Era Digital Gramedia Bertransformasi dan Berbagi Inspirasi

logo baru gramedia

Pada era digital ini ada keluhan akan minat baca generasi muda yang kian menurun. Mereka lebih asyik memelototi media sosial daripada membaca sebuah buku. Akan tetapi di satu sisi, penggemar buku malah terbantu oleh kehadiran buku digital dimana mereka bisa membaca dimana saja, termasuk saat naik kendaraan umum. Lantas bagaimana Gramedia memandang era digital dan menggunakan peluang tersebut untuk makin eksis berbagi inspirasi? Yuk simak artikel berikut.

Gramedia termasuk toko buku yang telah matang dan kaya pengalaman. Didirikan pada 2 Februari 1970, Gramedia saat ini telah berusia 45 tahun. Dari sebuah toko buku mungil di kawasan Jakarta Barat, jaringan Gramedia kemudian menggurita di berbagai kota di seluruh Indonesia dan tidak hanya menyediakan buku bacaan, melainkan juga alat tulis, alat musik, perlengkapan kantor, dan alat olah raga. Penerbit di bawah Gramedia pun beragam dari Gramedia Pustaka Utama, Elex Media Komputindo, Gramedia Majalah, Bhuana Ilmu Populer dan sebagainya.

Sejak kecil saya senang ketika diajak ayah atau ibu ke Gramedia. Saat ulang tahun ayah pernah mengijinkan saya memilih buku sendiri. Waktu itu saya memilih buku pilih kisah petualanganmu sendiri bersama Putri Aurora. Akan tetapi ketika harga buku mulai merangkak naik, saya kemudian harus puas menunggu jika musim diskon tiba. Saat festival buku atau musim diskon hadir, baru saya dan kakak berburu buku bacaan.

Pada pertengahan tahun 90-an, Gramedia rajin mengirim katalog buku yang baru terbit. Waktu itu kehadiran katalog yang berisikan daftar buku baru dan cuplikan isinya sangat membantu saya untuk berandai-andai apabila uang saku saya sudah cukup banyak.

Ketika internet mulai hadir di Indonesia, Gramedia pun tanggap. Pada awal tahun 2000-an toko buku Gramedia online pun menyapa para pecinta buku. Beragam buku bisa dipesan dan dibeli dari e-commerce Gramedia yang beralamat di http://www.gramedia.com. Bagi saya kehadiran toko buku online Gramedia ini sangat membantu jika saya sedang malas ke toko buku. Tinggal pilih-pilih buku, klik, bayar dan tinggal menunggu buku tiba di tangan saya.

Pada era digital, Gramedia terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat. Setelah era berkembangnya e-commerce maka kemudian lahirlah era media sosial seperti facebook, twitter, dan instagram. Gramedia pun tak ketinggalan untuk mendekatkan diri kepada pelanggan dengan membuka akun di media sosial dan rajin menyapa para pengikutnya baik untuk mempromosikan buku-buku baru maupun berbagai inspirasi. Gramedia juga rajin mendekatkan diri dan berkomunikasi dengan komunitas pencinta buku agar mereka mendapatkan informasi terkini tentag buku-buku yang akan terbit dari pengarang dalam negeri mapun pengarang asing yang terkenal dan ingin dirilis versi Indonesianya.

Agar pembaca yang aktif tetap bisa menikmati membaca buku dimanapun berada maka Gramedia meluncurkan versi e-book dengan bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Scoop. Ada berbagai majalah dan buku digital yang bisa dinikmati dengan harga lebih murah dibanding harga buku fisik. Saya beberapa kali memanfaatkan buku digital ini dan dibaca sembari menunggu angkutan umum seperti kereta tiba atau ketika menunggu teman. Lumayan untuk mengisi waktu.

Gebrakan Gramedia yang menarik di era digital dan mendukung pendidikan adalah kehadiran Gramedia Book Tab bekerja sama dengan Intel. Gramedia book tab buatan anak negeri ini di dalamnya diisi konten buku-buku pelajaran terbitan Gramedia Group sehingga membantu pelajar yang ingin belajar dimana saja dan kapan saja. Kehadiran Gramedia Book dalam bentuk tablet ini akan membantu mencerdaskan anak-anak di seluruh indonesia, bukan hanya di kota-kota besar tapi juga di daerah pelosok. Inovasi Gramedia ini saya rasa sangat menarik dan patut diacungi jempol.

Logo Baru dan Semangat Baru
Meskipun era digital ditandai dengan serba produk dan layanan digital seperti e-book dan membeli buku lewat e-commerce, namun saya dan sebagian masyarakat masih menikmati membaca buku secara fisik dan berkunjung ke toko buku.

Membaca secara fisik bagi saya lebih menyenangkan. Ada suatu sensasi yang berbeda tatkala membaca buku secara fisik dibandingkan secara digital. Saya suka mencium aroma buku dan merasakan ketika membalik halaman. Mata juga lebih nyaman ketika membaca buku secara fisik dan rak buku saya menjadi penuh. Ada ikatan emosi antara saya dan buku-buku yang ada di rak buku.

Oleh karenanya saya setuju jika Gramedia mempertahankan kelanggengan toko buku fisik. Karena toko buku fisik juga menghadirkan nuansa khusus bagi pengunjungnya. Saya suka pergi ke toko buku, melihat-lihat koleksi buku yang ada di toko buku sebelum kemudian memutuskan membeli sesuatu. Apalagi jika sedang ada diskon, wah rasanya bisa kalap berbelanja buku hehehe.

Logo Baru dengan Konsep Chamber dan New Experience

Logo Baru dengan Konsep Chamber dan New Experience

Pada pertengahan tahun 2015 Gramedia mengubah logonya dan menciptakan sesuatu yang baru seperti yang terlihat di Gramedia yang berada di Central Park, Jakarta Barat. Ruangannya diatur sedemikian rupa bukan hanya deretan buku,tapi dikategorikan per tema dimana bukan hanya buku, melainkan juga berbagai peralatan dan aksesoris sehingga pengunjung bisa lebih tertarik dan mendapatkan ide-ide yang menarik. Mereka menggunakan slogan baru yakni New Experience.

Gramedia berupaya kembali menghidupkan berkunjung ke toko buku sebagai gaya hidup. Jika pergi ke mal sudah menjadi gaya hidup masyarakat modern, mengapa mereka tidak sekalian singgah ke toko buku untuk mendapatkan bacaan yang menarik dan menginspirasi. Jika saat ini ada anggapan minat membaca semakin menurun dan pola membaca semakin singkat maka Gramedia berupaya kebiasaan membaca tersebut tetap eksis, syukur-syukur jika kebiasaan membaca buku di masyarakat Indonesia bisa semakin tumbuh subur dan masyarakat tetap bisa meluangkan waktunya untuk membaca buku.

Pada akhir tahun 2015 ini di usianya yang menginjak 45 tahun, Gramedia kembali mengusung identitas baru dengan slogan Inspiration-Transformed. Hal ini juga ditandai dengan perubahan logo yang lebih berwarna, elegan, dan terkesan modern juga segar. Diharapkan Gramedia dan para karyawannya lebih dinamis, bersemangat, inspiratif, ramah, dan dapat berbagi ide-ide baru menginspirasi ke para pengunjung toko buru Gramedia. Setiap karyawannya akan menyapa pengunjung dengan “Salam Inspirasi”. Selain membantu mencari buku atau memberikan ide tentang buku yang menarik untuk dibaca, karyawan juga akan mengajak pengunjung untuk menerbitkan buku buatannya. Wah menarik, saya juga ingin menerbitkan buku semoga bisa dibantu dan diterbitkan oleh Gramedia suatu saat.

Logo Baru yang Ceria dan Segar Juga Terpampang di Gramedia Online

Logo Baru yang Ceria dan Segar Juga Terpampang di Gramedia Online

Waktu kunjungan ke Gramedia di Mal Cijantung akhir pekan ini saya melihat para pegawainya mengenakan kaus hitam dengan logo gramedia yang berwarna-warni. Eh kasirnya ramah banget dan ceria.

Kasir yang Ramah

Kasir Gramedia yang Ramah

Waktu ke sana ada banyak diskon sehingga saya membeli The Ring of Solomon karya Jonathan Stroud dan Jinx dari koleksi Meg Cabot. Dua buku hanya Rp 45 ribu hehehe lumayan.

Buku Keren yang Lagi Obral

Memang harapan saya ketika datang ke toko buku Gramedia bukan hanya melihat-lihat buku, membeli, dan membayar namun juga ingin lebih dekat dengan karyawannya dan mendapatkan pengalaman yang lebih dibandingkan ketika membeli buku secara online. Apalagi datang ke toko buku berarti mengorbankan waktu apalagi tinggal di Jakarta. Saya ingin merasa Gramedia seperti rumah kedua dimana tidak hanya nyaman tapi juga terasa seperti sahabat bagi para pengunjungnya.

Apakah Gramedia akan memberikan inspirasi dan pengalaman tak terlupakan untuk menghidupkan ide-ide barumu? Semoga dengan perubahan logo dan identitas ini Gramedia lebih bisa menjadi sahabat dan membantu mewujudkan ide-ide para pecinta buku dan pengunjung toko buku Gramedia.

Liburan Seru Lho Berkunjung ke Toko Buku Gramedia

Liburan Seru Lho Berkunjung ke Toko Buku Gramedia

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Desember 26, 2015.

2 Tanggapan to “Era Digital Gramedia Bertransformasi dan Berbagi Inspirasi”

  1. keran ka 🙂 mampir yaa http://www.roker.co.vu
    site saya masih awut-awutan hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: