Jalan-jalan Berburu Kesejukan ke Hutan Pinus Imogiri dan Kebun Buah Mangunan

Apa sih yang dicari selama liburan? Selain bisa refreshing dan menikmati panorama indah, saat berlibur sebaiknya juga menghindari hiruk pikuk dan berburu kesejukan. Ada banyak tempat yang kusukai untuk jalan-jalan, seperti pantai, danau, daerah pegunungan, juga hutan yang digunakan untuk sarana rekreasi. Nah, mumpung di Yogyakarta beberapa waktu lalu, aku dan kawan-kawan memutuskan untuk berburu kesejukan di Hutan Pinus Imogiri dan Kebun Buah Mangunan.

Ada banyak tempat wisata baru di Yogyakarta atau yang biasa disebut wisata kekinian oleh anak muda. Setelah mengunjungi beraneka candi kemudian berbagai pantai di Gunung Kidul, maka sekarang yang lagi hits adalah berekreasi di hutan pinus. Dan ternyata ada begitu banyak hutan pinus di Yogyakarta yang indah dan berhawa segar. Hutan-hutan pinus ada banyak di kawasan dataran tinggi Bantul menuju Makam Raja Imogiri, sehingga banyak disebut Hutan Pinus Imogiri, padahal sebenarnya daerahnya masih masuk  Mangunan. Yang populer adalah Hutan Pinus Mangunan Dlingo dan Hutan Pinus Pengger, tapi selain kedua hutan pinus itu masih banyak hutan pinus lainnya. Nah, kali ini kami menyepi ke Hutan Pinus Sari atau yang bernama resmi Wisata Hutan Mangunan Pinussari.

Untuk menuju tempat ini kami menyewa taksi online. Perjalanan dari penginapan kami yang terletak di pusat kota menuju hutan pinus ini berkisar satu jam. Lokasinya sih mudah dijangkau dan ada banyak papan petunjuk sehingga bakal tidak mudah tersesat.

Wah ketika mobil kami parkir, hawa sejuk sudah menyembut. Wuiiihhh rasanya segar. Aku menghirup nafas dalam-dalam menikmati kesejukan yang merasuk ke rongga hidung dan memenuhi dada.

Tiket masuknya murah meriah. Untuk parkir mobil sebesar Rp 10 ribu dan tiket masuk perorangan adalah Rp 2 ribu. Yuk waktunya eksplorasi.

Murah tiketnya!

Oleh karena namanya hutan pinus maka di sana sini kami disambut oleh pepohonan pinus yang tinggi. Hari itu Yogyakarta sedang kering tidak mendapat guyuran hujan, sehingga kawasan hutan pinus ini sebagian kawasannya nampak gersang. Ada beberapa buah pinus yang berjatuha. Aku memungutnya. Dulu aku suka mengumpulkannya. Oleh kakakku buah pinus kering itu disulap menjadi kerajinan tangan di jual saat baazar.

Di beberapa tempat disediakan dangau dan tempat duduk untuk beristirahat. Wah aku masih belum ingin beristirahat, kami pun kemudian menuju gardu pandang. Gardu pandangnya ada dua, aku mencobai yang tidak terlalu tinggi dulu. Wah tidak ada pengamannya nih, jadinya agak dag dig dug juga waktu naik. Ketika tiba di atas, angin lebih kencang menerpa dan pemandangan hutan dari atas nampak asri dan lebih rimbun. Aku menikmati hawa sejuk dan panoramanya yang asri dengan sukacita. Kemudian teringat turunnya jauh lebih sukses. Waduh lebih seram turunnya daripada naiknya hahaha.

Panorama dari gardu pandang

Temanku, Riap Windhu, itu benar-benar tangkas memanjat. Ia tak gentar memanjat gardu pandang yang lebih tinggi. Sementara aku hanya berani naik setengahnya. Hihihi tidak ada pengamannya, aku takut turunnya. Ternyata pemandangan di gardu pandang sebelahnya, yang lebih tinggi, itu lebih berwarna-warni. Indah dan memanjakan mata. Setelah puas menikmati panorama dan kesejukan hawa kami pun pindah lokasi. Kami menuju Kebun Buah Mangunan yang hanya beberapa menit dari Hutan Pinus Sari.

Gardu Pandangnya Lebih Tinggi

 

Wah asri dan indah

Kebun Buah Mangunan Terletak Dekat dengan Hutan Pinus

Setelah berkunjung ke hutan pinus dan kemudian ke kebun buah Mangunan, rasanya jadi agak biasa. Memang tempatnya indah dan tetap menjual keasrian, namun beberapa tempat seperti kurang terawat. Atau mungkin karena harga tiketnya yang terjangkau, yaitu Rp 6 ribu?

Tiket Kebun Buah Mangunan Enam Ribu Rupiah

Tempat memelihara rusanya tidak besar, kebun buahnya saat itu seperti rambutan belum ada yang panen dan bisa dipetik. Ada kolam buatan tapi saat itu sayangnya kering. Ya, akhirnya kami menuju ke puncak dan terhibur dengan taman bunga yang asri dengan bunganya yang berwarna-warni.

Lumayan juga treking ke puncak dari lokasi parkir. Kami mengatur nafas sambil menikmati hawa dan mengambil gambar. Kami hanya sampai di tengah-tengah, belum benar-benar sampai ke puncak karena sebentar lagi kami harus balik ke Jakarta. Jalan-jalan ini singkat tapi aku sendiri merasa cukup puas karena bisa mendapatkan suasana yang berbeda dan hawa yang segar sebelum kembali ke ibu kota.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 30, 2017.

7 Tanggapan to “Jalan-jalan Berburu Kesejukan ke Hutan Pinus Imogiri dan Kebun Buah Mangunan”

  1. Bermanfaat

  2. Aahhh…aku pernah kesini..sejuk..

  3. keren banget ……

  4. […] Artikel ini adalah artikel yang diikutsertakan dalam lomba Travel Blogger Contest yang diadakan sumber.com. Artikel ini telah mengalami pengeditan dan untuk artikel lengkap bisa dibaca melalui blog dewipuspasari.net […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: