Wayang Wong dalam Pentas Tradisi di TVRI

srikandi

Selasa malam lalu saya iseng-iseng menonton televisi karena belum bisa tidur. Pandangan saya kemudian terpaku dalam acara pagelaran wayang wong di TVRI.

Sudah lama tidak menonton wayang wong membuat saya kangen. Dulu acara wayang wong masuk dalam acara favorit televisi, begitu juga versi menonton live di panggung.

Saya lebih suka menonton wayang wong daripada wayang kulit karena visualisasinya lebih terlihat. Cuma terkadang yang bikin kesal ketika yang jadi Arjuna nya adalah wanita. Memang Janaka alias Arjuna itu lemah lembut dan tutur katanya halus, tapi bukan berarti ia diperankan oleh wanita.

Nah di acara televisi tersebut, yang berjudul Pentas Tradisi, mengisahkan tentang Sayembara Dewi Srikandi. Di sini Dewi Srikandinya berbeda dengan versi asli India. Jika versi India, Dewi Srikandi asalnya perempuan kemudian berganti wujud jadi pria dan kemudian dapat mengalahkan Bisma karena merupakan reinkarnasi Dewi Amba.

Sedangkan di wayang wong TVRI tersebut Dewi Srikandinya tetap seorang wanita yang tomboi. Ia tetap cantik dan lemah gemulai akan tetapi gemar berlatih bela diri, termasuk memanah. Untuk itu ia ngotot belajar ke ahlinya dimana si pakar memanah tentu saja si Pangeran Arjuna.

Di satu sisi ada kerajaan yang memiliki sekawanan buto tertarik dengan kecantikan Dewi Srikandi dan ingin memperistrinya. Ia memerintahkan dua buto cakilnya untuk menangkap Dewi Srikandi.

Dewi Srikandi dan Pangeran Arjuno pun lambat laun saling jatuh cinta. Akan tetapi romansa mereka tidak disetujui Drupadi. Drupadi yang malu melihat kedua insan tersebut tidak ijin terlebih dahulu ke suaminya, Puntadewa, pun mengusir Dewi Srikandi. Arjuna pun jadi lemas.

Saya hanya menonton sampai bagian tersebut karena sudah larut malam. Sayang sekali acara bagus seperti ini ditayangkan terlalu malam. Coba kalau prime time seperti pukul 21.00 tentu akan banyak peminatnya. Saya yakin masih banyak yang menyukai pagelaran wayang wong.

Dari segi kostum, cerita, dan tata panggung lumayan bagus. Untunglah Arjuna-nya diperankan oleh pria hehehe. Cuma agak bingung kenapa Drupadi kesannya tidak kenal dengan Srikandi. Bukannya mereka sama-sama dari Pancala dan saudara dimana Srikandi adalah kakak sulung dari Drupadi. Atau cerita versi Jawa benar-benar berbeda ya dengan versi India.

Meski ceritanya serius ada banyak canda di pagelaran ini. Saya suka bagian goro-goro nya yang cukup lama. Cukup berhasil membuat saya terpingkal-pingkal. Ada Gareng, Petruk, dan Bagong yang kocak. Adegan waktu Srikandi berlatih memanah dan Bagong pura-pura terpanah dan minta ongkos ke rumah sakit itu lucu banget.

punakawan

punakawan2

Bagian tarian buto cakil yang hendak menangkap Dewi Srikandi juga bagus. Tariannya menarik, tangkas dan juga lincah.

Saya menunggu-nunggu acara ini ditayangkan lagi. Semoga jam tayangnya bisa lebih maju dan acara ini lebih banyak dipromosikan sehingga tetap eksis. Oh ya pagelaran ini dimainkan oleh Paguyuban Satya Budaya Indonesia

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Februari 18, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: