Film Komedi Kembali Merebut Hati

Poster comic 8

Menilik film nasional belakangan ini akan terlihat genre komedi kembali merebut hati pecinta film nasional. Film-film komedi laris manis. Hal ini turut diandili oleh merebaknya stand up comedy di berbagai stasiun televisi

Jika menilik perkembangan film Indonesia selama satu dekade kita akan melihat bahwa jumlah film yang dirilis tiap tahun menunjukkan perkembangan. Setelah sempat mati suri layar Indonesia kembali bangkit pada tahun 2000 lewat kehadiran film Petualangan Sherina. Ada Apa dengan Cinta (2002) pun menandai bahwa penonton film Indonesia masih ada dan siap menyambut film-film Indonesia berkualitas.

Sejak AADC, film bergenre drama, terutama drama remaja kembali meramaikan bioskop tanah air.Film horor tak mau kalah, sejak Jelangkung sukses maka semua jenis hantu pun diboyong ke layar lebar.

Sepanjang 2000-2005 ada berbagai film drama dan film horor yang menorehkan kesan khusus bagi dunia film nasional. Ada Arisan, Belahan Jiwa, Detik Terakhir, Eiffel I’m in Love, Ca Bau Kan, Janji Joni, Tusuk Jelangkung, Pocong, Mirror, dan lain-lain. Dari yang jumlah produksi film hanya belasan judul menjadi tigapuluhan lebih.

Satu dekade kemudian, tepatnya dari tahun 2005-2015 terjadi perkembangan dari segi kuantitas dan genre film. Jumlah film yang beredar tiap tahunnya relatif bertambah. Bahkan pada tahun 2014 jumlah film nasional yang mengisi layar bioskop adalah berkisar 120-an judul.

Dari segi genre, ada berbagai variasi. Jika awal-awal lebih didominasi film drama disusul horor, maka berikutnya kembali hadir genre komedi, laga, petualangan, biografi, sejarah, juga film animasi. Sineas film rupanya makin kreatif dan tidak ingin hanya terpaku di genre tertentu. Bagi penonton, keragaman genre memberikan penyegaran.

Ada berbagai film yang menarik begitu banyak penonton sepanjang satu dekade (2006-2015). Yang paling spektakuler adalah film Laskar Pelangi dan Habibie & Ainun yang mendatangkan lebih dari empat juta penonton. Disusul prestasi seperti film The Raid, Ayat-ayat Cinta dan Comic 8.

Nah yang ingin saya soroti kali ini adalah perkembangan film komedi di layar lebar. Saat ini film komedi mulai bangkit. Kehadirannya saat ini selalu dinanti penonton sehingga jumlah film yang dirilis pun bertambah tiap tahunnya.

Bangkitnya Film Komedi Nasional
Pertengahan tahun 70-an hingga pertengahan 90-an film komedi nasional laris manis. Diawali dari era Benyamin Sueb dengan Benyamin Biang Kerok,Si Doel Anak Modern, dan Tarsan Kota, ada juga Ateng-Bagio-Iskak dengan Ateng Sok Tau, kemudian dilanjutkan oleh Trio Warkop yang digawangi Dono, Kasino, Indro dengan film-filmnya seperti Mana Tahan, Maju Kena Mundur Kena, Manusia 6 Juta Dollar,Chips dan Dongkrak Antik.

Selain didominasi Benyamin dan Trio Warkop, panggung dunia lawak layar lebar juga sempat diwarnai oleh kehadiran Doyok Kadir seperti pada film Tahu Beres dan Boleh Dong Untung Terus. Juga ada Didi Petet dan Deddy Mizwar dan personel Padhyangan Project, Henky Solaiman, Adi bing Slamet yang berkontribusi di ranah komedi seperti pada film Bing Slamet Setan Jalanan, Kabayan,Nagabonar, Cintaku di Rumah Susun dan Kejarlah Daku Kau Kutangkap.

Meskipun film komedi saat itu sukses namun juga panen kritikan keras, terutama pada film Warkop dan Doyok Kadir yang banyak menampilkan keseksian para pemain wanita dan lebih banyak porsi komedi slapstick-nya. Film Warkop pada tahun 90-an juga kualitasnya ceritanya menurun sehingga era glamor film komedi pun berakhir.

Baru pada satu dekade ini film komedi mulai kembali semarak, terutama sejak tahun 2007 seperti Get Married (2007) yang saat ini sudah ada lima sekuel. Ada juga The Tarix Jabrix (2008), Kambing Jantan (2009), Arisan Brondong (2010), My Blackbery Girlfriend (2011), Mama Minta Pulsa (2012), Demi Ucok (2013), Malam Minggu Miko Movie (2014) dan Comic 8: Casino King Part I (2015). Komedinya tidak hanya bercampur unsur drama romantis, namun juga merambah horor, petualangan dan aksi laga.

Film komedi semakin marak dan laris manis sejak kehadiran stand up comedy yang mulai tayang di Metro TV pada tahun 2011. Selanjutnya stand up comedy juga diputar di Kompas TV dan saat ini sudah hadir di lima teve menghasilkan komedian yang pandai membuat joke tidak hanya mengundang tawa secara slapstic.

Sebenarnya stand up comedy hadir lebih awal, namun baru masuk televisi pada tahun 2010. Kehadiran stand up comedy tak lain adalah kontribusi dari pelawak senior seperti Indro Warkop, Ramon Papana, Iwel Wel, dan Raditya Dika. Dan saat ini nama-nama besar dari panggung stand up comedy di antaranya Raditya Dika, Ernest Pratama, Pandji Pragiwaksono, Mongol Stres, dan Cak Lontong.

Pada tahun 2014 tercatat ada 20 film komedi dengan perolehan Comic 8 yang fenomenal yakni berkisar 1,6 juta penonton. Film yang disutradarai Anggi Umbara ini berkisar pada perampokan yang dilakukan delapan orang dengan motif beragam. Delapan comic berperan dalam film ini di antaranya Mongol dan Ernest Prakasa.

Casino kings

Casino kings

Sedangkan pada tahun 2015 sudah ada 12 film komedi yang semuanya rata-rata mendapat sambutan hangat. Comic 8 Casino Kings, misalnya, sudah menembus angka 1,2 juta penonton disusul Magic Hour dan 3 Dara yang masing-masing memperoleh berkisar 800 dan 600 ribu penonton. Komedi Modern Gokil, Skakmat, Warisan Olga, dan The Wedding & Bebek Betutu juga mendapat respon hangat.

Oops ada vampir

Kembalinya film komedi merebut hati pemirsa ini juga membuat komedian senior Henky Solaiman turut senang. Ia mengaku gembira melihat film komedi mendapat respon antusias dari penonton bioskop sehingga turut mempengaruhi semangat sineas film untuk terus berkarya dan menghasilkan karya yang berkualitas.

Gambar cover dari sini. Gambar tengah dari iniGambar bawah koleksi pribadi.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Desember 5, 2015.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: