Kucing-kucing Bu Madura

Kucing

Kehadiran kucing liar dianggap mengganggu oleh sebagian orang. Yang menganggap mereka punya juga punya hak hidup dan tinggal salah satunya nenek puluhan cucu yang akrab disapa Bu Madura.

Sambil menunggu jalannya puncak peringatan Hari Konsumen Nasional di Lapangan Banteng, kami berlima asyik meminum sesuatu yang hangat, kopi dan teh. Saya memilih memesan teh hangat segelas kecil.

Pagi ini cuaca memang kurang bersahabat. Sebelum Matraman gerimis sudah menyapa, tapi hingga lumayan deras tidak ada tanda-tanda pengemudi gojek menawarkan jas hujan. Saya merasa kesal, karena diharuskan datang jam 7 pagi saya terpaksa menggunakan gojek. Tarifnya lumayan yakni 34 ribu. Apesnya saya dapat pengemudi Gojek yang tidak tahu Lapangan Banteng dan pelit.

Kembali ke kisah Bu Madura, sambil menyeruput teh hangat, Bu Madura berkisah ia berasal dari Probolinggo dimana banyak suku Madura tinggal. Ia kemudian pindah tahun 1977 bersama suami dan delapan anaknya. Pasca suaminya meninggal iapun harus bersusah payah menghidupi kedelapan anaknya dengan berdagang makanan.

IMG_20160426_134013-303x370

Saat itu Lapangan Banteng masih berwujud terminal. Ia dengan tekun mengumpulkan hasil berjualannya hingga berhasil membeli rumah dan kemudian melaksanakan ibadah umrah. Kini kedelapan anaknya sudah tumbuh besar dan cucunya mencapai 30-an lebih.

Meski anak-anaknya mampu menghidupinya, ia memilih untuk mandiri dan tetap berjualan. Sambil berdagang ia selalu memberi makan empat kucing dengan nasi dicampur ikan pindang/cue. Kucing-kucing itu begitu jinak padanya dan menunggu waktu makan tiba.

Bu Madura menyiapkan pakan kucing dalam sebuah waskom besar. Kucing pun nampak rukun, tidak nampak saling berebut.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada April 26, 2016.

3 Tanggapan to “Kucing-kucing Bu Madura”

  1. lucuuu banget dech….

  2. suatu renungan, biasanya ada org yg jumawa kalau ex luar/import, padahal trah lokalan kalo di rumat juga bagus lho….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: