Gatot Tiwul

Gatot tiwul

“Nih ada jajan dan pisang dari pasar,” ujar adik Ibu memberikan beberapa kue dengan bungkus daun pisang. Aku menebak-nebak isinya, kalau bukan jajan pasar gatot tiwul mungkin ketan dengan bubuk cokelat yang gurih nikmat. Ternyata tebakanku pertama yang benar.

Gatot tiwul jajan pasar yang masih eksis. Makanan ini cocok bagi mereka yang sedang berdiet karena mengandung banyak serat. Jajan tradisional ini mudah bikin kenyang.

Konon makanan ini berasal dari daerah Gunung Kidul dimana panganan ini berbahan utama singkong kemudian dikeringkan. Selanjutnya ada yang diolah jadi tiwul dan ada juga yang mengalami fermentasi menjadi gatot.

Di pasar tradisional, kue ini dijajakan dalam wadah berupa daun pisang. Di dalamnya terdapat tiwul, gatot, bledus, dan gethuk. Aneka makanan ini kemudian diberi kelapa parut muda dan bisa disantap dengan gula merah cair dan gula pasir.

Tiwul ini berserat dan agak kering, biasa disajikan dengan warna merah muda. Gatot umumnya berwarna hitam dengan ada bagian berwarna putih. Membuat gatot prosesnya lebih lama untuk menghasilkan efek tekstur yang kenyal dan rasa sedikit manis.

Teman gatot tiwul lainnya adalah gethuk dan bledus. Gethuk berwarna cokelat dan manis. Sedangkan bledhus merupakan jagung rebus yang tawar. Semuanya menjadi harmoni yang menggugah selera ketika dicampur dengan kelapa muda dan gula.

Gatot

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Maret 4, 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: