Krisis Air Itu Nyata Yuk Mulai Berhemat Air

MENCARI SEJERIGEN AIR

MENCARI SEJERIGEN AIR

Bagi yang merasa krisis air itu hanya terjadi di daerah-daerah yang kering seperti di NTT, maka Anda perlu melihat daerah sekeliling dengan jeli. Sudah beberapa waktu Bali dilanda krisis air dan kini mulai menimpa Jakarta. Daerah Jakarta Timur seperti Cijantung yang dulu berlimpah air, kini sumur warganya mulai mengering.

Selama empat tahun tinggal di bilangan Jakarta Timur, baru kali ini kami merasakan dampak dari kekeringan akibat musim kemarau yang berkepanjangan. Tandon-tandon air yang biasa dimiliki warga lingkungan kami sudah beberapa lama tak terisi. Selanjutnya giliran sumur-sumur warga yang mengering.

Sudah sejak akhir September lalu warga RW kami mengeluh kesulitan air. Awalnya mereka berharap hujan bakal segera tiba. Tapi setelah ditunggu sekian lama hujan tak mengguyur. Hanya mengguyur sesaat di awal Oktober dan kemudian kembali panas tak terperi.

Satu-persatu warga menyerah dan kemudian berganti dengan PAM. Akan tetapi pengguna PAM juga mengeluh airnya mengalir tidak selancar dulu.

Saya juga mengalami krisis air. Tiba-tiba pompa ngadat, tidak keluar air sama sekali. Padahal kedalaman pompa adalah 20 meter. Dalam beberapa hari ini saya terpaksa membeli air isi ulang untuk kebutuhan sehari-hari, sambil menunggu gajihan untuk menyewa tukang pompa atau beralih ke PAM seperti para tetangga sekitar.

Dalam beberapa hari ini saya jadi merasakan betapa pentingnya air bagi kehidupan manusia. Manusia bisa tahan lapar tapi tahan haus sangatlah susah karena tubuh manusia sebagian besar berupa cairan. Saat tubuh manusia mengalami dehidrasi ia tidak bisa berpikir jernih, bahkan bisa mengalami halusinasi.

Setiap harinya saya membeli empat galon air isi ulang atau berkisar 68 liter. Air itu digunakan untuk mandi, menyiram tanaman, dan memasak. Bahkan karena takut kurang, suami pun mengalah dan mandi di kantor. Dari situ saya melakukan kalkulasi air.

Satu ember bisa untuk mandi atau sekitar 8-10 liter air. Jumlah yang sama untuk buang air besar. Untuk menyiram tanaman di halaman memerlukan sekitar 5 liter air. Itupun hanya di bagian tanah dan akar. Untuk minum kucing-kucing liar sekitar setengah liter air.

Untuk kebutuhan sehari-hari dua orang saya memerlukan dana Rp 20 ribu. Jika dikalkulasi dalam sebulan bisa Rp 600 ribu sendiri, jumlah yang cukup besar untuk kebutuhan air sehari-hari.

Setelah sempat merasakan krisis air ini saya merasakan air itu kebutuhan utama manusia. Untuk itu air perlu dihemat penggunaannya karena air bersih bisa habis jika proses daur ulangnya tidak berjalan dengan baik.

Untuk itu mulailah menjaga kelestarian air dari diri sendiri. Di antaranya dengan berhemat air hanya untuk kebutuhan yang penting. Membetulkan kran yang bocor karena setiap tetes air sangatlah berharga. Memelihara tanaman dan membuat biopori untuk mengikat air hujan. Dan yang tak kalah penting janganlah mencemari sungai oleh sampah dan penggunaan bahan kimia rumah tangga yang berlebihan.

Yuk mulai berhemat air dan mencintai air dari sekarang agar air tetap lestari.

gambar: http://www.patinews.com

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Oktober 31, 2015.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: