Wachtenstaad: Animasi Dalam Negeri Tentang Pengejar Matahari

Wachtenstaad

Bagi yang tinggal di daerah tropis, mungkin sudah terbiasa dan menganggap biasa kehadiran matahari. Namun, bagi sebuah kota yang tak pernah melihat matahari, maka rasa penasaran itu menghantui dan membuahkan sebuah perjalanan untuk mencari tahu seperti apakah benda alam penghasil cahaya alami tersebut. Kisah sebuah kota dengan latar distopia tersaji dalam sebuah animasi buatan anak negeri yang berjudul Wachtenstaad.

Alkisah pada masa silam dengan pencemaran udara yang semakin tinggi maka dibuatlah proyek Better World yang dilakukan oleh perusahaan riset NuVem Company. Sebagai kota tempat eksperimen ditunjuklah kota Wachtenstaad. Penelitian ini banyak diprotes, namun tetap berjalan. Selama 180 hari ke depan masih banyak warga yang protes, namun ada banyak penjaga bersenjata.

Tembok Wachtenstaad

Tembok dibuat semakin tinggi dan mereka yang melarikan diri akan ditangkap atau ditembak tanpa peringatan. Lambat laun hingga 20 tahun ke depan warga pun diam dan menyesuaikan diri.

Penjaga Wachtenstaad

Kota semakin nampak bobrok dinaungi awan tebal hingga generasi yang lahir disebut generasi tanpa matahari. Lalu tiga remaja, Wira, Bayu, dan Otto yang penasaran dengan kota di luar benteng dan ingin mengetahui sosok matahari pun berencana kabur.

Wachtenstaad Bobrok

Ketiganya kabur dan berhasil menemukan celah dari benteng tersebut. Namun sesaat setelah ketiganya kabur sirine dan lampu menyala. Ketiganya lari ketakutan dan bersembunyi.

Kabur

Kabur2

Mereka kemudian melanjutkan perjalanan dalam kabut tebal. Namun rupanya masih ada pagar kawat yang tinggi harus didaki. Otto yang kakinya bengkak pun memutuskan menunggu keduanya mencari bala bantuan. Apakah ketiganya bakal selamat dan bisa menemukan matahari?

Kabur 3

Animasi yang dirilis tahun 2014 ini cukup banyak ditonton. Hingga saat ini animasi ini telah ditonton lebih dari 25 ribu penonton di youtube. Alur cerita dari animasi yang dibuat oleh Dawn Animation ini memang lumayan bagus sehingga banyak mendulang pujian.

Gambaran kota yang bobrok dan warna yang dominan kuning kehijauan cocok sebagai latar dalam film-film distopia. Ditambah nuansa yang muram, kota Wachtenstaad seperti kota yang menunggu dentang kematiannya berkumandang. Grafisnya juga lumayan terutama dalam penggambaran suasana dan lingkungan.

Kabur 3

Memang masih ada keterbatasan dalam film ini. Peralihan gambarnya masih kurang halus. Dubbing-nya masih kurang pas, baik dalam hal suara juga pengambaran emosi tiap karakter. Yang paling enak didengar adalah pengisi suara si Otto saat remaja. Tata suaranya lumayan bagus. Sedangkan dari segi cerita saya merasa ada nuansa kemiripan dengan film City of Ember ditambah Attack on Titans. Saya sendiri menganggap atmosfer latar dan suasana dalam animasi berdurasi 15 menitan ini mirip dengan kota Ember yang juga tidak bermatahari. Tapi tidak persis seratus persen, hanya nuansanya saja, selebihnya alur ceritanya bisa diacungi jempol.

Animasi ini disutradarai oleh Fajar Ramayel. Ia juga bertindak sebagai produser dan penulis naskah animasi ini. Ia dibantu oleh Gemilang Rahmandhika, Agung Putra Siswanto, Yoro Adyos, Siska Susan, Kenny Gozali, Gabriel Marsheila Jonggrang, dan kawan-kawan. Musiknya digarap oleh Farre Soeratman, termasuk juga original soundtrack-nya yang bertajuk Negeri Tanpa Matahari.

Wah melihat adanya negeri yang selalu gelap atau selalu berhawa dingin, jadi tersentil selama ini menganggap keberadaan matahari adalah sesuatu yang biasa dan sudah semestinya. Bagaimana jika suatu saat Indonesia menjadi negeri tanpa matahari?

Dawn animation

Detail Film:
Judul : Wachtenstaad
Sutradara : Fajar Ramayel
Genre : Distopia, petualangan
Rating : 7,5/10

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Desember 6, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: