Balada Kucing Kampung

Kucing kampung

Kucing kampung disayang saat masih lucu dan bulunya bagus. Saat sudah beranak pinak dan nakal bisa-bisa dibuang di pasar.

Ada banyak kucing liar di sekeliling rumahku. Namun hanya kucing yang beruntung dapat merasakan kasih sayang manusia. Bukan hanya belaian atau diajak bermain, tapi juga makanan dan tempat berteduh yang cukup nyaman.

Saat ini dengan daya beli masyarakat yang menurun, orang semakin hemat dan pelit. Makanan untuk kucing pun nyaris tiada. Membeli makanan kemasan untuk kucing? Ya, jika kucingnya jenis persia atau anggora. Untuk kucing kampung? hemmm pikir-pikir dulu deh. Memberi makan kucing kampung saja biasanya saat makan dengan lauk ikan. Itupun tulangnya saja yang diberi.

Saya sering merasa kasihan dengan kucing kampung. Makan minum mereka semakin susah dan kehidupan di jalanan sangat keras. Rebutan makanan, perkelahian sesama kucing sesama kucing garong maupun kucing betina sama-sama terjadi. Bahkan banyak induk kucing yang kemudian menelatarkan anaknya karena nutrisi bagi dirinya sendiri sulit terpenuhi.

Yuk kita sayangi kucing jalanan. Lebih baik jika hewan tersebut disterilisasi agar tak terus berkembang biak dan kemudian malah tak terawat. Dengan menyayangi kucing jalanan maka berikan makanan jika mampu dan biarkan tanpa diganggu jika mereka melintas.

Saat ini sudah ada Nero dan Nori yang menjadi tanggung jawabku. Nori pun baru punya anak lagi namanya Mew. Belum lagi si Momo hitam yang suka mampir ke rumah dan merampas makanan Nori. Ada lagi kucing burik, kucing badut, dan kucing hitam kurus yang juga suka mampir. Hemmm kok rasanya makin banyak kucing kampung yang tak terurus ya.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Desember 6, 2015.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: