Dendam dan Misteri Masa Lampau dalam Brimstone

Sesuatu yang buruk dan busuk terkadang tersamarkan oleh penampilan yang membius.

Liz (Dakota Fanning) hidup nyaman bersama kedua anak dan suaminya, Eli (William Houston). Ia bekerja sebagai bidan di sebuah desa kecil sedangkan suaminya memiliki peternakan domba. Liz biasanya tenang. Namun, Wajahnya seketika pias dan ia sadar hidupnya tak bakal lagi tenang sejak hadirnya seorang pendeta baru (Guy Pearce).

Liz tak bisa bersembunyi, keinginan menolong sesama membuatnya menampakkan diri dan si pendeta mengetahuinya. Ia menolong seorang perempuan yang terpaksa melahirkan di gereja. Ia harus memilih menyelamatkan hidup si Ibu atau si bayi. Saat akhirnya ia memutuskan menyelamatkan si Ibu, Nathan, suami perempuan tersebut menembaki rumahnya. Yang berikutnya tak kalah mengerikan, domba mereka semua dibantai.

Liz meminta suaminya untuk membawa mereka segera pergi. Ia yakin semua hal itu gara-gara si pendeta. Suaminya keheranan dan tak percaya jika pelakunya si pendeta. Ketika akhirnya suaminya dibunuh dan seluruh rumah dan pertanian mereka dibakar, Liz harus menyelamatkan kedua anaknya dan membawa mereka ke tempat yang aman. Sebenarnya apa yang membuat si pendeta begitu menaruh dendam pada Elizabeth atau Liz?

Film berjudul Brimstone ini tayang pada Europe on Screen 2017. Sutradaranya, Martin Koolhoven menyempatkan diri hadir untuk berdiskusi usai film diputar di Erasmus Huis Minggu (7/5). Sambutan penonton begitu hangat, ruang pemutaran penuh sesak.

Film ini terdiri atas empat segmen dimana kisah awal adalah kejadian masa kini kemudian dilanjutkan babak saat Liz terpaksa menjalani hidup di rumah bordil, babak saat Liz mulai remaja dan kemudian babak akhir dimana Liz memberanikan diri menghadapi mimpi terburuknya. Jawaban atas siapakah si pendeta dan mengapa Liz begitu takut menghadapinya akan terjawab pada segmen ketiga.

Film ini mengundang kontroversi karena sosok pemuka agama di film ini digambarkan begitu penuh dendam di balik penampilannya yang berwibawa. Namun bukankah pada masa itu dan mungkin hingga saat ini masih ada seseorang yang menutupi keburukan hatinya dengan pakaian dan penampilan yang seolah-olah dapat menyembunyikan kejahatannya. Guy Pearce yang menjadi pendeta lalim di sini mencuri perhatian. Saat ia hadir maka penonton seolah-olah merasa takut seperti yang dialami si Liz.

Liz sendiri karena di film ini digambarkan bisu karena lidahnya terpotong maka ia susah mengekspresikan kesedihannya. Tapi saya juga agak heran kenapa ia tidak menangis ketika suaminya meninggal, apakah ia berupaya untuk tetap tabah? Saya merasa Dakota Fanning yang menjadi Liz sendiri kurang tua dan kurang bisa mengekspresikan kegelisahan dan ketakutan Liz, penampilannya pun masih seperti perempuan remaja, belum seperti wanita bersuami.

Film ini turut dibintangi dua pemain serial populer Game of Thrones, Kit Harington sebagai Samuel, salah satu perampok, yang ditolong Liz muda dan Melissandre alias Carice van Houten sebagai istri si pendeta yang sering mengalami kekerasan.

Latar film ini adalah wild west sekitar abad ke-18 dimana bangsa Belanda mulai bermigrasi ke daratan Amerika. Pertambangan mulai dibuka dimana-mana dan sherifnya masih suka bertindak semena-mena.

Filmnya mungkin agak datar dan durasinya cukup panjang, dua jam lebih, sehingga perlu kesabaran untuk menunggu jawaban misteri hubungan Liz dan si pendeta terkuak. Sayang ending-nya kurang menggigit.

Detail Film:
Judul : Brimstone
Sutradara : Martin Koolhoven
Pemeran : Dakota Fanning, Guy Pearce, Kit Harrington, Paul Anderson, Carice van Houten
Genre : drama, misteri
Rating : 7/10
Gambar : IMDB dan Europe on Screen

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Mei 14, 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: