4643 Hari Menulis, Sukanya Lebih Banyak

Aku terpaku dengan gawaiku di sudut favoritku, nampak sibuk dengan sesuatu. Suamiku membiarkanku, ia tahu aku sedang sibuk membuat tulisan ini dan itu. Katanya itu baik untuk kesehatan batinku. Tulisanku pada hari ke-4643. Selama rentang 4643 hari itu aku mulai aktif menulis dan merasakan banyak benefit, baik untuk batin maupun emosi.

Ada banyak orang terkenal yang menekankan pentingnya menulis. Contohnya adalah Pramoedya Ananta Toer dan Kartini. Pram, penulis yang terkenal lewat karyanya Gadis Pantai, Bumi Manusia dan lain-lain mengatakan, “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”. Sementara itu, Kartini memperjuangkan emansipasi dan memperkenalkan kerajinan khas Jepara lewat artikel-artikelnya.

Kalau dipikir-pikir menulis itu memang banyak faedahnya. Seandainya tidak ada prasasti, mungkin sejarahwan akan kesulitan mengetahui jejak masa lalu bangsa Indonesia. Bagaimana jika para pendiri bangsa dulu tidak aktif menyuarakan gagasannya akan kemerdekaan?

Tentang menulis, aku merasakannya di awal hanya sekedar keinginan, seperti ketika menulis novel Pacar Instant dan Cyber Club. Kemudian baru tergerak aktif menulis sejak menjadi kuli tinta. Menulis yang awalnya hanya sekedar keinginan untuk belajar, pun dipaksa untuk segera menjadi profesional. Menulis di media adalah sebuah tanggung jawab besar. Tidak boleh ada niat lain selain menyuarakan berdasar fakta.

Ada berbagai peristiwa di kota Surabaya yang kuabadikan lewat tulisan. Saat ku membacanya lagi, aku seolah masuk ke mesin waktu dan melihat kondisi Surabaya masa itu. Peristiwa apa yang buruk dan mana yang patut dikenang untuk dijadikan teladan.

Quote menarik tentang pentingnya menulis (REX USA/buzzfeed.com)

Pasca menjadi kuli tinta, ku merasakan bekerja sebagai kuli tinta dan editor untuk kalangan internal dan pengguna jasa perusahaan tempatku bekerja. Ritme kerjanya lebih santai, tapi tanggung jawab dalam penulisan tetap dipertahankan. Jangan sampai keliru memberitakan informasi penting ke masyarakat.

Di sela-sela membuat artikel untuk website perusahaan dan melakukan editing untuk naskah di majalah internal, aku mulai menulis di blog. Aku masih ingat saat itu rasanya seperti menemukan buku diary yang masih kosong, ingin segera kugambari dan kutulisi.

Mengisi Blog Itu Petualangan Mengasyikan

Pernahkah Kalian melakukan kegiatan hobi dimana Kalian senang menghabiskan waktu untuk itu dan merasa kepenatan Kalian terlepas setelah melakukannya? Ya, aku senang membaca, berjalan-jalan, menonton konser atau film dan mencicipi menu baru, tapi percayalah kegiatan menulis itu tak kalah mengasyikannya dengan kegiatan-kegiatan tersebut.

Menulis wisata membuat kita seolah berkunjung kembali ke tempat tersebut

Saat menulis aku seolah-olah sedang menyusun puzzle, dimana kepingannya akan kucoba kurangkaikan agar pas membentuk sebuah cerita yang enak. Terkadang menulis itu sebuah perjalanan tak berujung dimana aku tak tahu ujung pangkalnya, namun bisa kuhentikan kapan saja.

Menulis juga seolah-olah menyimpan kenangan indah akan peristiwa yang pernah kualami dimana bisa disusuri lagi dengan membaca lagi tulisan yang kubuat. Dengan menulis aku juga menyampaikan pendapat atau ide-ideku dimana bisa didengar oleh setiap orang dimana pun berada tanpa sekat. Hai apakah Kalian ingin tahu apa pendapatku tentang musik atau film?

Menulis Memberikanku Pengalaman Baru
Menulis membuatku suka mengalami hal-hal baru. Dulu aku suka bercerita tentang catatan perjalanan, ulasan makanan atau memberikan pandanganku tentang film-film yang kutonton, tapi sejak dua tahun silam ada banyak acara yang bisa diikuti para blogger. Mau jalan-jalan secara cuma-cuma juga bisa, mau menikmati nonton film baru juga tersedia, atau Kalian hanya ingin mendapatkan suasana baru, semua bisa didapat.

Kucing juga bisa menjadi kisah menarik

Memang aku bukan siapa-siapa di kalangan blogger nusantara. Aku sudah merasa bersyukur dengan apa yang kuperoleh, bertemu kawan-kawan baru dan memperoleh pengalaman baru. Mencobai sesuatu lebih awal, melakukan kegiatan berkomunitas, atau melakukan perjalanan bersama-sama itu menyenangkan.

Ada kalanya aku juga mendapat benefit berupa duit, namun itu bukan hal utama yang kukejar. Oleh karena bagiku menulis itu kegiatan refreshing dan seperti wisata hati.

Anne Frank juga suka menulis (REX USA/Buzzfeed)

Kegiatan Menulis Perlu Tubuh Fit
Aku menulis sejak 4 ribu hari silam. Namun, aku baru rajin menulis satu artikel tiap hari sejak setahun silam. Kegiatan ini menyenangkan akan tetapi juga menantang karena perlu ide dan imajinasi juga tubuh fit.

Tubuh fit diperlukan karena dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa dan pikiran yang sehat. Saat aku sedang sakit memang jadi bikin malas melakukan aktivitas apapun, termasuk menulis. Untuk itulah diperlukan nutrisi dan olah raga agar tubuh tetap fit.

Nutrisi yang biasanya kukonsumsi adalah sayuran, buah-buahan dan juga jamu-jamuan. Aku percaya jamu tradisional yang menggunakan rempah-rempah memiliki banyak manfaat.

Minunan herbal kayak manfaatnya

Saat ini memang sudah jarang penjual jamu, tapi untunglah di kawasan tempat tinggalku di Jawa Timur terkadang kulihat penjual jamu. Jamu favoritku adalah sinom, kunyit asem, dan beras kencur, tapi kadang-kadang aku juga mencoba minuman jamu lainnya seperti temulawak. Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza) sebagai salah satu jenis herbal ini memiliki banyak manfaat, terutama menjaga fungsi hati.

Hati merupakan organ vital dalam tubuh manusia. Ia berfungsi menjaga tubuh manusia agar terhindar dari racun yang membahayakan fungsi tubuh. Ia merupakan penetral dan penyaring dari racun yang berbahaya. Jika hati mengalami masalah maka tubuh akan rentan akan racun. Salah satunya adalah menderita penyakit kuning atau hepatitis dan berujung ke penyakit lever.

Aku ingat dulu pamanku dan kawanku pernah mengalami penyakit kuning. Oleh karena kebiasaan mengonsumsi makanan yang buruk dan kurang menjaga kebersihan diri serta terlalu lelah dan kurang beristirahat maka fungsi hati mengalami gangguan. Tubuh mereka lemas dan kulit serta mata menjadi menguning. Memerlukan waktu lama bagi keduanya untuk pulih dan bisa beraktivitas seperti sediakala.

Temulawak ini selain berfungsi menjaga hati juga memiliki kemampuan untuk mencegah penyakit maag. Sebuah penyakit yang umum dialami penulis yang lalai makan secara disiplin. Herbal ini juga baik untuk menjaga nafsu makan, anti radang mengurangi rasa nyeri saat menstruasi dan menjaga agar tubuh tetap fit.

Herbadrink Sari Temulawak

Oleh karena penjual jamu tidak setiap saat berhasil kutemui maka aku menyediakan stok minuman herbal sari temulawak dalam bentuk sachet yang praktis dan siap minum. Minuman herbal temulawak itu adalah Herbadrink Sari Temulawak . Minuman ini mudah dijumpai di minimarket maupun di toko-toko kelontong dekat rumah.

Herbadrink Sari Temulawak ini mudah dibawa dan praktis. Tinggal dituangkan ke gelas, lalu bisa disajikan secara hangat atau dingin. Bisa diminum kapan saja dan sebaiknya rutin jika ingin menikmati hasilnya.

Dengan mengonsumsi minuman herbal Herbadrink Sari Temulawak aku bisa aktif menulis. Menulis tiap hari jadi bukan masalah. Pasalnya tubuh fit akan membuat ide-ide menulis akan terus mengalir tanpa henti.

Yuk minum herbadrink sari temulawak

Herbadrink Blog Compeition: Life Style Story with Sari Temulawak

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Mei 20, 2017.

4 Tanggapan to “4643 Hari Menulis, Sukanya Lebih Banyak”

  1. Masih bekerja jadi kuli tinta mbak? Hehehe… Menulis itu memiliki sihir yang unik..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: