Pasar Tradisional

Pasar tradisional

Hai kapan terakhir Anda ke pasar tradisional? Jangan-jangan sejak bertaburannya minimart di daerahmu Kalian belum pernah pergi ke pasar. Berikut beberapa kelebihan pasar yang mungkin jarang disadari.

Saya jarang ke pasar. Biasanya 1-2 minggu sekali bahkan kadang sebulan sekali karena letak pasar yang agak jauh dari rumah. Tapi sekali ke pasar biasanya beli banyak kebutuhan pokok, lauk, dan sayuran. Jika kurang, bisa belanja di tukang sayur yang lewat.

Meskipun sudah banyak gerai minimart ataupun supermarket, ada beberapa hal menarik di pasar. Apa saja itu?
1. Harganya lebih murah
Beberapa barang seperti sayuran, ikan, bumbu, telur, beras dan masih banyak lagi umumnya jauh lebih murah dibandingkan berbelanja di supermarket. Apalagi jika sudah punya langganan. Biasanya jika belanja di langganan bisa dapat bonus seperti tambahan tomat, bumbu masak dan sebagainya.
2. Lebih Segar
Sayuran, tempe, ikan, dan aneka rempah umumnya jauh lebih segar. Apalagi jika niat ke pasar malam hari atau pagi-pagi. Banyak ikan yang baru datang selepas Subuh. Sedangkan sayuran umumnya datang malam hari.
3. Bisa Ditawar
Sebenarnya harga di pasar beda-beda tipis antara satu lapak dengan lapak lainnya, tapi jika beli agak banyak kita bisa menawar dan biasanya harganya lebih murah. Tapi untuk telur dan beberapa bahan kebutuhan pokok seperti bawang merah, bawang putih sekarang harganya sama semua di satu pasar.
4. Bisa Belanja Apa Saja Sekaligus
Di pasar itu dagangannya macam-macam. Kita bisa belanja beras, sayur, buah, aneka makanan kemasan, bumbu masak, santan cair segar, peralatan dapur, juga kue-kue basah dan kue kering kiloan. Ada juga penjaja pakaian dan aneka barang lainnya.
5. Bisa Menambah Pengetahuan
Saya suka ke pasar memperhatikan hal-hal yang jarang ada di supermarket. Ada ikan pari asap, tuna asap, buah bit, rebung, dan masih banyak lagi. Jika ke tempat ikan juga banyak ikan yang jarang dijumpai di tukang ikan keliling.

Anda mungkin bisa menambahkan keasyikan belanja di pasar. Oh ya pasar di Jakarta beberapa di antaranya ada yang khas. Seperti pasar Sunan Giri yang terkenal akan jahitan kebayanya. Ada pasar Kramat Jati yang terkenal sebagai grosir buah dan sayuran. Ada juga pasar ikan Kramat Jati yang buka petang hingga dini hari.

Sayangnya pasar tradisional di Jakarta belum sepenuhnya di revitalisasi. Jadi masih ada pasar yang berbau, becek, dan tidak nyaman. Semoga pemda bisa memperhatikan kenyamanan dan kebersihan pasar tradisional di Jakarta agar tetap eksis dan keberadaannya tak tergerus oleh supermarket.

Gambar dari sini

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Februari 4, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: