In This Corner of The World: Kisah Suzu Gadis Ceria dari Hiroshima

Perang lebih banyak membuat korban derita terutama rakyat sipil dari kedua belah pihak. Peperangan menimbulkan kerusakan juga trauma berkepanjangan bagi si penderita. Hal ini juga menimpa pada Suzu, gadis ceria, yang menjadi korban perang dunia kedua.

Sejak Jepang menjadi negara imperalis, negara ini menjadi rakus akan kekuasaan. Setelah mengalahkan Rusia, Korea Selatan dan China, Jepang semakin percaya diri. Ia sempat bergabung dengan negara sekutu pada perang dunia pertama namun karena kemudian terjadi perbedaan pandangan, Jepang berbalik posisi. Ia juga memandang Amerika sebagai ancaman sehingga kemudian memutuskan tampil di medan di perang dunia kedua dengan menyerang Peal Harbour. Sejak itu Jepang dan Jerman diangggap musuh bersama oleh pihak sekutu.

Jepang ingin mewujudkan negaranya sebagai penguasa Asia Pasific. Setelah Jerman menyerah pada Mei 1945, Jepang masih bertahan dan pihak sekutu masih kesulitan. Hingga kemudian sekutu meluncurkan bom atom berkekuatan dahsyat yang menimbulkan korban hingga ratusan ribu jiwa, belum mereka yang mengalami cacat tubuh dan derita karena terpapar radioaktif.

Pasca perang dunia pertama di sebuah desa yang tenang di Hiroshima hiduplah Suzu bersama kakak adik dan kedua orang tuanya. Suzu anak yang ceria dan bersemangat. Ia agak ceroboh dan pemikirannya unik. Yang menonjol pada Suzu adalah kepiawaiannya menggambar. Ia sangat suka menggambar dan senang sekali ketika mendapat hadiah dari teman sepermainannya bernama Tetsu. Diam-diam Suzu menyukainya.

Waktu masih kecil Suzu pernah terlibat petualangan yang aneh. Ia dan seorang anak laki-laki pernah ditangkap oleh gelandangan seram yang suka menculik anak-anak. Entah bagaimana caranya keduanya berhasil lolos dan kisah tersebut menjadi susah dipercaya antara khayalan atau realita.

Ketika Suzu remaja ia dilamar oleh pemuda yang tinggal di daerah pegunungan yang jauh. Suzu tidak kenal dengan suaminya, Shusaku, namun ia berupaya bersungguh-sungguh menjadi istri dan menantu yang baik. Ibu mertuanya sakit-sakitan, kakak iparnya bersikap dingin. Hanya keponakannya, Harumi, yang menjadi temannya dan suka menemaninya menggambar. Sedangkan suaminya tidak tiap hari bersamanya.

Ketika Jepang mulai terdesak, jatah makanan semakin sedikit dan serangan udara semakin sering. Suzu membantu mengirit-irit bahan makanan dengan kreasinya. Suzu yang ceria mulai menjadi tertekan ketika orang-orang di sekelilingnya menjadi korban. Ia sendiri sulit memotivasi dirinya sendiri untuk tetap bangkit.

Film animasi yang dirilis Mei lalu di Indonesia ini mendapat sambutan hangat. Film ini banyak dipuji-puji berkat ceritanya yang apik dan ilustrasinya yang detail. Anime ini menggambarkan sisi lain dari perang yang brutal. Di balik hingar-bingar perang dunia kedua ada sosok seperti Suzu yang hanya ingin menggambar dan keluarganya hidup damai.

Gambarnya sungguh indah dan memanjakan mata. Karakter Suzu begitu menggemaskan, ia sosok yang sepertinya tidak pernah terbebani dengan masalah karena sosok dari luarnya yang selalu ceria. Cerita menjadi sendu sejak Suzu ikut-ikutan terlarut dengan kesusahan dan ketakutan ketika sekutu mulai menyerang Jepang dengan serangan beruntun.

Ilustrasi dalam film ini seperti coretan Ghibli dalam Princess Kaguya, indah dan gambarnya seperti lukisan cat air. Eh ternyata sutradaranya, Sunao Katabuchi, terlibat dalam pembuatan film animasi Ghibli, Kiky’s Delivery Service.

Detail Film:
Judul : In This Corner of The World
Pengisi Suara : Non, Yoshima Hosoya, Daisuke Ono, Megumi Han
Sutradara: Sunao Katabuchi
Genre : Animasi/anime, drama
Skor : 8,5/10
Gambar : In this corner of the world movie

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 26, 2017.

5 Tanggapan to “In This Corner of The World: Kisah Suzu Gadis Ceria dari Hiroshima”

  1. keren bgt

  2. bagus nih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: