Cenil Lupis

Cenil lupis

Jajan pasar itu ngangeni. Meskipun bentuknya sederhana jajan pasar itu menyimpan kenangan dan cerita sehingga suka dicari jika sedang pulang ke kampung halaman. Salah satu jajan pasar yang suka kucari adalah cenil lupis.

Teman jajan campur itu ada banyak. Selain cenil dan lupis biasanya juga ada jongkong, kelepon, ketan hitam, dan putu. Tapi yang wajib ada sih dan merupakan teman akrab adalah cenil dan lupis. Mereka sahabat yang tak terpisahkan.

Lupis terbuat dari beras ketan yang kemudian dimasak dalam sebuah bambu. Bentuknya seperti lontong lalu dipotong dengan benang. Biasanya lupis juga ada di penjual makanan Padang.

Sedangkan cenil terbuat dari tepung tapioka dengan bentuk lonjong dan diwarnai dengan sumba merah atau kuning. Rasanya tawar.

Kedua sahabat ini lalu ditimpali dengan parutan kelapa kemudian diguyur dan bermandi gula merah cair. Lalu mereka ditawan oleh daun pisang hingga disantap oleh pembeli.

Kalau di Jakarta penjual cenil lupis agak sulit dijumpai. Kadang-kadang ada juga penjual lupis di jajanan ala Padang. Kalau putu dan kelepon masih sering dijumpai di gerobak yang didorong pembeli masuk ke gang demi gang. Harga perbuahnya seribuan. Bunyi uap putu yang khas pun terdengar. Uap yang harum pun merebak. Hemmm sedap…

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Maret 1, 2017.

2 Tanggapan to “Cenil Lupis”

  1. wah kangen makanan beginian mbak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: