Maraton Baca Buku

Gara-gara tidak bisa tidur meski sudah ngantuk, akhirnya baca buku. Pilih-pilih buku akhirnya baca yang-yang ringan saja. Sudah dua buku yang kulahap dan satunya hampir selesai. Rupanya aku kangen juga maraton buku, kegiatan yang lebih menyenangkan dan lebih ramah mata dibandingkan membaca via aplikasi
Ada banyak buku yang masih tersampul plastik dan sebagian belum selesai kubaca. Dulu waktu masih remaja dan kuliah semua buku kulahap dan kubaca tuntas, tapi kini waktu seolah disita oleh kesibukan lainnya. Padahal buku adalah makanan otak, rasanya sulit ditampik.
Buku ringan yang kupilih menemani dini hari hingga Subuh yaitu komik Iznogoud yang kocak tentang Wortel Ajaib. Ada juga versi novel Remember The Flavor yang kudapat dari kuis Kompas. Aku sudah menonton filmnya dan seandainya pemerannya lebih baik maka filmnya sepertinya bakal jauh lebih baik. Di film aku tidak bisa merasa simpati dengan para tokohnya. Tapi di versi novel aku menyukai karakter Dimas dan karyawannya yang nyentrik. Ulasan Iznogoud dan novel Remember The Flavor menyusul ya di blog Keblinger Buku.
Novel yang ketiga dan hampir tuntas adalah Finding Srimulat. Ya, aku suka membaca dan mengoleksi novel film. Dari dulu aku ingin belajar membuat skrip film. Oleh karenanya dengan membaca novel film, aku ingin tahu bagaimana membuat cerita yang bagus untuk sebuah film. Novel yang ketiga ini agak lebai tapi lumayan menghibur.
Tak terasa fajar sudah menjelang dan sebentar lagi Subuh. Aku mengantuk, tidak enak begadang. Untunglah yang menemani adalah tumpukan buku. Si Nero entah berpatroli kemana, mungkin asyik mengobrol dengan para kucing lainnya menikmati malam cerah nan syahdu.
