Tahu Seputar Diabetes Itu Perlu, Ini Segudang Alasannya

gaya-hidup

Saat kecil aku heran melihat kawan kakak yang tidak menyentuh teh manisnya. Ia berujar ke kami berdua jika ia mengidap diabetes turunan atau diabetes tipe 1. Oleh karenanya ia menghindari menyantap yang manis-manis. Ketika beranjak dewasa, aku melihat ada beberapa orang di sekitarku yang mengidap diabetes karena gaya hidup mereka yang kurang sehat.

Tanpa disadari ada banyak penderita diabetes di antara kita. Apalagi dengan gaya hidup yang cenderung malas bergerak (mager) dan konsumsi makanan yang tidak sehat. Penyakit mereka tidak menular tapi masuk kategori berbahaya, sehingga jika telah mengidapnya maka perlu kehati-hatian seumur hidup mereka untuk mengonsumsi makanan.

Kebiasaan mager, menyantap makanan junk food dan sebagainya memang bisa memperbesar risiko terkena diabetes. Apalagi bagi mereka yang memiliki gen turunan penyakit ini.

Pada acara yang dihelat Sunlife Financial ini, Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI Lili Sulistiyowati dan Sidartawan Soegondo, Internis dan Konsultan Diabetes dan Endokrin, menjelaskan pentingnya masyarakat untuk mengetahui secara jelas tentang penyakit diabetes. Pada peringatan hari kesehatan sedunia tema yang diambil juga tentang diabetes dan pada 14 November mendatang akan diperingati hari diabetes internasional.

Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes Lili Sulistiyowati memaparkan pentingnya tahu diabetes

Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes Lili Sulistiyowati memaparkan pentingnya tahu diabetes

Penyakit diabetes didefinisikan sebagai suatu kondisi dimana kadar gula dalam darah tinggi. Ada dua tipe, diabetes tipe 1 dimana tubuh benar-benar berhenti memproduksi insulin karena sel pankreas yang tidak berfungsi dan diabetes tipe 2 yang berkisar 90 persen dari penyandang diabetes, yang umumnya disebabkan obesitas dan gaya hidup tidak sehat. Gejalanya di antaranya mudah haus, mudah lapar, mudah lelah, kesemutan, sering buang air kecil dan sebagainya.

gejala

Ada berbagai alasan mengapa penyakit diabetes menjadi sorotan dan menjadi salah satu dari empat prioritas penyakit tidak menular.

Yang pertama adalah kenaikan jumlah penderitanya. Pada tahun 2015 jumlah pasien diabetes di seluruh dunia mencapai 415 juta, naik sekitar empat kali lipat dibandingkan tahun 1980-an. Angka ini diperkirakan terus meningkat dan mencapai 642 juta pada tahun 2040.

Penderita diabetes terus meningkat

Penderita diabetes terus meningkat

Rata-rata penderitanya (80%) berasal dari negara berpenghasilan rendah dan menengah. Dan Indonesia sendiri menduduki posisi ketujuh prevalensi penderita diabetes tertinggi di dunia dengan jumlah pasien sekitar 10 juta, di bawah China, India, Amerika Serikat, Brazil, Rusia, dan Meksiko (IDF Atlas, 2015).

Diabetes memang sejak satu dasawarsa ini pertumbuhannya sangat cepat di kawasan Asia Tenggara. Hal ini dikarenakan secara genetik memang rentan terhadap faktor diabetagonik lingkungan.

Persentase pasiennya saat ini lebih banyak kaum dewasa, dimana 1 di antara 11 orang dewasa bisa menyandang diabetes.  Dan lebih dari 60% pria dan 40% wanita penyandang diabetes yang meninggal sebelum berusia 70 tahun.

Alasan kedua pengetahuan tentang diabetes itu penting karena diabetes sejak tahun 2012 menjadi penyebab kematian kedelapan di dunia dan penyebab kematian ketiga tertinggi di Indonesia (SRS 2014). Pada tahun 2012 dari 3,7 kematian di dunia, 1,5 juta di antaranya dikarenakan diabetes. Bahkan sejak tahun 2015, setiap enam detik ada yang meninggal karena diabetes.

Alasan berikutnya, duapertiga penyandang diabetes tidak mengetahui dirinya memiliki gula darah tinggi dan rata-rata baru sadar saat telah mengalami komplikasi. Diabetes dapat berkomplikasi dengan serangan jantung, stroke, glukoma, gagal ginjal dan amputasi kaki.

Banyak yang tidak tahu dirinya mengidap diabetes

Banyak yang tidak tahu dirinya mengidap diabetes

Fakta yang tak kalah miris, di Indonesia semakin banyak yang mengalami obesitas karena gaya hidup yang tidak sehat. Obesitas ini merupakan faktor risiko terbesar dari diabetes.

Fakta terakhir, diabetes juga terkait dengan ekonomi. Pada tahun 2010-2030  kerugian global dari GDP dikarenakan diabetes diperkirakan sekitar 1,7 triliun dolar. Bagi penderita dan keluarganya juga tentu berpengaruh pada kondisi keuangan untuk biaya pengobatan meskipun saat ini terbantu dengan adanya program JKN, selain itu produktivitas dari penyandang diabetes juga akan menurun dibandingkan yang sehat. Sehingga dengan demikian, maka perlu peran dari pemerintah dan pihak lainnya untuk memberikan kesadaran untuk mencegah, mengobati, dan melawan diabetes karena jika tidak sekarang maka beban pengeluaran kesehatan di Indonesia.

Diabetes berpengaruh kepada perekonomian negara

Diabetes berpengaruh kepada perekonomian negara

Mengapa aksi cegah, obati, dan lawan diabetes itu penting?

Delapanpuluh persen kejadian diabetes tipe 2 dapat dicegah. Yang telah memiliki gula darah tinggi juga dapat hidup sehat dan berumur panjang dengan pengobatan dan gaya hidup sehat.

faktor-risio

Faktor penyebab diabetes dikarenakan kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok, kurang konsumsi buah dan sayur, juga minuman beralkohol.  Untuk itu agar dapat melawan diabetes maka perlu mengubah gaya hidup dengan menjaga berat badan agar ideal, aktivitas fisik teratur minimal 30 menit perhari, menghindari konsumsi alkohol dan tidak merokok, mengkonsumsi lebih banyak sayur dan buah, dan memeriksa kesehatan secara teratur.

solusi-sehat

Sun Life Financial dan Dukungan Terhadap Lawan Diabetes

Sun Life Financial merupakan perusahaan di bidang jasa keuangan yang menyediakan aneka produk asuransi dan membantu perencanaan keuangan, baik untuk nasabah individu maupun korporasi.

Perusahaan asuransi ini didirikan pada tahun 1865 dan saat ini telah menggurita dan beroperasional di Kanada, Amerika Serikat, Inggris, Irlandia, Hongkong, Philipina, Jepang, Indonesia, dan sebagainya.

Sun Life Financial Indonesia memberikan dukungan penuh terhadap aksi cegah, obati, dan lawan diabetes

Sun Life Financial Indonesia memberikan dukungan penuh terhadap aksi cegah, obati, dan lawan diabetes

Sun Life memiliki program corporate social responsibility (CSR) yang disebut Sun Bright. CSR ini memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia dengan peningkatan kualitas pendidikan secara mendalam dan tentunya berkelanjutan. Kegiatan Sun Bright di antaranya bekerja sama dengan Yayasan Bina Karakter Tunas Muda, ILO, BI, dan Financial Planning Standard Board Indonesia menyelenggarakan program literasi keuanga masyarakat.

Literasi keuangan perlu diberikan ke masyarakat awam

Literasi keuangan perlu diberikan ke masyarakat awam

Dalam upayanya meningkatkan kualitas kesehatan, Sun Life Finacial Asia juga melakukan survei Asia Health Index yang mendapatkan temuan mengejutkan, yang disebut generasi ‘O ‘ yaitu overworked, overweight, dan overwhelmed. Pada survei juga ditemukan penyakit yang umum menyebabkan kematian adalah diabetes, jantung, dan gangguan pernafasan.

Generasi 'O' rawan diabetes

Generasi ‘O’ rawan diabetes

Sedangkan untuk meminimalkan prevalensi diabetes maka Sun Bright mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap diabetes dengan mengadakan jalan sehat Jakarta Diabetes Walk 2015 pada peringatan hari diabetes internasional yang jatuh pada 14 November. Juga didirikan Poliklinik Edukasi Diabetes Melitus Terpadu di RSCM, Jakarta.

Gerak jalan memperingati hari diabetes internasional

Gerak jalan memperingati hari diabetes internasional

Di RSCM juga ada poliklinik edukasi diabetes melitus

Di RSCM juga ada poliklinik edukasi diabetes melitus

Acara yang terselenggara 1 Oktober lalu dengan mengundang blogger untuk lebih dekat dengan diabetes juga merupakan kerja sama Sun Life Financial Indonesia dan Kementerian Kesehatan. Diharapkan dengan mengetahui lebih lanjut tentang diabetes, maka masyarakat dapat melakukan aksi cegah, obati, dan lawan.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada November 1, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: