Get Up Stand Up Bidik Perjuangan Awam Jadi Komika

 

Latihan

Komika saat ini menjadi profesi yang digandrungi kalangan muda. Hanya berbekal lawakan, kalangan awam bisa jadi terkenal. Namun ternyata tidak mudah membuat penonton tertawa. Perlu kesungguhan dan kreativitas membuat materi lawakan. Kisah di balik layar komika inilah yang dibidik rumah produksi KG Studio lewat film bertajuk Get Up Stand Up.

Oleh karena film ini bergenre drama komedi, maka kisah Get up Stand Up memiliki premis sederhana yang tidak membuat penonton perlu berpikir keras. Film ini mengisahkan perjuangan Babe Cabiita dari seorang penyiar radio di Medan kemudian menjadi calon komika.

Tentunya tak seru jika perjuangan Babe Cabiita mulus-mulus saja. Maka ia diberikan konflik berupa goyahnya hubungan asmaranya dengan gadis cantik bernama Fatiya (Acha Sinaga). Gadis ini merasa sudah hilang kesabarannya melihat sikap Babe Cabiita yang kekanakan dan masa bodoh akan masa depannya. Ia pun menyudahi hubungan mereka yang terjalin sekian lama dan iapun menerima tawaran bekerja di Jakarta.

Babe tak rela Fatiya meninggalkannya. Ia pun bekerja di restoran Padang yang tak jauh dari tempat Fatiya bekerja. Tapi sayangnya Fatiya tak menanggapinya. Merasa perlu untuk mengubah hidupnya apalagi ketika bertemu komika Uus yang meremehkannya, ia pun memberanikan diri untuk mengikuti open mic, sebuah ajang untuk komika pemula. Di acara tersebut ia bertemu dengan Abdur Arsyad yang memiliki cita-cita sama dengan dirinya, menjadi komika terkenal. Keduanya pun mengikuti seleksi Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) dan bertekad menjadi juara.

Di ajang kompetisi SUCI inilah konflik semakin rumit, mulai dari sulitnya mendapatkan materi lawakan yang berkualitas, masalah persaingan, ujian persahabatan, dan upaya Babe Cabiita untuk terus memperjuangkan cinta Fatiya. Apakah cinta Fatiya bisa kembali direngkuh ataukah Babe Cabiita harus merelakan dan mengejar masa depannya?

Saat mendengar bakal ada press screening Stand Up Get Up di Studio XXI Epicentrum Senin (4/4), saya agak ragu untuk mendaftarkan diri. Saya agak ‘trauma’ dengan penampilan Babe Cabiita dan komika lainnya di Comic 8: Casino Kings Part 2. Di film yang juga mengusung komika tersebut, saya bukannya tertawa terpingkal-pingkal, malahan terheran-heran dengan adanya buaya raksasa dan lawakan yang terasa hambar.

Tapi akhirnya rasa penasaran mengalahkan saya. Apalagi saya sempat membaca sinopsis singkatnya bahwa film ini mengusung kisah di balik layar para komika. Wah pasti kisahnya tidak melulu membuat tawa, tapi juga memberikan pesan-pesan yang memberikan semangat dan dorongan untuk mencapai cita-cita.

Ya, filmnya tidak buruk, bahkan cukup bagus dan menghibur. Meskipun duet Babe Cabiita dan Abdur kurang bisa membuat saya tertawa terbahak-bahak seperti ketika mereka tampil solo di televisi, saya mengapresiasi penampilan kedua komika yang sedang naik daun ini. Keduanya di film ini tidak hanya dituntut untuk membuat penonton tertawa, tetapi juga dituntut oleh skenario untuk mampu menunjukkan ekspresi dan emosi ketika keduanya berada di kondisi terpuruk, bersiteru dengan sahabat, atau ketika stress dengan tekanan untuk tampil maksimal di panggung.

Akting para bintang utama di film ini cukup layak diacungi jempol, termasuk juga si cantik Acha Sinaga yang memerankan Fatiya, eks kekasih Babe Cabiita. Acha nampak natural menjadi kekasih Babe Cabiita padahal film Stand Up Get Up merupakan debutnya di layar lebar. Tapi dari segi akting, gadis bernama lengkap Maria Dyer Achsahinta Sinaga ini memang cukup kenyang menimbanya di FTV.

Yang membuat film ini makin seru adalah para pemain pendukungnya yang sebagian besar adalah komika alumni SUCI Kompas TV. Ada nama-nama seperti Wira, Sri Rahayu, Rahmet, Deni Suhendi, David, dan Dzawin yang hadir dengan gaya melawaknya masing-masing yang unik dan khas. Rekan dan atasan Babe di rumah makan Baiyo serta kehadiran Akbar sebagai satpam juga mampu mengundang tawa. Adanya Indro Warkop dan Virnie Ismail dan Mo Sidik juga membuat kita seolah benar-benar melihat para dewan juri sedang menilai para peserta kompetisi SUCI.

Sayangnya di paruh kedua film ini Teejar Sjamsuddin terjebak dengan drama yang klise. Kisah romansa Babe dan Fatiya didramatisir dan sayangnya menurut saya kurang berhasil malah membosankan dan terkesan klise. Saya mulai jenuh ketika terus disodori roman Babe-Fatiya yang kemudian berubah seperti kisah sinetron.

Padahal banyak potensi yang bisa ditonjolkan dalam film ini, seperti karakter para komika yang unik dan persaingannya di kompetisi SUCI. Kisah di balik komika berupa kesulitan menemukan materi yang kocak serta persaingannya yang bisa membuat tertekan malah kurang tergali. Ya, ini debut Teejar Sjamsuddin sebagai sutradara. Mungkin di film berikutnya Teejar bisa lebih mengeksplorasi idenya dan mengeksekusinya dengan lebih mulus.

Bagi yang menunggu-nunggu aksi para komika ini, saksikan penampilan mereka di get Up Stand Up yang akan tayang serentak di bioskop pada 7 April mendatang.

Pemeran get up stand up

Detail Film:
Judul : Get Up Stand Up
Sutradara : Teejar Sjamsuddin
Pemeran : Babe Cabiita, Abdurrahim Arsyad, Acha Sinaga, Indro Warkop, Virnie Ismail, Akbar, Mo Sidik, Uus, Wira, Sri Rahayu, Rahmet, Deni Suhendi, David, dan Dzawin
Genre : Drama Komedi
Rating : 7/10

Gambar dari KG Studio

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada April 4, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: