Jinx

Jinx

Sejak hari kelahirannya Jean merasa ia akan tumbuh menjadi remaja yang berbeda. Ada kilat menyambar-nyambar di hari kelahirannya dan beragam kecerobohan lainnya yang mengiringi hidupnya. Orang-orang pun kemudian memanggilnya Jinx, gadis yang dikutuk dan penuh kesialan.

Oleh karena adanya penguntit yang meresahkannya dan keluarganya. Akhirnya Jean setuju untuk mengungsi di rumah sepupunya di Manhattan, New York. Namun sepupunya, Tory, bukan lagi yang manis dan ramah seperti dulu. Ia bermain-main dengan obat terlarang dan gemar berpesta. Tapi suatu ketika ia mendadak ramah ketika Jinx terbentur karena menyelamatkan, tetangganya, Zach, dari tubrukan sepeda. Ia yakin Jinx sama seperti dirinya, seorang penyihir.

Jinx menganggap Tory bercanda akan dugaannya tersebut. Akan tetapi Tory terus bersikeras karena Jinx memiliki rambut merah menyala. Ia mengajak Jinx bergabung dengan perkumpulan penyihir yang ia dirikan di sekolah. Ia yakin jika Jinx bergabung maka kelompoknya akan menjadi kelompok yang paling disegani di sekolah.

Tory tidak main-main rupanya selain menjadi aneh, ia juga mulai bermain-main dengan mantra. Ketika Jinx tidak menanggapi ajakannya, ia marah dan menantang Jinx untuk beradu kekuatan siapa di antara mereka yang penyihir terkuat?

Hei mengapa cerita remaja dan cinta-cintaan ala remaja berlanjut dengan jampi-jampi dan sihir?! Jika baru membaca buku Meg Cabot tentang Diary Putri (The Princess Diaries) dan All American Girl tentu bakal keheranan dengan sentuhan magis tersebut. Akan tetapi jika sudah membaca buku Meg Cabot bertema fantasi seperti Avalon High tentu tidak merasa aneh dengan selera magis Meg Cabot.

Jean atau Jinx digambarkan sebagai gadis lugu yang berasal dari sebuah desa di Iowa. Ia anak pendeta sehingga ia sering dianggap anak yang alim. Berbanding terbalik dengan Tory gadis megapolitan yang glamour. Persamaannya, keduanya sam-sama menyukai senior mereka, Zach, bahkan Tory membuat boneka Zach yang telah ia mantrai.

Saya menyukai berbagai karya Meg Cabot seperti diary sang Puteri, The Boy Next Door, dan masih banyak lagi. Ia pandai mengarang kisah romantis remaja dengan tokoh yang umumnya tidak biasa. Meskipun beberapa di antaranya mudah ditebak, tapi tetap saja asyik apalagi tokoh prianya selalu digambarkan sempurna sebagai pria yang wajib ditaksir. Membaca buku Meg Cabot pembaca seolah siap diajak jatuh cinta dan kembali atau merasakan merasakan perasaan tersebut.

Nah siapkah Anda kali ini jatuh cinta? Apakah Jean dapat membuang kesialannya dan menghapus julukan Jinx yang melelat kepadanya?

Detail Buku:
Judul : Jinx
Penulis : Meg Cabot
Penerbit : Gramedia
Genre : Remaja, fantasi
Rating : 7,5/10

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Januari 8, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: