Pria Sepi

Lone man

Batas antara sepi dan benci
Hanya satu yaitu hati
Hati memiliki tepi
Yang bila terlewati kan berpindah sisi

Dia selalu merasa sepi
Padahal ramai di sekeliling
Rasa sepi itu berubah jadi benci
Karena hatinya tak memaklumi

Ia ingin setiap orang seperti dirinya
Merasakan sepi yang membuatnya gila
Padahal damai itu ada dalam hatinya
Tapi damai itu telah ditutupnya

Suatu ketika ia mendapati pagi
Sebuah hari yang lain
Sebuah pagi yang sunyi
Tapi disitulah ia merasa damai

Ia dapati berkawan dengan sepi
Ia memang tak suka bising
Ramai malah menyiksanya
Dan sepi adalah kawannya

Ia masuki negeri yang sepi itu
Lalu melebur bersamanya
Ternyata dalam sepi itu
Ada sesuatu yang indah

Ia berkeliling menikmati rasa sepi
Kini hatinya tak lagi merasa benci
Oleh karena sekelilingnya juga sepi
Iapun merasa lega dan terbekati

Gambar dari sini

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juli 7, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: