Kenangan dan Kopi Hitam

cup_of_coffee_188317

Kenangan yang tersimpan akan nenek dalam benak adalah kopi hitam dalam mug hijau bermotif yang populer jaman dulu. Sesekali kopi itu ditemani sepiring pisang goreng atau jajan pasar.

Ingatan tersebut melekat erat dalam benak. Ada sesuatu dalam kopi tersebut yang pernah saya uraikan di kisah kopi persaudaraan yang bagi saya istimewa.

Nenek selalu membuat kopi dalam dua mug besar pagi dan sore. Kopi itu bebas diminum siapa saja yang berkunjung. Kopi itu diletakkan di meja makan dimana tempat favorit nenek untuk bercakap-cakap.

Saat masa kuliah waktu mengopi yang terbaik bersama nenek saat Sabtu pagi dan Minggu pagi. Dulu biasanya dua pekan sekali aku pulang. Jumat petang aku bergegas ke terminal.

Nenek yang antusias menyambut aku pulang selain Ibu. Biasanya ia sudah siap dengan pisang goreng. Pisang goreng nenek menggunakan pisang yang empuk dan legit, seperti leleh ketika bersentuhan di lidah.

Lalu kami bercakap-cakap. Terutama tentang kucing-kucing nenek. Ada Imut, Bonbon, Tung-tung dan masih banyak lagi.

Kini saat aku menyeduh kopi hitam dan menggigit pisang goreng benakku melayang ke meja makan tersebut. Ada nenek, kopi hitam, dan pisang goreng juga kucing-kucing yang mengisi hidup kami.

Gambar dari sini

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Januari 20, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: