Indonesia Rawan Bencana, Jadi Perlu Tanggap Bencana

Indonesia disebut ring of fire karena kaya akan gunung berapi. Selain gempa bumi dan letusan gunung berapi, Indonesia juga rawan akan angin puyuh, banjir, tsunami, juga tanah longsor. Selain bencana alam juga ada bencana sosial atau bencana karena manusia seperti huru hara. Oleh karena itu amat penting bagi penduduk di negeri rawan bencana untuk belajar dan mengetahui cara antisipasi bencana. Pengetahuan tersebut bisa diperoleh di Indonesia X dengan materi Disaster Management yang diajarkan oleh Prof. Dra. Fatma Lestari, M.Si, Ph.D dari Universitas Indonesia.

Kursus online ini baru saja berakhir dan saya agak sedih karena hanya mendapat angka 77%. Sedih karena lupa akan tenggat waktu ujian akhirnya sehingga nilai di ujian akhir tidak dinilai. Oh iya dengan belajar di Indonesia X akan membuat kita belajar disiplin. Setidaknya seminggu sekali membuka dan membaca materi untuk dipelajari lalu mengikuti kuis dan ujiannya. Materi Disaster Management ini akan dibuka lagi pada 2 Mei mendatang. Saya sarankan untuk mengikutinya karena materinya menarik dan bermanfaat.

Dalam materi pengelolaan bencana tersebut siswa akan belajar tentang segala hal bencana dari jenis bencana, dampaknya bagi korban, cara mitigasinya, dan bagaimana menolong korban. Selama empat minggu Kalian akan mendapat ilmu manajemen Bencana, manajemen bencana, tanggap darurat dan bagaimana menjalankan business continuity management. Selanjutnya akan diberikan materi mitigasi bencana dan ditutup dengan materi tindakan pertolongan pertama dan penyelamatan korban bencana.

Di sini pesertanya juga diajarkan ketrampilan dengan melihat metodenya via video yaitu cara penyelamatan korban bencana, seperti melakukan triage, bagaimana mengangkat dan memindahkan korban, metode penyelamatan korban secara vertikal seperti pada kasus tertimpa reruntuhan akibat gempa, dan sebagainya.

Menurut saya pengetahuan akan bencana ini penting karena bencana bisa sekonyong-konyong hadir. Namun sayangnya saya melihat saat ini belum ada manajemen bencana hingga tingkat kelurahan dan tingkat RT/RW di lingkungan tempat tinggal saya. Bagaimana jika terjadi banjir, bagaimana jika terjadi gempa, simulasi gempa dan kebakaran sayangnya tidak pernah diadakan. Dulu pernah diadakan sekali di kantor lama, tapi sayangnya tidak dilakukan secara berkala. Mudah-mudahan pemerintah daerah dan perkantoran tanggap akan hal ini dan mengalokasikan dana untuk kegiatan sosialisasi dan pembentukan tim tanggap bencana hingga kesatuan terkecil seperti tingkat RT/RW.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Maret 24, 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: