Keripik Tempe dan Keripik Buah Masih Lekat di Hati

Apabila pulang kampung ke kota Malang maka kakak suka membelikan oleh-oleh berupa keripik tempe dan keripik buah. Camilan ini sudah lama eksis di kota Malang dan variannya semakin beragam. Meskipun makin banyak jenis kue kekinian, tapi keripik tempe dan keripik buah masih lekat di hati.

Aku masih ingat belasan tahun silam kakak dengan bangga menunjukkan keripik buah nangka. Waktu itu ia di kampusnya melakukan riset tentang membuat keripik buah dengan cara vakum, sebuah metode baru penggorengan keripik masa itu, sehingga rasa buah dan bentuknya lebih bisa dipertahankan daripada metode konvensional.

Masa itu buah nangka menjadi pilihan pertama dan setelah melakukan berbagai uji coba maka berhasil. Keripiknya masih berasa nangka banget. Ada rasa renyah dan harum nangkanya itu wah banget, rasanya sebungkus keripik nangka sayang untuk dibagi.

Ada berbagai harga keripik nangka disesuaikan dengan kualitasnya. Kualitas A tentunya harganya lebih mahal karena bentuk, tekstur, dan rasanya jelas nangka banget.

Sukses dengan keripik nangka maka menyusul apel dan nanas. Dua-duanya juga sukses. Buah-buahan berikutnya pun kemudian ikut menjadi keripik seperti salak, mangga jambu merah, pisang, semangka dan sebagainya. Namun meskipun variannya semakin beragam, favorit saya nomor satu adalah nangka. Urutan kedua adalah nanas. Saya suka rasa asam dan harum nanasnya, bisa bikin mood kembali baik.

Keripik apel juga enak (dokpri. Pernah diunggah di Kompasiana)

Sementara keripik tempe jauh jauh lebih eksis. Dulu hanya ada keripik tempe biasa. Kemudian menyusul rasa pedas manis, keju, pizza, barbeque, udang dan jeruk purut. Saat ini semakin beragam juga varian rasanya. Kalau yang biasa saya beli atau dibelikan kakak adalah rasa pedas manis.

Tempe memang merupakan salah satu unggulan kota Malang. Daerah Sanan yang sekarang menjadi pusat oleh-oleh adalah merupakan sentra produksi tempe. Selain diolah menjadi keripik tempe, ada juga brownies tempe dengan rasa yang lebih berserat.

Arus kue kekinian semakin kuat, tapi kue yang mengusung kekhasan kota Malang sebagai kota tempe dan kota buah tetaplah bertahan.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Juli 1, 2017.

2 Tanggapan to “Keripik Tempe dan Keripik Buah Masih Lekat di Hati”

  1. Suka nih dng mkn ini. đź‘Ť

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: