The Dolphin’s Cry dan Lagu Perenungan Ala Live

Dolphins_Cry

Live salah satu band pengusung musik rock alternatif yang memiliki lirik penuh pesan. Meskipun tema-tema lagunya nampak berat mereka mengemasnya menjadi musik yang enak didengar. Salah satunya The Dolphin’s Cry

Lagu The Dolphin’s Cry masuk dalam album The Distance to Here. Lagu yang liriknya ditulis si vokalis Ed Kowalczyk ini memiliki multipersepsi. Ada yang beranggapan lagu ini menceritakan pertemuan dua orang kekasih setelah bertahun-tahun terpisah. Akan tetapi jika melihat video klip dan tema spiritual-new age dalam band Live sepertinya maknanya lebih dalam.

Video klip yang dirilis tahun 1999 ini menggambar air yang meluap seperti banjir dan kepanikan yang melanda warga. Setelah itu banjir itu surut dan band tersebut beraktivitas seperti biasa.

Dolphins cry

Kalau saya memaknainya ada suatu masa manusia panik dan ingin lari tapi ketika ia memilih menghadapi ketakutannya sendiri malah hal tersebut menjadi sesuatu yang biasa. Saat manusia sudah menyatu dengan alam dan merasa hening bisa saja mereka mendengar suara seperti tangisan lumba-lumba.

Lagu Live lainnya yang asyik didengar adalah Selling The Drama, Lightning Crashes dan I Alone dalam album Throwing Copper dan Lakini’s Juice dalam album Secret Samadhi.

Lagu-lagu di atas menurut saya tentang drama kehidupan, guru dan reinkarnasi. Ada sesuatu yang berulang dan ia lama-lama paham akan tersebut dan berupaya mencari solusinya agar terlepas dari putaran tersebut. Mungkinkah ini ada kaitannya dengan pengalaman yang pernah belajar spiritual Hindu?

LiveLakinisJuiceEuro

Di antara lagu Live saya paling suka Lakini’s Juice. Musiknya sejak awal asyik dengan melibatkan orkestra dan gaya bernyanyi Ed di sini paling nampak emosional terutama di bagian reffrain. Lakini’s Juice berkisah tentang pencarian jati diri dengan menolak hal yang membelenggu. Ada juga yang berpandangan lagu ini tentang obsesi terhadap sesuatu yang berlebihan. Lakini sendiri adalah nama dewi perusak dalam Hindu.

it was an evening i shared with the sun
to find out where we belong
from the earliest days
we were dancing in the shadows

Live merupakan band asal York, Pensylvania. Hingga saat ini sudah ada 12 yang mereka rilis. Tapi yang paling sukses adalah album Throwing Copper.Berkat album tersebut mereka diundang tampil dalam Woodstock.

Gaya bernyanyi Ed itu unik. Emosional tapi juga seperti berdoa dengan lirik yang dalam. Ya tak heran mereka disebut band alternatif spiritual.

Pada tahun 2009 Ed meninggalkan Live, posisinya digantikan Chris Shinn. Personek lainnya adalah Chad Taylor (lead guitar), Patrick Dahlheimer (bass), dan Chad Gracey (drums).

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Maret 24, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: