Prospek Koperasi Kelola Wisata: Makin Manis dan Mampu Memberdayakan Masyarakat

borobudur

Bisnis pariwisata seperti saya ulas dalam artikel sebelumnya (Prospek Desa Wisata di Tengah Cemerlangnya Bisnis Pariwisata) memang bisnis yang sedang menggeliat. Jika masyarakat dapat menangkap peluang di dalamnya, maka mereka dapat ikut menikmati kue tersebut. Sayangnya saat ini bisnis pariwisata baru dinikmati kalangan swasta dan investor asing. Hanya sedikit dari kue tersebut yang dinikmati masyarakat setempat dalam bentuk koperasi.

Industri pariwisata di Indonesia memang semakin berkembang. Meskipun ekonomi dunia sedang lesu, bisnis di bidang ini tidak nampak penurunan, malah sebaliknya, makin banyak masyarakat terutama kaum urban yang makin gandrung untuk berwisata.

Prospek bidang pariwisata yang makin cemerlang ini bisa dilihat dari kenaikan kontribusi terhadap PDB dan devisa, yaitu masing-masing sebesar 9% dan Rp 120 Triliun pada tahun 2014. Pada tahun 2016 diproyeksikan terdapat kenaikan devisa hingga menjadi Rp 172 Triliun dan target pengeluaran wisatawan domestik sebesar Rp 223 Triliun.

Selain dari kenaikan kontribusi terhadap pendapatan negara, pertumbuhan bisnis pariwisata juga bisa ditengarai dari kenaikan jumlah wisatawan. Pada tahun 2015 jumlah wisatawan mancanegara mencapai 10,41 juta dan tahun ini ditargetkan mencapai 12 juta. Sedangkan untuk wisatawan domestik ditargetkan mencapai 260 juta untuk tahun 2016.

Bisnis pariwisata memang luas, bukan hanya dari potensi keindahan alamnya tapi juga sarana dan prasarananya seperti ketersediaan penginapan, kuliner yang khas di daerah tersebut, kesenian daerah, perahu dan kapal yang mengantar wisatawan berkeliling, hingga kerajinan dan bisnis suvenir di daerah wisata tersebut. Hal ini selaras dengan pembangunan pariwisata daerah berdasarkan konsep ‘great‘ yaitu mengintegrasikan komponen wisata dari infrastruktur, aksesibilitas, konektivitas, aktivitas, fasilitas, perhotelan, pola wisata, kepastian bisnis, manajemen pariwisata, SDM, dan sebagainya dengan tujuan mengoptimalkan nilai ekonomi dan dampak positif bagi masyarakat, bisnis, dan daerah wisata tersebut.

konsep great dalam pemberdayaan wisata

Hingga saat ini pelaku wisata masih didominasi investor swasta dan asing. Lalu bagaimana dengan masyarakat sekitar? Hal inilah yang menjadi perhatian Kementerian Koperasi dan UKM untuk mendorong keterlibatan masyarakat lewat koperasi untuk mengembangkan destinasi pariwisata. Jangan sampai pariwisata di sebuah daerah hanya menguntungkan pihak tertentu, akan tetapi sebaiknya juga memberdayakan dan menyejahterakan anggota koperasi dan masyarakat sekitar.

Mengingat prospek bidang pariwisata yang semakin legit, maka program pemberdayaan masyarakat berbasis pariwisata ini oleh Kemenkop dan UKM ditetapkan sebagai program unggulan dengan memberikan fasilitas dan bantuan yang bersifat stimulan sebagai modal koperasi. Bantuan ini diberikan sejak tahun 2010.

i wayan

I Wayan Dipta, Deputi Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM, pada diskusi bertema Peluang Koperasi Mengelola Bisnis Gurih Pariwisata di Galeri Indonesia Wow, Smesco, 6 April 2016, menjelaskan tentang kiprah koperasi di bawah binaan Kemenkop dan UKM di bidang pariwisata.

Saat ini yang paling terlihat jelas kesuksesan koperasi sebagai pelaku wisata yaitu adanya desa wisata yang dikelola oleh masyarakat yang tergabung dalam koperasi. Di antaranya ada desa wisata di Kampung Mempura di Riau, Candi Borobudur di Magelang, Danau Lut Tawar di Aceh Tengah, Samosir di Sumatera Utara, Desa Sesaot dan Desa Banyumulek di NTB serta Taman Laut 17 Pulau, Kabupaten Ngada, dan Pulau Komodo di Manggarai Barat NTT.

koperasi di samosir

Untuk pengembangan wisata di Samosir yakni desa wisata Hutatinggi, maka Kemenkop dan UKM menggelontorkan bantuan dana sebesar Rp 400 juta kepada Koperasi Hutatinggi Dream. Bantuan tersebut diwujudkan dalam bentuk enam homestay berupa rumah tradisional Batak dan gedung sanggar seni untuk atraksi kesenian daerah.

Sedangkan untuk pengembangan wisata di Danau Lut, Aceh Tengah maka Kemenkop dan UKM memberikan bantuan dana sebesar Rp 400 juta pada tahun 2015 kepada Koperasi Danau Lut Tawar Hijau Lestari. Bantuan tersebut kemudian digunakan untuk membeli speedboat untuk mengelilingi danau. Danau Lut Tawar memang belum sebeken danau Toba, namun prospek wisata di sini cemerlang berkat keindahan alam dan dengan adanya even pacuan kuda yang diminati banyak pihak.

 

Koperasi Pariwisata Catra Gemilang Borobudur dan Omzet 3 Miliar

Salah satu koperasi binaan Kementerian Koperasi dan UKM yang sukses menjalankan usahanya adalah Koperasi Pariwisata Catra Gemilang Borobudur. Tak tanggung-tanggung anggotanya mencapai 1135 dan beromzet Rp 3 Miliar.

Koperasi yang terletak di Mungkid, Magelang ini didirikan 20 tahun silam. Menurut Suherman, Ketua Koperasi Pariwisata Catra Gemilang Borobudur, koperasi ini bergerak di bidang usaha simpan pinjam, garmen/konveksi, foto polaroid dan cetak foto, laundry, suvenir, rumah makan, angkutan wisata, homestay, dan edukasi taman kupu-kupu. Hingga saat ini anggotanya berjumlah 1135 dan merangkul sekitar 3 ribu pedagang.

suherman

Ia mengaku usaha yang dipimpinnya ini banyak mendapat dukungan dari masyarakat sekitar karena menerapkan tiga prinsip, care, share, dan faith. Yakni, bagaimana koperasi berniat melindungi dan memajukan usaha para anggotanya, bagaimana koperasi memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan para anggotanya, juga bagaimana mereka menjaga kepercayaan para anggotanya. Itulah motto yang selalu dipegang oleh koperasi yang dijalankannya bersama 110 karyawan.

Yang unik ada sertifikasi untuk kuli panggul dan tukang foto yang masuk binaan koperasi tersebut. Sertifikat tersebut dapat dijualbelikan dan diwariskan ke anak cucu mereka, sehingga mereka merasa aman dan nyaman dalam menjalankan profesinya.

Ia bersyukur mendapat bantuan dari Kemenkop dan UKM sebesar Rp 400 juta pada tahun 2014. Dengan bantuan modal tersebut mereka dapat mengembangkan usaha homestay dan sarana wisata lainnya.

Nah, jika Kalian bersama masyarakat sekitar bergerak di koperasi bidang pariwisata dan ingin usaha Kalian lebih berkembang, maka Kalian bisa mengajukan proposal bantuan ke Kemenkop dan UKM. Tentunya akan melalui proses seleksi terlebih dahulu.

Narasumber dan Indoblognet

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada April 15, 2016.

Satu Tanggapan to “Prospek Koperasi Kelola Wisata: Makin Manis dan Mampu Memberdayakan Masyarakat”

  1. […] Selain mendapat bantuan dan pengawasan dari Kemenpar, pengembangan desa wisata juga dibantu oleh Kementerian Koperasi dan UKM. Ada delapan desa wisata di bawah pembinaan Kementerian Koperasi dan UKM, yaitu desa wisata di Kampung Mempura di Riau, Candi Borobudur di Magelang, Danau Lut Tawar di Aceh Tengah, Samosir di Sumatera Utara, Desa Sesaot dan Desa Banyumulek di NTB serta Taman Laut 17 Pulau, Kabupaten Ngada, dan Pulau Komodo di Manggarai Barat NTT. Peran serta Kementerian Koperasi dan UKM dalam pemberdayaan masyarakat di bidang pariwisata akan saya ulas di artikel berikutnya (Prospek Koperasi Kelola Wisata: Makin Manis dan Mampu Memberdayakan Masyarakat). […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: