Kisah Para Penghafal Al-Quran

Surga menanti

Menyambut bulan Ramadhan maka film religi hadir di bioskop tanah air. Kali ini topik yang diangkat adalah para penghafal Al-Quran. Mereka sedari anak-anak berlatih keras menghafal dan memahami ayat-ayat suci hingga menjadi hafidz.Mumpung filmnya masih diputar di bioskop maka film ini bisa menemani Kalian sambil menunggu waktu berbuka.

Belajar menghafal kitab suci umat Islam bukanlah perkara yang mudah. Segala hal seperti tajwid haruslah tepat. Jumlah yang dihafal pun sangatlah banyak, yakni 30 juz dan 114 surat. Untuk itulah agar mereka yang menghafal Al-Quran lebih berkonsentrasi dan bersemangat dalam meraih tujuannya, sebagian di antara mereka pun mengambil pendidikan hafalan Al-Quran.

Kisah penghafal Al-Quran yang dibesut Hastobroto berfokus pada pasangan Humaira (Pipiek Dian Irawati) dan Yusuf (Agus Kuncoro). Keduanya ingin anak semata wayangnya ini dapat mendalami kitab suci dan menjadi seorang hafidz. Dafa (Syakir Daulay), sang buah hati yang baru berusia 11 tahun, pun dikirim ke pendidikan hafalan Al-Quran yang berupa asrama.

Dafa tidak sendiri, ada teman-teman sebayanya yang juga menuntut ilmu dan bercita-cita sama. Ia menjadi semakin bersemangat ketika melihat perjuangan Salman (Panca Rahmadi) yang seorang penyandang tunanetra. Salman tak terbebani dengan keterbatasan fisiknya dan bekerja keras menghafal dengan menggunakan Al-Quran braille.

Di lingkungan tempat tinggal Dafa sendiri ada reaksi yang berbeda melihat Dafa menimba ilmu menghafal Al-Quran. Eben merasa iri kepadanya sehingga orang tuanya pun kemudian mengikutsertakannya ke pendidikan Al-Quran tersebut. Sedangkan orang tua si kembar Safina dan Safira malah melarang kedua anaknya ikut-ikutan dengan alasan tertentu.

Tanpa diketahui oleh Dafa, ibunya ternyata menderita penyakit keras. Ia berupaya menyembunyikan penyakitnya agar Dafa tidak terbebani dan berfokus pada keinginannya meraih cita-cita menjadi hafidz. Akan tetapi Dafa akhirnya mengetahui juga penyakit leukimia yang diderita Ibunya. Ia pun berjanji untuk segera menyelesaikan 30 juz sambil merawat ibunya.

Film yang diproduksi Khanza Film ini mengangkat sesuatu yang berbeda dengan film religi pada umumnya. Kisah penghafal Al-Quran ini sepengetahuan saya belum pernah diangkat ke layar lebar dan momen penayangannya pas, yakni saat bulan Ramadhan.

Surga Menanti bukan hanya tentang perjuangan Dafa dan kawan-kawannya menjadi hafidz, film ini juga membidik pada hubungan Humaira dan Yusuf sebagai suami istri dimana Yusuf merasa tak berdaya istrinya menderita penyakit dan tinggal menunggu waktu. Panorama-panorama indah juga dihadirkan dalam film ini yang ber-setting di Dieng, Wonosobo, Bantul, Jogja, Magelang, dan Cirebon.

Aceh sebagai tempat kelahiran dan kampung halaman Syakir Daulay pun banyak mewarnai film. Di antara ikon Aceh yang dipilih sebagai lokasi syuting yaitu kampus UIN Ar-Raniry di Banda Aceh dimana bangunan fisiknya dirasa sesuai dengan yang ingin dihadirkan oleh Surga Menanti. Dua lainnya yaitu Masjid Raya Baiturrahman dan Museum Tsunami Aceh.

Walikota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal sangat senang dan mendukung proses produksi film ini. Ia juga terlibat dalam film sebagai cameo dan juga mengisi salah satu soundtrack Surga Menanti berjudul Wasiat Bunda.

Syakir Daulay dikenal sebagai dai cilik asal Aceh. Ia pernah tampil sebagai dai dan mengumandangkan adzan saat bulan puasa di sebuah saluran televisi. Dai kelahiran Bireun, Aceh, ini beberapa kali mengikuti MTQ di daerahnya dan pernah meraih juara 2 MTQ Putra tingkat SD/MI se-UPTD Kecamatan Jeumpa.

Jika bagi Syakir ini film layar lebar perdananya, bagi Pipiek Dian Irawati film Surga Menanti merupakan film keduanya setelah berakting dan mengisi soundtrack di Haji Backpacker. Sedangkan bagi Agus Kuncoro film ini merupakan film kesekiannya yang bertema religi setelah sebelumnya berakting di Kun Fayakuun, Sang Pencerah, Sang Kiai dan aktif di sinetron Para Pencari Tuhan.

Pada trailer film yang skenarionya ditulis Dyah Kalsitorini ini ada sebuah pesan yang menarik. Yaitu jangan sampai duniamu membuat cacat akhiratmu.

Detail Film:
Judul : Surga Menanti
Sutradara : Hastobroto
Pemeran : Syakir Daulay, Panca Rahmadi, Della Puspita, Agus Kuncoro,Pipiek Dian Irawati, Roy Turakhen, Restu Sugiarto, Muhammad Syakir Sula, dan Vivid F Argarin
Genre : Drama religi

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juni 16, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: