Perbanyak Titik Park and Ride untuk Urai Kemacetan Jakarta

park and ride ragunan

Seorang kawan yang baru bepergian ke Jakarta bengong melihat kondisi lalu lintas Jakarta. Ia heran saya bisa berkompromi dengan kemacetan Jakarta yang luar biasa. Saya tertawa pahit dan berkata bahwa yang menyumbang kemacetan hanya sebagian warga Jakarta, malangnya yang menikmati kemacetan termasuk mereka yang telah rela naik transportasi publik. Ya, kemacetan Jakarta bukan sekedar tanggung jawab Dinas Perhubungan maupun Ditlantas Polda Metro Jaya, melainkan juga warga Jakarta dan mereka yang bekerja di kota megapolitan ini.

Kontribusi terbesar kemacetan Jakarta adalah banyaknya kendaraan pribadi yang melintas di jalanan. Laju pertumbuhan kendaraan pribadi menurut Dishub rata-rata 11%/tahun hal ini tak diimbangi dengan laju pertambahan ruas jalan yang hanya berkisar 0,01%/tahun. Namun tak bijak jika hanya menyalahkan pemilik kendaraan pribadi, karena ketersediaan dan layanan transportasi publik di Jakarta juga belum memadai. Transportasi masal di Jakarta, seperti bus Trans Jakarta dan kereta jumlahnya masih terbatas dan baru dimanfaatkan sekitar 1 juta penumpang. Sementara jumlah angkutan umum lainnya baru mencapai 1-2% dari total kendaraan bermotor yang melintas di jalanan Ibu kota.

Seraya menunggu armada angkutan umum diperbanyak dan terintegrasi, saya berharap Ditlantas PMJ dan Dishub bisa memperbanyak titik park and ride di Jakarta sehingga mendorong masyarakat untuk menggunakan transportasi publik sekaligus salah satu cara untuk menurunkan tingkat kecelakaan lalin yang terjadi karena masyarakat kelelahan mengemudi.

Saat ini park and ride baru tersedia di Cililitan, Ragunan, dan Kalideres. Ke depan, park and ride tidak hanya diintegrasikan dengan layanan Trans Jakarta, namun juga di stasiun kereta dan terminal bus. Park and ride ini sebaiknya jangan dikomersialisasi namun juga perlu pengelolaan dan kontrol yang baik agar tidak disalahgunakan oleh pengguna kendaraan nonpengguna transportasi umum untuk mendapatkan parkir gratis. Sosialisasi park and ride ini bisa dilakukan Ditlantas PMJ dan Dishub baik melalui media konvensional maupun melalui jejaring sosial. Semakin banyak pemilik kendaraan pribadi menggunakan park and ride, kemacetan perlahan-lahan akan terurai.

Gambar dari: wartakota.tribunnews.com

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada September 17, 2015.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: