Dari Hobi Mengalir Rejeki

Hobi Jalan-jalan? Bisa Jadi Penulis Wisata

Hobi Jalan-jalan? Bisa Jadi Penulis Wisata

Ada banyak kisah tentang mereka yang jenuh di pekerjaan. Mereka merasa bosan dengan pekerjaan yang itu-itu saja dan karier yang berjalan di tempat. Akhirnya kepenatan itu mereka lampiaskan ke hobi. Setelah hobi itu ditekuni lama-lama mengalir rejeki. Hobi itu lalu menjadi pekerjaan sampingan tapi ada juga yang kemudian memilihnya sebagai karier utama.

Kawan-kawanku rata-rata lulusan sarjana, namun kalau dilihat-lihat tidak sampai tigaperempat yang bekerja berlandaskan latar belakang pendidikan mereka. Ada yang lulusan elektro memilih membuka bakeri. Kawanku si arsitek lain lagi. Ia yang sedari sekolah menengah sudah menyukai melukis kemudian memilih menjadi komikus. Ia berhasil. Komiknya laris dan kemudian topik-topiknya banyak ditiru komikus-komikus baru.

Kisah kakakku juga hampir serupa. Ia lulusan matematika yang ahli menganalisa. Saat ia memutuskan menjadi Ibu rumah tangga, ia sempat merasa jenuh dan terkukung. Lalu ia teringat hobi dan bakatnya membuat kerajinan tangan. Tidak sampai sebulan ia sudah menguasai membuat kerajinan dari kain flanel. Dan kini usahanya dikenal luas hingga ia mampu mengajak beberapa wanita untuk menambah penghasilan dengan membuat beragam boneka dari kain flanel.

Hobi menurut saya memang sesuatu yang menarik. Banyak yang menganggap hobi sekedar pengisi waktu luang atau pengusir kebosanan. Bagi saya hobi itu karunia Illahi yang bersifat unik satu sama lain. ada yang hobinya berbelanja, ada yang hobi membaca, ada yang hobi memelihara kucing, hobi otomotif, hobi jalan-jalan, atau hobi makan dan sebagainya.

Hobi Memelihara Kucing? Bisa Membuka Jasa Penitipan Kucing

Hobi Memelihara Kucing? Bisa Membuka Jasa Penitipan Kucing

Oleh karena sebuah sifat yang diwariskan secara genetik, menurut saya hobi tidak lahir dari sebuah kebetulan. Ada sesuatu di dalamnya dimana bagi seseorang yang peka mungkin akan menyadari bahwa hobi itu anugerah yang bisa dioptimalkan.

Memang di awal-awal menekuni hobi terkesan lebih bersifat pemborosan daripada mendatangkan pundi-pundi uang. Ada sesuatu yang harus dikeluarkan di awal untuk membaca buku, membeli action figure, membeli peralatan untuk membuat kerajinan tangan, dan sebagainya. Tapi setelah Kalian mengetahui arah dan tujuan dari pengembangan hobi maka Kalian bisa membalik situasi tersebut menjadi ladang rejeki.

Oh iya rejeki di situ bukan berarti hanya bersifat materi. Rejeki di sini bisa berarti menambah jejaring pertemanan. Rejeki juga bisa berarti kesehatan yang baik dan jarang sakit-sakitan, atau kepuasan diri yang mungkin sulit terukur oleh materi.

Kakak saya yang kemudian menekuni kerajinan flanel bercerita ia mendapat banyak kawan baru. Mereka bertukar ide tentang bisnis membuat boneka flanel. Ada di antara mereka yang ingin belajar untuk mendapat penghasilan tambahan daripada hanya berdiam di rumah. Ia senang bisa menularkan ilmunya, baginya itu sebuah kesenangan tersendiri.

aneka fitur kamera

Suka Ganti-ganti Gadget, Bisa Jadi Kolumnis Gadget

Kawan karib saya yang membuka bakeri juga senang jika kue-kuenya disukai. Ia memang menjual kue-kuenya dengan harga yang tidak mahal. Baginya melihat orang membeli kuenya dan kemudian menikmatinya merupakan kebanggaan dan kepuasan.

Saya dulu juga sempat bekerja berdasarkan hobi. Saya setiap hari menulis berita ini dan itu. Meskipun gajinya kala itu tidak seberapa saya merasa senang ketika berita saya masuk menjadi berita A atau masuk headline rubrik untuk kota. Saya semakin merasa senang ketika suatu kali berita masuk ke headline berita nasional. Hal itu merupakan kebanggaan dan kepuasan yang tak bisa diukur oleh apapun.

Kini saya masih menekuni hobi menulis dengan cara berbeda. Memang dari segi materi belum terlihat terlalu menjanjikan, tapi saya memiliki kawan-kawan baru yang saling menyemangati. Hal itu lebih menyenangkan daripada mendapatkan honor tinggi tapi bekerja di lingkungan yang buruk.

Artikel ini adalah kontes menulis cekaja. Tapi saya menulis dengan nothing to lose. Oleh karena menulis adalah hal menyenangkan apalagi dijalankan dengan antusias. Apabila menang maka itu adalah sebuah bonus dari membuat tulisan.

Bagi yang ingin mengembangkan hobi menjadi ladang rejeki, cobalah melihat prospek dari hobi tersebut. Apabila hobinya lebih bersifat konsumtif seperti berbelanja, maka cobalah melihat prospek dari sisi lain, seperti rajin menuliskan tempat-tempat berbelanja yang asyik, tips menawar, tips menemukan barang berkualitas dengan harga terjangkau dan sebagainya. Ada banyak majalah dan media online wanita yang menyukai bahasan seperti ini. Artikel-artikel seperti itu juga banyak disukai wanita, apalagi jika ditulis oleh mereka yang berpengalaman dalam hal berbelanja. Atau Kalian juga bisa menjadi mystery shopper, dimana Kalian bakal dibayar dengan menjadi pembeli yang menilai kualitas layanan atau kualitas produk. Asyik kan, hobi berbelanja jalan terus dan juga dibayar.

Para pecinta jalan-jalan dan pecinta kuliner saat ini telah banyak meraih hasil dengan banyaknya tayangan atau media yang memerlukan artikel jalan-jalan dan kuliner. Ada yang mendapat honor dari tulisan, adapula yang mendapat rejeki dalam bentuk meng-endorse produk. Menarik bukan?!

Bagi yang belum tahu apa jenis hobi Kalian, coba temukan hal-hal yang paling Kalian sukai. Atau cobalah melakukan hal-hal baru, seperti misalnya berkebun. Siapa tahu kegiatan baru itu kemudian menjadi hobi Kalian dan bisa Kalian optimalkan.

Selamat menjalankan hobi Kalian dan nikmatilah hasilnya!

cekaja-blogger-contest-1

 

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Mei 9, 2016.

2 Tanggapan to “Dari Hobi Mengalir Rejeki”

  1. Ayo semangat nulisnya, Pus 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: