan oleh oknum tertentu. Kisah serupa yang lebih tragis ada pada Trust yang lebih baru, dimana ada remaja menggunakan jaringan pertemanan untuk mendapatkan pacar namun tanpa disadarinya malah membuat ia dipermalukan oleh seisi sekolah dan kemudian berniat bunuh diri.

Masih banyak lagi film yang memperingatkan masyarakat modern untuk was-was terhadap orang asing yang baru dikenalnya di dunia maya. Penonton juga diingatkan untuk tidak mengunggah sesuatu yang sangat pribadi di media sosial. Film yang menginspirasi dan masih saya ingat dengan jelas adalah film berjudul Disconnect yang dirilis pada tahun 2012.

ben

Pada film yang dibintangi Alexander Skarsgard, Jonah Bobo dan kawan-kawan ini, ada berbagai individu yang kehidupannya menjadi tak lagi sama setelah terekspos oleh teknologi internet. Ada individu yang mencoba bunuh diri karena malu melihat fotonya disebarluaslan oleh temannya di media sosial, padahal foto itu sangat pribadi. Ada kecemburuan dan kekuatiran perselingkuhan karena si istri asyik chatting dengan teman dunia mayanya daripada mengobrol dengan suaminya. Ada cerita penipuan dan perampokan rekening bank ketika seseorang menggunakan judi online. Ada pula kisah para orang tua yang merasa gagal menjalankan perannya setelah mengetahui anaknya yang berubah wujud jadi sosok yang asing di dunia maya.

Ayah Membaca Pesan Anaknya yang Bunuh Diri (sumber: ramblingfilm.blogspot.com)

Ayah Membaca Pesan Anaknya yang Bunuh Diri (sumber: ramblingfilm.blogspot.com)

Kisah-kisah pada film ini bisa dijumpai di sekeliling kita. Saya setelah melihat film ini jadi tergugah untuk bersikap hati-hati dan mencoba lebih bijak untuk menggunakan internet dan media sosial karena kecerobohan bisa mendatangkan peristiwa yang bakal kita sesali lebih dalam.

Ada banyak cerita di sekeliling kita bagaimana kejahatan dunia maya, seperti mencuri data rekening nasabah dan password-nya dengan kelihaiannya dan kemudian menguras habis tabungan nasabah tersebut. Di daerah lain, sudah beberapa kali terdengar kisah sedih para remaja yang terbujuk oleh teman media sosialnya untuk mengunggah foto pribadi atau mengunjungi rekannya tersebut dan kemudian terjadi malapetaka.

Ada juga cerita dimana gara-gara suka memutakhirkan status dan suka pamer kekayaan di media sosial, rumahnya kebobolan maling. Hal ini memang bisa terjadi jika oknum tersebut sudah mengawasi dan mengincar Anda. Berhati-hatilah membuat status rumah kosong atau Anda sedang sendiri di media sosial bisa menjadikan Anda korban perampokan.

Cerita-cerita lainnya yang terjadi di dunia nyata seperti yang digambarkan pada film yang disutradarai oleh Henry Alex Rubin, adalah perselingkuhan yang kian marak yang dimulai oleh hal-hal yang nampak sederhana seperti mengobrol melalui aplikasi chatting dan media sosial lainnya. Ia merasa nyaman mengobrol dengan seseorang yang dikenalnya melalui aplikasi tersebut, meskipun ia tidak tahu sosok sebenarnya di dunia nyata, juga efek yang kemudian timbul, seperti ketidakpercayaan pasangannya kepada dirinya lagi.

Kisah suram yang menimpa perempuan di Indonesia adalah ulah para scammer atau penjahat cinta. Mereka tiba-tiba masuk ke dunia kita dan menghujani perempuan dengan segala rayuan memabukkan. Mereka yang lengah terbujuk oleh harapan untuk menikah dengan pria asing yang tampan dan kaya. Alih-alih menikah dan menjadi jutawan, korban malah diperas habis-habisan melalui foto pribadi yang biasanya diminta oleh scammer tersebut. Korbannya cukup banyak, untuk itu kaum hawa perlu berhati-hati jika tiba-tiba ada pria asing yang mengaku langsung jatuh cinta setelah melihat foto atau status kita di media sosial.

Identitas dan karakter seseorang di dunia maya seringkali berbeda dengan kesehariannya di dunia nyata. Menggunakan identitas palsu atau pencitraan dengan status bombatis di dunia maya sudah menjadi rahasia umum. Untuk itu jika tertarik dengan akun seseorang di dunia maya, pastikan Anda atau rekan Anda mengenalnya dengan baik, sebelum bercerita dan memberikan data pribadi Anda kepadanya.

Ya, film Disconnect ini makin membuat mata saya terbuka oleh hal-hal buruk yang bisa terjadi di dunia maya. Dunia maya memang semakin mempermudah jarak dan membantu pekerjaan, namun bukan berarti membuat saya lengah dan memberitahukan segala aktivitas juga hal-hal yang bersifat pribadi untuk dikonsumsi masyarakat umum.

Detail Film yang Menginspirasi:
Judul : Disconnect (2012)
Sutradara : Henry Alex Rubin
Genre : Drama
Pesan :
• Bijak menggunakan media sosial,
• Jangan mengunggah hal-hal bersifat pribadi di dunia maya
• Lebih mengenal dan percaya kepada keluarga dan teman-teman di dunia nyata daripada teman baru di dunia maya
• Hati-hati mengobrol dengan orang baru dikenal karena bisa saja ia merekam data pribadi kita
• Anak-anak dan remaja perlu diawasi orang tua dalam menggunakan internet

Postingan ini diikutsertakan dalam Evrinasp Second Giveaway: What Movie Are You?

Gambar cover dari: rottentomatoes.com

x4_____slide-giveaway1

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada September 16, 2015.

9 Tanggapan to “Bijak Bersosialiasi di Dunia Maya”

  1. Film jadul tapi pesan moralnya masih dapet hingga saat ini…. Benar semakin terbukanya informasi.. Semakin dituntuk untuk berhati hati..

  2. waduh ni pelem, pesannya nendang banget.. tapi bnyak scene yg gak layak dilihat, jadi serem nontonnya, hehe

  3. Setuju mbak. Harus benar-benar bijak di dunia maya.
    Salam kenal ya Mbak

  4. film ini mengingatkan kita akan bahaya internet jika tidak dikelola atau digunakan dengan baik ya mbak, makasih ya atas partisipasinya

  5. Sangat setuju dengan mas-mas sekalian dan sebaiknya film anak@ jangan di kasih lihat……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: