IndonesiaX, Infrastruktur TIK dan Digital Marketing

Sobat pasti sudah tahu penetrasi internet di Indonesia termasuk sangat cepat. Saat ini pengguna internet di Indonesia sudah lebih dari 130 juta jiwa. Jumlah yang luar biasa, dimana akan terus bertambah setiap waktunya. Lantas bagaimana memanfaatkan jumlah pengguna internet yang besar ini sebagai peluang dalam mengenalkan brand dan memasarkan produk? Hal ini dikupas dalam konferensi yang dihelat IndonesiaX bertajuk Digital Marketing From Trend to Necessity di Bandahara Room, Mercantile Athletic Club, World Trade Center I Sudirman hari ini (21/8).

Di bawah naungan komunitas Bloggercrony, saya dan sembilan blogger menyimak materi demi materi yang menarik. Ada lima narasumber yang berkompeten dalam hal teknologi informasi dan bidang pemasaran. Para narasumber adalah Dirjen Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan yang memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi konferensi Hermawan Kartajaya, pakar pemasaran dan pendiri MarkPlus Inc sebagai keynote speaker; dan tiga pembicara untuk sesi panel diskusi. Ketiga pembicara sesi panel yaitu Budianto Andreas Nawawi, pakar pemasaran dan juga pengajar The Art of Selling di IndonesiaX; Tanto Surioto, Chief Enterprise dan Business Solution Smartfren juga penulis buku Naked Sales;  Joanda Ravelim, praktisi digital marketing dan penulis buku Digital Marketing in Action; dengan dimoderatori oleh Wilson Partogi yang merupakan CEO Ladova Consulting.

Lucy Mangoendipoero Pandjaitan sebagai Presiden Direktur dan CEO IndonesiaX memaparkan bahwa kegitan konferensi ini merupakan yang kelima diadakan oleh IndonesiaX. Bagi yang belum tahu IndonesiaX merupakan MOOC (Massive Open Online Course) atau kursus online secara cuma-cuma. Saat ini sudah ada 21 kursus dimana temanya beragam dari pemasaran, broadcasting hingga manajemen keamanan TI. Pengajarnya juga ada yang berasal dari kampus terkenal seperti ITB dan ITS, institusi swasta seperti NET. , BUMN seperti BNI dan sebagainya. Ke depan IndonesiaX akan menggandeng lebih banyak universitas terkenal seperti Universitas Padjajaran, Universitas Gadjah Mada, Ubinus, serta institusi yaitu BNPB dan KSP.

Lucy Pandjaitan, Presdir IndonesiaX

Jumlah peserta kursus IndonesiaX sendiri terus bertambah. Saat ini peserta telah mencapai 120 ribu siswa. Perkembangan ini sungguh menggembirakan. Oleh karena IndonesiaX ditujukan untuk mengatasi disparitas pendidikan di Indonesia dan bisa diikuti oleh seluruh warga, baik tua muda di seluruh penjuru tanah air. Materi kursusnya sengaja dibuat untuk pemula sehingga siapapun bisa mengikutinya. Kemudian Lucy memberitahukan jika kata ‘X’ di IndonesiaX berarti expand, extend yang berarti perpanjangan dari edukasi konvensional. IndonesiaX bisa disebut education disruption, namun dalam makna positif. Maksudnya, suatu cara baru pembelajaran yang melengkapi pembelajaran konvensional secara tatap muka yang eksis hingga saat ini.

Meskipun sudah berjalan lebih dari setahun dan sukses, IndonesiaX memiliki berbagai peluang dan tantangan. Peluang tersebut di antaranya adalah jumlah pengguna internet yang tinggi di Indonesia dengan kepemilikan 69 juta mobile phone pada tahun 2016, dinamika yang cepat di bidang ITE, dan bonus demografi pada tahun 2025-2045 dimana jumlah usia produktif lebih besar dibanding lansia dan anak-anak. Sedangkan tantangannya tak kalah banyak yaitu pertumbuhan ekonomi yang masih rendah, bagaimana menciptakan peluang bekerja sebagai entrepreneur, metode untuk meningkatkan tingkat kompetitif secara global, akses yang terbatas untuk high education dan training, kualitas SDM dan keahlian yang perlu ditingkatkan, serta training bagi para pengajar.

Dirjen Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan membahas The Digital Energi of Asia

Sementara itu Dirjen Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan membahas The Digital Energi of Asia. Saat ini internet sudha menjadi bagian dari kehidupan terutama mereka yang hidup di perkotaan. Pengguna internet sudah melebihi 132 juta. Jumlah yang sangat besar dan potensial. Ke depan jumlah tersebut akan terus meningkat, apalagi Indonesia sedang gencar melakukan proyek Palapa Ring.

Dengan adanya proyek Palapa Ring maka pada tahun 2019 jaringan broadband akan menjangkau seluruh kabupaten di Indonesia. Maka kesenjangan informasi antara perkotaan dan daerah perbatasan terluar, dan terpelosok akan semakin tipis. Hal ini bisa menjadi peluang untuk meningkatkan pertumbuhan e-commerce dengan akses internet yang lebih mudah dan cepat.

Para blogger serius menyimak

Proyek Palapa Ring ini tentunya akan bermanfaat bagi UMKM dan pelaku perdagangan di Indonesia. Saat ini semakin banyak pedagang online dan pelaku start up. Ini membuktikan modal bukan lagi yang utama melainkan kreativitas dan keberanian. Selain itu, Semuel menekankan pentingnya literasi sebagai kunci keberhasilan dalam ekonomi digital.

Dengan adanya infrastruktur TIK yang semakin baik maka diharapkan ekosistem ekonomi digital di Indonesia juga semakin kondusif, sehingga harapan Indonesia sebagai The digital energy of Asia akan tercapai. Untuk itu Kemenkominfo akan bekerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga untuk percepatan pencapaian tujuan tersebut, di antaranya dengan melahirkan 1000 digital technopreneur hingga tahun 2020. Selain itu target lainnya adalah mengajak 1 juta petani dan nelayan, serta  juta UMKM untuk go digital. Ada berbagai program untuk melahirkan para teknopreneur dan pelaku usaha untuk go digital, yakni dengan sosialisasi, seminar, workshop, bootcamp, hackathon, inkubasi, dan sebagainya.

Bu Lucy dan Dirjen Aplikasi Informatika

Namun ada beberapa isu yang perlu digarisbawahi demi kesuksesan program pemerintah menciptakan ekosistem e-commerce tersebut. Ada tujuh isu yaitu edukasi dan kualitas SDM, sumber pendanaan, logistik, cyber security, infrastruktur TIK, perlindungan konsumen, dan pajak.  Oh ya dalam acara ini juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan MarkPlus Inc.

Penandatanganan perjanjian kerja sama IndonesiaX dengan MarkPlus Inc

Lantas bagaimana dengan tren pemasaran saat ini, bagaimana cara untuk memaksimalkan media sosial untuk meningkatkan penjualan, dan bagaimana beradaptasi dengan era generasi Z? Sobat bisa membacanya di artikel selanjutnya.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 21, 2017.

2 Tanggapan to “IndonesiaX, Infrastruktur TIK dan Digital Marketing”

  1. Aku suka deh denger cerita Pak Andreas Nawawi yang pas anak2nya dari luar negeri pulang ke Indonesia ditanya,”Kok kamu pulang?”. Jawab anak2nya,”kan mau ketemu papa”. Mengharukan kan generasi Z itu tetap cinta keluarga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: