Film Nasional Tayang Juni Sekedar Lewatkah?

sundul-4

Pada Mei lalu saya kesulitan membuat preview untuk film bulan Juni. Informasinya sedikit sehingga saya menulis dalam waktu mepet untuk buletin CinemaniaID. Akhirnya informasi terkumpul yakni ada film Sundul Gan: The Story of Kaskus, Surga Menanti, dan Dubsmash.

Sayangnya film tersebut kurang sukses menjaring penonton. Bahkan yang memprihatinkan ada yang turun layar kurang dari seminggu. Alhasil, film nasional bulan Juni ini terkesan sekedar lewat.

Tapi benarkah film bulan Juni ini sekedar numpang lewat atau memiliki kualitas yang kurang oke dibanding film-film nasional yang berhasil masuk box office? Bisa jadi ya, bisa juga tidak karena penilaian sebuah karya itu bagus atau tidak seringkali relatif dan subyektif.

Dari ketiga film di atas yang telah saya tonton adalah Sundul Gan: The Story of Kaskus. Sebagai pembaca Kaskus meskipun tidak aktif dan tidak setiap hari mampir rasanya film ini sulit dilewatkan.

Saat nonton di Cijantung 21, tidak banyak yang menonton bersama saya. Bahkan bisa dikatakan hanya belasan. Wah baru kali ini saya menonton sesepi ini. Rasanya seperti teater hanya milik saya seorang.

Filmnya tidak jelek-jelek amat. Bahkan cukup bagus jika disandingkan dengan 1 Cinta di Bira ataupun Comic 8 Casino Kings Part 2 kemarin. Ya ada beberapa keterbatasan film ini seperti yang saya ulas di artikel berikut (review Sundul Gan), tapi masih layak tontonlah sehingga saya beri skor 7/10.

Tapi tidak sampai seminggu film ini sudah turun layar 60 persen karena sepi peminat. Dan tidak sampai dua minggu film ini telah hilang dari peredaran. Artinya nama besar Kaskus belum menjual atau kurang menarik perhatian Kaskuker untuk menonton. Ada apakah? Apakah salah rumusan film?

Rasanya momen penayangan Sundul Gan ini kurang pas. Ia mengambil bulan Juni, masa-masa menjelang puasa. Dimana taktik ini menguntungkan Surga Menanti yang merupakan film religi meskipun filmnya tergolong standar dan ada beberapa teman yang berkomentar filmnya seperti mendengar ceramah.

Film Sundul Gan dari lansiran website film indonesia hanya mengumpulkan 24.596 penonton. Jika berdasarkan perhitungan kotor dimana satu tiket Rp 25 ribu maka film ini mengumpulkan sekitar 700 juta rupiah. Entahlah apakah dengan pengumpulan dana tersebut pembuat filmnya sudah untung atau masih rugi. Sedangkan film Surga Menanti tentang penghafal Al-Quran masih lumayan karena sampai sekarang masih beredar meskipun tinggal satu bioskop di Jakarta yang memutarnya, tapi bisa jadi di daerah lain masih banyak yang memutarnya. Sudah 100 ribu penonton dan mungkin bisa sampai 150-200 ribu penonton.

Film Dubsmash yang menceritakan tentang romantika remaja juga tidak berhasil menyedot penonton. Film ini tayang kurang dari seminggu dengan perolehan penonton 12.088. Mungkin tema Dubsmash sudah kurang menarik di mata penonton.

Film Juni lainnya yang juga bernasib naas adalah Pontien, sebuah horor di Kalimantan. Sebentar lagi juga akan tayang film Indera Keenam. Dan yang bisa diharapkan dari film Juni adalah Rudy Habibie yang merupakan prekuel dari Habibie Ainun. Apakah film prekuelnya bakal sesukses film perdananya? kita tunggu saja.

Oh ya mungkin alasan banyaknya film Hollywood yang bagus juga bisa jadi alasan sepinya film nasional bulan Juni. Apalagi ini musim panas dimana film-film Hollywood bagus banyak ditayangkan.

Sejak awal Juni saingan film nasional memang banyak dari Warcraft, Ninja Turtle 2, Conjuring 2, Money Monster dan Now You See Me 2. Dari film nasional sendiri masih ada pesaing AADC 2 dan My Stupid Boss yang masih tayang hingga saat ini.

Silakan disimpulkan sendiri apakah film bulan Juni benar sekedar lewat atau tidak.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juni 15, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: