Cinta dan Persahabatan dalam Remember The Flavor

Remember the flavor

Ada beda tipis antara persahabatan dan cinta. Namun ada kalanya dua hal tersebut lebih indah terjadi secara alamiah dan dialami oleh masing-masing, daripada hanya satu pihak. Itulah yang dikisahkan oleh Tarra Budiman dan Sahira Anjani dalam Remember The Flavor.

Melodi Aluna (Sahira Anjani) gadis yang penuh semangat dalam mengejar cita-citanya menjadi penyanyi. Saat ia gagal mengorbit di ibu kota ia tetap menaruh harapan mimpinya itu bisa tercapai. Cita-cita Melodi tersebut berupaya dipupus ibunya (Djenar Maesa Ayu). Sedangkan kawannya, Dimas Antoro (Tarra Budiman) tetap mendukungnya.

Hingga suatu saat Melodi memilih menjadi penyanyi klub menggantikan ibunya. Dimas merasa was-was, ibunya pun marah karena pekerjaannya diambil alih dan alasan khusus lainnya. Melodi pun diusirnya.

Saat-saat terburuk dengan keluarganya, Melodi malah mendapatkan kenyamanan bersama Dimas dan keluarganya. Ia pun kemudian membantu Dimas mengelola kedai es krim sambil bereksperimen menciptakan menu es krim lainnya. Tapi Melodi tidak mengubur cita-citanya menjadi penyanyi.

Kisah hubungannya dengan Dimas yang awalnya sebatas sahabat sejak SMP ini diceritakan Melodi kepada teman seperjalanannya bernama Diandra Arnesti (Annisa Pagih). Ia merasa nyaman berkisah hal-hal yang bersifat pribadi ke orang yang baru dikenalnya tersebut. Melodi merasa ia mulai menyadari cinta Dimas ketika ia mengejar cita-citanya ke Jakarta selama tiga tahun dan ingin kembali ke Yogya. Arnesti sendiri bercerita jika ia hendak menikah.

Cerita Remember The Flavor sebenarnya punya potensi lebih. Kelebihan pertama film drama romantis ini cocok diputar pada momen valentine. Tapi sayangnya mungkin karena promo yang kurang tepat dan gencar maka film ini memiliki jadwal pemutaran dan layar terbatas. Bahkan pada hari Sabtu, lima hari pasca rilis, film ini hanya diputar di Blok M Square. Agak disayangkan mengingat proses pembuatannya yang tentunya menyita dana dan energi yang tak sedikit.

Potensi berikutnya adalah latar kuliner yang bisa memanjakan lidah. Saya menyukai film dengan bumbu kuliner. Di sini es krim adalah hidup dari Dimas dan ayahnya (Ferry Salim). Tapi kisah kedai es krim ini kurang banyak tergali. Memang ada adegan pembuatan es krimnya meski sekilas, tapi kurang mampu membuat saya untuk terkesima dan tergiur untuk menikmati cita rasa es krimnya.

Dimas dan Melodi

Tema kuliner dan roman ini waktunya agak bersamaan dengan film Chocolate Chance sehingga penonton jadi membandingkan. Saya sendiri belum menonton Chocolate Chance, jadi tidak bisa membuat perbandingan mana di antara dua film ini yang mampu membuat penonton tergoda akan kelezatan hidangannya.

Cerita dalam Remember The Flavor sendiri juga memiliki unsur yang menarik seperti setting-nya yang berada di Yogyakarta yang dikenal sebagai kota budaya, awal kisah dari pertemuan dua orang tak dikenal di kereta dengan alur maju mundur, dan ending yang tidak klise.

Sayangnya potensi Yogya kurang dimaksimalkan seperti dalam AADC2, di sini hanya terkesan tempelan. Di tempat lain pun juga tidak mempengaruhi cerita karena meskipun Dimas menyebut gaya berbusana perempuan lebih diperhatikan di Yogya, Melodi dan ibunya santai-santai saja berbusana agak terbuka. Saya merasa terganggu dengan make up para pemain perempuannya yang medhok. Rasanya aneh melihat Melodi kemana-mana menggunakan full make up. Saat seharusnya ia tampil biasa, no make up, ia masih mengenakan perona mata yang jadinya malah mengganggu penampilan. Akting Tarra juga belum mampu membuat ia nampak sebagai pria yang menghanyutkan. Alur ceritanya sebagian besar masih seperti FTV, dengan jalan cerita di klub mudah tertebak.

Yang diapresiasi dalam film ini selain ending-nya yang tidak klise juga soundtrack dari Andra & The Backbone berjudul Panah Takdirku. Liriknya kurang suka, tapi musiknya teduh dan enak didengar.

Kau adalah panah takdirku
yang menembus jantung hatiku
dan membuat diriku bahagia
karena dirimu panah takdirku

Detail Film:
Judul : Remember The Flavor
Sutradara : Dyan Sunu Prastowo
Pemeran : Tarra Budiman, Fery Salim, Ence Bagus, Annisa Pagih, Sahira Anjani, Djenar Maesa Ayu
Genre : Drama, love story
Rating : 6,5/10

Remember the flavor

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Februari 19, 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: