Digital Marketing Era Generasi Z

Are you ready for generation Z? Setelah era milenial, saat ini dunia diwarnai oleh generasi Z yang memberikan pengaruh ke berbagai aspek. Kuantitas mereka semakin banyak dan akan mencapai puncaknya pada tahun 2020-2030 mendatang. Nah, oleh karena warga Indonesia bakal didominasi oleh mereka pada masa bonus demografi, maka perlu bagi pelaku digital marketing untuk memahami karakteristik mereka.

Budianto Andreas Nawawi, pengajar The Art of Selling di IndonesiaX pada konferensi Digital Marketing: from trend to necessity, Senin (21/) di Merchantile Athletic Club WTC I, berujar bahwa perilaku manusia itu perlu dipelajari. Dengan memahami perilaku manusia maka bisa membantu banyak hal, termasuk dalam menjual produk.

Pada era dimana trust society semakin rendah maka sebaiknya sebuah brand dan seorang penjual tetap konsisten dengan dasar ilmu marketing yang kuno tapi tetap berguna, yaitu how to sell yourself dengan memiliki kepribadian yang baik, how to sell your company, dan how to sell your product.

Mengapa kepribadian si pemilik brand atau si penjual itu penting? Oleh karena ada banyak penjualan yang berhasil bukan karena  produk mereka nomor satu atau produk tersebut berasal dari merek terkenal, melainkan penjualnya yang bersahabat, ramah, dan siap membantu.

Berjualan pada era generasi Z ini juga sama, prinsip dasar tersebut masih relevan, dengan menambahkan poin yaitu kemauan untuk mengenal karakter generasi Z.  Jika ingin menjalin relasi dengan calon pembeli agar dari prospect menjadi buyer, maka perlu mengenal lebih dekat sasaran target mereka dimana saat ini keputusan pembelian sebagian besar dipengaruhi generasi Z..

Ada penelitian tentang  bagaimana Gen Z ini sering menjadi penentu keputusan dalam hal pembelian meskipun usia mereka masih anak-anak. Mereka bisa jadi penentu pembelian mainan, menu makan malam saat akhir pekan, hiburan, liburan keluarga, TV, mobile phone, komputer, furniture, dan mobil keluarga. Wow! Bahkan, 70 persen pembelian rumahjuga  dipengaruhi anak-anak.  Mereka ingin sekolah yang dekat dengan rumah, rumah yang seperti A, B dan sebagainya.  Buktinya, iklan sebuah perumahan saja menggunakan anak-anak.

Pengaruh gen Z bisa terlihat pada restoran di Indonesia yang mulai berubah. Gaya berpakaian juga mulai berbeda di-drive oleh generasi Z yang suka hal yang lebih kasual dan fun, tidak terlalu formal. “Kita berasa numpang di jaman mereka,” ujar Managing Director Paramount Enterprise

Siapakah generasi Z itu?

Setelah generasi milenial maka lahirlah generasi Z. Mereka lahir mulai tahun 1995. Pada tahun 2010 berdasarkan data Badan Pusat Statistik, generasi Z telah melebihi 60juta jiwa. Mereka mencapai usia produktif atau usia matang pada rentang tahun 2013-2020. Nantinya pada tahun 2020 generasi Z ini akan mendominasi, yaitu 40 persen dari total seluruh generasi.

Sebenarnya fenomena dan membludaknya generasi Z ini tidak hanya terjadi di Indonesia namun juga di berbagai negara seperti di Amerika Serikal. Di negeri Pam Sam tersebut lebih dari seperempat jumlah penduduk adalah Gen Z dan jumlah ini akan terus bertambah.

Gen Z ini memiliki ciri khas yaitu bagaimana mereka begitu dekat dengan teknologi, mereka sangat terkoneksi, memiliki tingkat pendidikan yang baik, bersifat realis, sosial, dan juga kaum visual. Mereka juga begitu kritis dan fun, juga dekat dengan keluarga.

Generasi Z jika merasa puas maka ingin seluruh dunia tahu. Kekuatan dari mulut ke mulut menjadi berlaku lagi dan semakin cepat menjalar. Mereka akan memberitahukan ke teman-teman mereka dan follower mereka di media sosial jika mereka puas dan suka akan sesuatu. Mereka juga akan bercerita ke kawan-kawan dan juga orang tua mereka. Kopi ini enak dan otentik. Ada kisah di baliknya blablabla. Jika mereka merasa layanan atau produk suatu brand buruk, maka berhati-hatilah karena mereka pun juga tak segan melontarkannya dan menyebarkannya ke media sosial.

Generasi ini sangat mementingkan jati diri dan ingin eksis. Mereka bakal merasa naik kelas jika mendapat banyak perhatian dari sekeliling dan follower-nya. Oleh karenanya mereka rela menghabiskan duit mereka untuk menuju tempat-tempat yang dianggap keren demi menunjukkan siapa diri mereka. Tak heran jika bisnis hiburan dan travelling makin bersinar sejak generasi ini semakin membludak.

Namun, generasi ini juga memiliki sisi positif yang membuat generasi lainnya terkagum-kagum. Mereka sosok-sosok yang pemberani dan pendobrak sistem. Ada berbagai anak muda seperti Logan Laplante (13) yang berani berbicara di TED dan mereka memiliki komunitas atau profesi yang unik. Logan,misalnya ia memiliki profesi sebagai penasihat pendidikan. Di Indonesia ada Faye Hasian Simanjuntak (15) yang merupakan pendiri rumah Faye. Rumah Faye adalah yayasan nirlaba yang bergerak di bidang pencegahan child trafficking. Ada juga Davyn C. Sudirdjo (16) penggagas aplikasi e-tani, yaitu aplikasi untuk mempertemukan petani dan para pembeli. Jika mereka memiliki gagasan atau konsep, mereka berani memperjuangkanya hingga berhasil. Usia dan pengalaman tak jadi soal.

 

Gen z mengembangkan personaliti dan kehidupan sosialnya pada kondisi dunia yang sedang mengalami resesi, ketidakpastian, volatil, chaos, dan kompleks. Namun oleh karena itu mereka dapat bertahan dengan memanfaatkan segala potensinya.

Nantinya Gen Z ini bersama generasi silent (1928-1945) akan mendominasi generasi lainnya, seperti generasi milenial, gen X dan baby boomers. Mereka berani dan orang tua gen Z akan mendorong anak-anak mereka untuk mencari pekerjaan lebih dini dan independen tanpa bantuan finansial mereka.

Entrepreneurship menjadi bagian mereka, menjadi DNA para Gen Z. Oleh karenanya mereka sejak duduk di sekolah menengah tertarik untuk menggarap bisnis sendiri dan ingin berwirausaha dibanding menjadi pekerja kantoran. Pekerjaan yang mereka inginkan berdasar passion dan sesuatu yang baru, mereka ingin memiliki bisnis sendiri, dan melakukan sesuatu berdasar hobi.

Lantas bagaimana berjualan di era gen Z ini? Oleh karena mereka sangat terhubung dengan teknologi dan media sosial, maka raihlah mereka dengan kanal tersebut. Berikan sesuatu yang berbeda pada suatu produk atau kisah di balik sebuah jasa atau produk, karena mereka suka akan cerita di balik produk tersebut. Tawarkan produk atau jasa yang membuat mereka nampak lebih berkelas, pintar, eksis, dan ciptakan sebuah tren baru yang membuat mereka seolah-olah lebih cool.  Saat ini juga mulai banyak brand yang merangkul komunitas untuk menjangkau mereka.

Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari generasi Z. Mereka bisa melahirkan banyak ide yang menarik. Keinginan mereka untuk menciptakan lapangan kerja baru dan berwirausaha akan membuat perekonomian Indonesia semakin maju. Prediksi ekonomi Indonesia akan mencapai 7 besar dunia bisa jadi akan teraih pada masa-masa mendatang.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 22, 2017.

8 Tanggapan to “Digital Marketing Era Generasi Z”

  1. generasi Z ini memang luar biasa ya ..

    bagus ulasannya mba

  2. Jelas banget dan lengkap. Generasi z memang pengaruhnya luar biasa. Tanpa ada mereka mgkn kita jadi org yg standarnya biasa-biasa saja ya ^_^

    • Wah kalau aku sebenarnya lebih suka era 2000-an yang lebih tenang meski sudah berteknologi dengan lagu-lagu yang bagus. Tapi hidup harus tetap jalan, sehingga mau tak mau harus beradaptasi.

  3. Hebat ya gerak positif generasi Z. Masih belia sudah mampu mencetak prestasi seperti Faye an David ini. Meati didukung penuh oleh pemerintah dan instansi terkait lainnya nih.

  4. Memehami generasi z di zaman sekarang ini memang penting banget ya mba

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: