Tantangan Istri-Blogger: Sulit Bagi Waktu Hingga Masakan Gosong

Female blogger

Menulis itu bisa jadi salah satu rekreasi atau pelepas stress yang murah meriah. Siapapun bisa menulis, termasuk mereka yang telah berstatus sebagai istri dan ibu.

Sebelum menikah saya sudah aktif di dunia tulis-menulis. Waktu itu saya suka curi-curi waktu setelah pekerjaan kantoran selesai atau ketika kantor sepi alias padha dinas semua. Saat kuliah sambil bekerja saya juga masih sempat menulis pada akhir pekan, sambil mengerjakan tugas kuliah. Namun setelah menikah, saya harus bisa berbagi waktu antara pekerjaan, mengejarkan pekerjaan domestik dan menulis. Berikut beragam tantangannya.

Waktu. Yup masalah utama dari para blogger yang juga berstatus istri, apalagi sudah dianugerahi momongan dan juga bekerja adalah waktu. Bekerja sebagai istri dan ibu rasanya tak ada habisnya, dari bangun pagi hingga menjelang tidur.

Saya sependapat dengan mba Wardah Fajri jika punya suami yang mau bekerja sama untuk urusan domestik itu sangat membantu. Tapi saya sendiri juga mengerti betapa lelahnya perjalanan dari rumah menuju kantor suami serta sebaliknya. Juga bagaimana ia sering lembur dan tidak pernah on time. Jadinya malah saya tidak tega jika meminta bantuan suami menyetrika atau menggosok lantai kamar mandi, kecuali saat akhir pekan.

Alhasil ketika sedang mood nulis rasanya ada saja gangguan.Kamis malam usai nonton Headshot, misalnya. Sudah niat hendak langsung menulis agar rasa dan energinya tetap sama seperti waktu saya menonton. Tapi suami kemudian tiba dan lapar lagi. Ia meminta dibuatkan mie, minuman panas dan disetelkan video. Mood menulis pun hilang, saya malah jadi ikut-ikutan makan lagi hahaha.

Jika sedang punya waktu luang banyak maka saya pun menabung tulisan. Bisa berupa draft atau bank ide di buku catatan atau notes di hape. Ketika saat ini saya bisa menulis one day one article, itu lewat banyak perjuangan. Sebagian juga terbantu dengan bank tulisan hehehe.

Mood alias suasana hati. Sering kali karena kelelahan maka rasanya malas ngapa-ngapain. Mau nulis malas padahal sudah ada ide. Biasanya cara efektif agar suasana hati buruk itu cepat terusir adalah mencuci piring. Entah kenapa ada perasaan plong ketika mencuci piring atau membersihkan rumah.

Menata rak buku bisa jadi ide

Menata rak buku bisa jadi ide

Metode lainnya yaitu menata rak buku. Sambil menata, membuka-buka koleksi ribuan buku, jreng biasanya ada ide. Yang paling mudah adalah membuat ulasan buku. Cara yang paling manjur biasanya mendengarkan lagu. Jika lagu itu nyangkut di benak maka bisa dipastikan saya ingin mengulasnya.

Terlalu multitasking. Wanita memang dianugerahi kemampuan multitasking. Tapi melakukan banyak pekerjaan dalam satu waktu kadang kurang bagus. Biasanya sambil merendam pakaian, saya merebus atau menggoreng. Karena panas di dapur, biasanya saya ngadem dekat kipas angin sambil menulis. Eh tiba-tiba tercium bau sangit, masakan gosong atau air yang direbus sudah mengering. Sudah kejadian beberapa kali sampai suami ngingetin kalau aku lagi masak. Wah…wah…wah.

kue kering

Kue keringnya nyaris gosong gara-gara keasyikan ngetik

Pernah kejadian lagi hal buruk. Waktu setrika. Sudah setrika beberapa baju aku mulai jenuh, istirahat sejenak lalu mengetik. Lalu ada bunyi telpon, eh kayak di film Dono Kasino Indro yang hendak kutempelkan ke telinga malah setrikaan…waduuhhhhh. Untung belum nempel banget hahahaha kayak adegan slapstick aja.

Kendala lainnya seperti mati lampu, pulsa habis dan server terganggu. Yang bikin kesal jika mati lampu sementara baterai hape dan laptop sudah sekarat. Apalagi jika power bank ikut-ikutan berulah. Dobel kesalnya.

Kemudian jika sudah semangat nulis pulsa internet habis. Tuing-tuing. Yang juga bikih kesal kuadrat adalah server terganggu. Sudah menulis dan unggah gambar eh waktu diklik siap tayang dibilang server terganggu dan tidak tersimpan. Itu biasanya terjadi di blog keroyokan terkenal dan jelang deadline lomba/reportase. Percayalah rasanya ingin membanting laptop atau menyobek-nyobek kertas, hahaha.

Itulah sebagian tantangan menjadi blogger sekaligus pekerja dan seorang istri/ibu. Saat jadi ibu pasti tantangannya bakal lebih banyak hehehe.

Kadang malah enakan nulis di kendaraan, tidak terganggu hehehe

Kadang malah enakan nulis di kendaraan, tidak terganggu hehehe

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Desember 11, 2016.

2 Tanggapan to “Tantangan Istri-Blogger: Sulit Bagi Waktu Hingga Masakan Gosong”

  1. kalo aku sering lupa lagi masak sayur sampe kuahnya nyaris kering 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: