Lights Out: Malam Begitu Gelap dan Penuh Teror

Lights out

Film Lights Out sebenarnya horor kelas B. Filmnya memiliki alur cerita yang sebenarnya standar. Artisnya juga kurang beken selain Teresa Palmer yang mulai naik daun sejak ia membintangi Warm Bodies dan aktris senior Maria Bello. Yang membuat film ini menjual adalah nama James Wan sebagai produser film. Sejak film Insidious dan Conjuring nama James Wan seolah menjadi daya tarik penikmat film horor, meski sebenarnya tidak semua film horor ramuannya sukses.

Kisah bermula ketika sebuah karyawan merasakan sesuatu yang menyeramkan muncul ketika lampu tiba-tiba padam. Saat lampu menyala bayangan gelap itu ikut lenyap. Akan tetapi ketika lampu padam kemudian, maka bayangan mengerikan itu mendekat. Ia sangat ketakutan dan berpesan kepada atasannya, Paul (Billy Burke) agar segera pulang dan berhati-hati. Ia benar ada sesuatu yang menyeramkan. Atasannya diserang oleh makhluk tak beraga itu. Ia kemudian ditemukan tewas.

Di tempat berbeda seorang anak kecil putra Paul, Martin (Gabriel Bateman) merasa ketakutan melihat ibunya (Maria Bello), sering berbicara dengan sesuatu yang tidak kasat mata. Ia pun ingin tinggal bersama kakaknya, Becca (Teresa Palmer). Malangnya bagi si adik, makhluk itu menghantui kakaknya pula. Kakaknya merasa aneh dan merasa hal tersebut sebenarnya familiar dengannya saat ia masih kecil.

Ia pun berkunjung ke rumah ibunya, setelah adiknya dimintai pulang oleh dinas sosial. Di sana ia menjumpai kamar dan menemukan berbagai dokumen yang disembunyikan. ia diserang di kegelapan. Setelah itu ia, kekasihnya, dan adiknya yakin makhluk itu hanya muncul di kegelapan. Juga ada hubungan antara makhluk tersebut dan ibunya. Mereka pun waspada dan melakukan berbagai persiapan menghadapi makhluk tersebut. Rupanya makhluk tersebut tidak hanya menakutkan tapi juga haus darah.

Tentang makhluk yang takut terang saya jadi ingat film Don’t be Afraid of The Dark dan di beberapa film horor lainnya dimana hantu tersebut hanya nampak di kegelapan. Gelap memang identik dengan menakutkan. Di Game of Thrones juga disebutkan malam itu gelap dan penuh teror. Pada jaman dulu juga orang-orang cenderung was-was pada malam dan mengeluarkan doa yang terdengar seperti nyanyian, salah satunya Lingsir Wengi.

Untuk alur ceritanya saya merasa ada plot hole dimana saya agak bingung bagaimana hantu tersebut bisa tahu lokasi kerja si ayah yang tewas yang rupanya suami Diana, juga bisa tahu dimana tempat tinggal si kakak dan bisa melewati tempat terang. Apakah ia hantu yang cerdas dan bisa teleportasi?

Sosoknya tidak menyeramkan ala hantu-hantu seperti di film horor umumnya, tapi seperti hantu psikopat yang dulunya pelaku pembunuh berantai. Ya, sebelumnya ia memang teman ibunya saat depresi di rumah sakit jiwa, tapi untuk mampu berpikir cerdik, saya ragu. Tentang mengapa ia menjadi hantu yang begitu takut cahaya karena saat masih menjadi manusia ia memiliki kulit yang sensitif pada cahaya.

Film ini bermain-main dengan cahaya dan ketakutanmu dengan gelap. Jika cahaya padam, ia akan mendatangimu, berhati-hatilah. Oh iya berhati-hatilah berharap banyak akan film ini karena ending-nya mungkin tidak sesuai ekspektasi. Untuk horor nanggung ini saya memberi skor 6,8/10.

Poster lights out

Gambar dari imdb dan wikipedia

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada September 16, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: