Optimasi Media Sosial untuk Peningkatan Penjualan UMKM

Teknologi informasi dan komunikasi (TIK), termasuk media sosial penting untuk dikuasai dan dioptimasi oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Metode dan strategi optimasi ini diutarakan oleh Billy Boen, praktisi pemasaran dan digital, dalam workshop yang diselenggarakan Kementerian Koperasi dan UKM Senin (31/7) di Auditorium Kemenkop, Rasuna Said, Jaksel.

Acara workhop bertajuk Pentingnya Sosial Media untuk UMKM dalam Meningkatkan Penjualan didahului dengan sambutan dari keynote speaker Agus Muharram, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM. Ia berujar TIK membawa dampak perubahan di segala aspek dan mempercepat arus globalisasi, dimana ditandai dengan triple T revolution, telekomunikasi, transportasi, dan travel.  Ketiga hal ini juga mempengaruhi usaha dan penjualan UMKM.  TIK, di antaranya media sosial berperan dalam menambah jejaring, membuka peluang pasar dan membantu berpromosi.

Meskipun saat ini era digital, namun yang tak kalah penting adalah menjaga kejujuran dan integritas. Jangan sampai membohongi konsumen akan kualitas produk, juga ingkar janji akan waktu pengiriman, pesan Agus Muharram.

Pada acara ini juga diperkenalkan program Pasar Senen UKM. Apa itu? Yaitu sebuah langkah Kemenkop UKM untuk membantu UMKM berpromosi. Caranya UMKM tersebut follow semua media sosial @KemenkopUKM. Selanjutnya, mereka unggah foto produk tiap Senin pukul 08.00-12.00 dengan diberi hastag #PasarSenenUKM dan mention ke akun Kemenkop, serta ke lima teman mereka. Selanjutnya, produk yang terpilih akan ditampilkan dan dipromosikan di laman akun medsos Kemenkop UKM.

Setelah pengenalan program Pasar Senen UMKM, para peserta yang sebagian besar pelaku UMKM tak sabar menunggu paparan dan diskusi bareng dua pembicara, I Wayan Dipta, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop UKM dan Billy Boen, Founder juga CEO Young On TOP dan GDILab.  Workshop ini dimoderatori oleh Brigita Manohara.

Menurut Billy Boen ada berbagai alasan UKM perlu memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan penjualan. Salah satu alasannya terkait dengan penetrasi smartphone dan koneksi internet di masyarakat.

Saat ini pengguna smartphone di Indonesia terus meningkat. Rata-rata pengguna smartphone aktif di media sosial, seperti facebook, twitter dan instagram. Facebook masih merajai yaitu 2 milyar pengguna, disusul instagram dengan 700 juta dan twitter sebesar 328 juta pengguna. Saat ini kaum milenial sering menjadikan media sosial sebagai referensi membeli barang, yakni 84 persen. Percakapan yang terdapat di media sosial juga merupakan data bagi sebuah brand, dimana jika data tersebut dianalisa bisa menjadi peluang.

Tujuan pemanfaatan media sosial di antaranya adalah meningkatkan jangkauan dan exposure brand, berinteraksi dengan follower, serta memberikan solusi. Untuk itu Billy menyarankan untuk tweet informasi yang memberikan nilai tambah ke follower, bisa menggunakan gambar dan video agar semakin informatif.

Mengapa perlakuan antara twitter, facebook, dan instagram berbeda? Menurut pendiri GDIlab hal ini dikarenakan algoritma instagram dan twitter tersebut berbeda, sehingga strateginya juga berbeda.

Seperti twitter misalnya, karena sifatnya mirip running text di televisi, maka tweet-nya bisa diulang-ulang dan banyak. Sertakan juga hastag yang mencirikan kepribadian atau hobi agar mudah diingat. Nah hal ini berbeda dengan di instagram dimana malah disarankan untuk tidak sembarang menggunakan hastag, karena bisa dianggap nyampah. Jadi, hastag di twitter untuk mengenalkan brand, sedangkan di instagram untuk mengikuti topik.

Oleh karena itu penting bagi seseorang untuk mengetahui siapa follower-nya, apa yang mereka suka dan benci, kapan mereka membuka media sosial, dan siapa saja teman-temannya. Kalian juga perlu menganalisa pendapat mereka tentang brand Kalian, juga mengetahui apa yang sebaiknya Kalian posting di media sosial Kalian, baik yang hard sell maupun yang bersifat soft sell. Selanjutnya jangan lupa bersikap konsisten, tentang waktu posting dan jumlahnya.

Apabila dana dan waktu Kalian terbatas untuk mengurus berbagai media sosial dan website maka sebaiknya perlu tim atau membayar seseorang untuk mengurus media sosial, atau bisa tetapkan skala prioritas.

Peran Kemenkop dan UKM Sebagai Mitra UMKM

Deputi Bidang Produksi dan Penasaran Kemenkop UKM I Wayan Dipta dalam paparannya mengemukakan bahwa masyarakat khususnya koperasi dan UKM bisa bersinergi dengan Kemenkop UKM untuk mengembangkan lini usahanya, seperti dengan mengajukan pelatihan, mengikuti berbagai pameran baik di dalam dan luar negeri, mendapat pinjaman  lunak, juga dapat mengikuti standarisasi dan sertifikasi yaitu mendapat bantuan pengurusan merk dan hak cipta. Oh ya untuk pelatihan diberikan atas pengajuan dari komunitas-komunitas, bukan perorangan.

Saat ini Kemenkop UKM juga bekerja sama dengan berbagai marketplace untuk mengenalkan produk UMKM juga menggelar berbagai pameran hingga ke mancanegara. Menurut I Wayan Dipta melihat dari kesuksesan berbagai pameran UKM di luar negeri, ia optimis produk UMK di Indonesia sudah layak go international. Yang biasanya masih jadi kendala adalah kapasitas, yakni kesulitan memenuhi permintaan.Untuk itu ia beberapa kali menekankan pentingnya UMKM untuk mengukur kapasitas. Bermimpi untuk ekspor itu wajar dan penting, namun ketahui terlebih dahulu apakah UMKM tersebut memang benar-benar mampu memenuhi sejumlah permintaan dengan SDM yang ada tanpa mengorbankan sisi kualitas.

Untuk itu, penting bagi UMKM untuk saling berkolaborasi. Bersama itu kuat, saya jadi ingat kata Caesar dalam War for The Planet of The Apes. Saat ini UMKM masih enggan berkolaborasi, malah saling mematikan. Padahal jika sama-sama berkualitas dan ingin tembus pasar ekspor maka lebih baik bekerja sama untuk memenuhi permintaan.

I Wayan Dipta berpesan agar para UMKM tidak merasa rendah diri, yakin dengan kualitas produknya dan mau terus berbenah, tekun berpromosi serta konsisten dalam menjaga mutu produk dan layanan.

Yuk manfaatkan media sosial dengan hal produktif seperti membantu memasarkan produk kita hingga ke mancanegara.

 

 

 

 

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 1, 2017.

4 Tanggapan to “Optimasi Media Sosial untuk Peningkatan Penjualan UMKM”

  1. Makasih sharingnyaa mbak,. . bermanfaat bangeet 😀 sebenarnyaa medsos berperan besar dalam promosi UMKM agar lebih dikenaal sehingga harapannya bsa meningkatkan penjualan. Persaingan kini makin ketat jugaa ya mbak karena banyak umkm baru yg juga makin berkembang 😀 industri kreatif mulai bermunculan satupersatu. semoga memberikan dampak positif untuk perekonomian negeri ini. Aamiin. .

  2. Makasih kak dewiiii sudah mau di share disini.., kemarin di Semarang juga ada workshop seperti ini tetapi pesertanya terbatas dan saya kehabisan ;’)
    UMKM feat sosial media untuk Indonesia dan go intenational 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: