The Legend of Sarila: Kisah Pencarian Tanah Impian

The legend of sharila

Ada banyak film animasi selain produksi Jepang dan Hollywood yang layak diapresiasi. Film-film animasi dari negara Eropa dan Asia, termasuk Indonesia juga beberapa di antaranya patut diacungi jempol. Namun kali ini saya ingin membahas salah satu film animasi produksi studi Kanada yang rilis tahun 2013, yakni The Legend of Sarila.

Sarila memiliki nama yang mirip dengan Shangri-La atau yang juga disebut Shambala. Ada berbagai mitos tentang daerah ini, ada yang menyebutnya tanah impian, tanah yang diberkahi bak surga, atau tempat tinggal kaum bijak. Hanya mereka yang berhati murni dapat memasuki tanah ini.

Kisah The Legend of Sarila menceritakan tiga remaja Eskimo yang masih memegang budaya Inuit, Markussi, Apik, dan Poutulik mencari lokasi daerah tersebut karena warganya menderita kelaparan. Hewan-hewan buruan termasuk ikan seolah-olah lenyap menghilang. Dimana hal ini sebenarnya dikarenakan ulah dukun jahat Croolik yang berpaling ke sihir kegelapan dan membuat dewi Sedna marah.

6-the-legend-of-sarila-sedna-and-croolik

Ancaman kelaparan itu semakin membayangi desanya, sehingga ketiga remaja itupun bersama para anjing salju pun menuju Sarila dimana sebenarnya tidak ada yang tahu persis lokasinya. Si Croolik berbohong gagaknya, tahu lokasinya. Ia memang berniat hendak mencelakai Markussi, yang ia tahu memiliki kemampuan shaman seperti dirinya tapi tak pernah ditunjukkannya ke warga desa.

Musibah demi musibah pun beruntun menghadang. Poutulik beberapa kali dirasuki oleh kekuatan jahat Croolik karena memegang medalinya yang diberikan Croolik sebagai jimat, hingga hampir membahayakan nyawa Markussi. Saat Saya, dukun pengobatan yang baik hati mengetahui ulah Croolik hendak melenyapkan nyawa Markussi dengan sihir jahatnya, ia yang malah dituduh dan kemudian diasingkan.

Saat kereta luncur rusak dan badai mengocar-acirkan para anjing salju, ketiga remaja itu pun semakin ragu dapat menemukan tanah impian tersebut. Apalagi di sekelilingnya hanya salju dan salju.

1-the-legend-of-sarila-apik-markussi-and-poutulik

Tema animasinya sederhana tentang pencarian, petualangan berbumbu sihir. Yang menarik di sini adalah coretan animasinya yang tidak seperti karya animasi Hollywood pada umumnya, juga bumbu budaya pada cerita ini yang kental dengan kultur Inuit, yaitu bangsa Eskimo di Alaska yang masih memegang teguh kepercayaan animisme seperti spirit.

Cara mereka membangun rumah iglo dari es yang dipadatkan, juga bagaimana mereka menggunakan minyak ikan untuk sumber penerangan menarik disimak. Mereka juga mengonsumsi beruang es sebagai bahan pangan mereka selain ikan, rusa, dan anjing laut.

Animasi ini menarik dan saya memberinya skor 7,8/10 untuk kualitas grafis dan kisahnya.

Gambar dari website The Legend of Sarila

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada November 14, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: