Candi Sumberawan Si Taman Bidadari

Pagi telah berganti. Jarum jam menunjukkan hari berganti siang. Namun hari itu cuaca tidak begitu terik. Kami pun memutuskan melakukan perjalanan, menuju ke sebuah negeri bidadari. Sumberawan atau Kasurangganan.

Sudah lama aku memasukkan Candi Sumberawan ke dalam daftar tujuan perjalanan. Selama besar di kota Malang aku tidak tahu banyak akan candi ini. Yang kutahu candi-candi sekitaran kota Malang dan Singosari adalah Candi Badut, Candi Singosari, Candi Jago dan Candi Kidal. Sedangkan Candi Sumberawan jarang dikisahkan dalam sejarah oleh bu guruku masa SD.

Kini aku ingin melongoknya. Melihat dari dekat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana bentuk dan kisah salah satu peninggalan kerajaan besar di Jawa Timur tersebut.

Aku mencarinya dalam peta digital terlebih dahulu, kemudian mempelajari rutenya. Selanjutnya aku mengatur GPS-nya. Sudah siap nih. Aku siap berangkat dari pusat kota Malang.

Motor sewaan pun membelah jalanan. Saat itu lalu lintas tidak begitu padat, sehingga tak kurang 30 menit aku sudah memasuki wilayah Singosari. Selanjutnya tinggal mencari jalan masuk.

Ada penanda situs Candi Singosari dan Museum Singosari, motor kami pun terus melaju. Buto alias raksasa atau reco pentung menyambut kami. Aku selalu merasa takjub, agak takut juga menaruh hormat dengan kehadiran Dwarapala ini, mereka seperti makhluk mistis penjaga kerajaan.

Motor terus melaju ke atas. Kami melalui jalan yang agak sepi. Pemandangan telah berganti dengan sawah dan ladang. Mataku menjadi segar. Angin berhembus membuat perjalanan tidaklah panas, malah menjadi sejuk.

Kami terus menuju Singosari bagian atas. Candi ini terletak di tempat yang tinggi, dimana jaman dulu bangunan suci banyak ditempatkan di daerah yang tinggi.

Kami pun tiba di daerah yang disebut sumber air. Desa Toyomarto. Toyo berarti tirta atau air. Perjalanan dari sisi ini harus dilanjutkan dengan berjalan kaki, melewati sawah dan sumber air.

Aku semakin bersemangat. Kawasan ini begitu adem dan hijau. Sepanjang jalan terasa teduh, sisi kiri dengan hamparan sawah hijau dan si kanan dengan sungai jernih yang mengundang untuk bermain air. Aku dan pasangan pun tak tahan untuk mencobai airnya. Ah segarnya.

Semakin ke tengah, air mengguyur semakin deras. Di beberapa tempat nampak anak-anak warga desa setempat asyik bermain air. Lalu kami tiba di tempat yang lebih lapang, tidak ada sawah lagi. Tempat yang sangat tenang. Sebuah tempat yang pas untuk melakukan wisata spiritual.

Candi Sumberawan yang Damai
Candi ini dikeliling oleh taman dan pepohonan tinggi pinus yang meneduhkan. Tak jauh dari candi ini juga terdapat sumber air. Entah kenapa bayanganku akan swargaloka jaman dulu seperti pada situs ini. Tenang dan indah. Meskipun aku bukan penganut Hindu dan Buddha, nuansa spiritual dalam kompleks ini begitu kental, membuatku penuh dengan energi positif dan rasa syukur.

Aku pun mendekat ke arah candi. Candi ini sangat berbeda dengan candi jaman Singosari pada umumnya dimana rata-rata bercorak Hindu. Candi ini malah mirip bagian dari stupa. Apakah candi ini utuh atau belum selesai dipugar?

Tidak ada relief pada dinding candi. Polos dan bersahaja. Aku berkeliling mengitari komplels candi. Ada beberapa bagian yang disucikan.

Kemudian aku duduk-duduk dan bercakap-cakap dengan petugas penjaga candi. Candi ini dikenal dengan Kasurangganan atau Taman Bidadari. Sebuah tempat yang pernah disinggung kitab terkenal, Negarakertagama. Dulu tempat ini juga pernah dikunjungi oleh Raja Hayam Wuruk, raja Majapahit.

Candi ini dikenal dengan nama Sumberawan, dari kata sumber yang berarti sumber air dan rawa-rawa. Oh ya di dekat candi memang ada telaga jernih yang sejuk dan sumber air di sana-sini.

Tahun lalu candi ini juga menjadi tempat peringatan Trisuci Waisak. Para umat Buddha dari Singosari dan sekitarnya beribadah dengan khidmat di sekitaran candi tersebut.

Tempat ini memang tempat beribadah umat Buddha jaman dulu. Tempat yang indah, nyaman untuk meditasi dan kaya energi positif bak surga tersembunyi.

Aku merasa lega dan damai selama duduk-duduk di sekitaran kompleks candi. Anganku berkelana membayangkan para bidadari dan para biksu bermeditasi di sini.

Menuju Candi Sumberawan
Menuju candi ini lebih mudah jika Kalian naik pesawat atau kereta menuju kota Malang. Kalian bisa berburu tiket promo di website tiket.com. Selanjutnya Kalian tinggal naik angkot menuju Singosari. Perjalanan selanjutnya bisa dengan naik ojek sekitar 6-7 kilometer dari jalan masuk menuju Candi Singosari. Sampailah Kalian di kompleks candi yang asri.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada September 17, 2017.

39 Tanggapan to “Candi Sumberawan Si Taman Bidadari”

  1. Halo kak, salam kenal ya 🙂

    Wah menarik, taman (candi) bidadari. Sy beberapa kali ke Malang, tapi gak pernah eksplor obyek2 wisatanya 😦

  2. wah gambar2nya bikin damai.
    Bisa jadi agenda kunjungan ke Malang ya

  3. bagus ya mbak , bersih pula, asyik ya bisa jalan begini

  4. Asri dan tenang ya sekitar candi. Ternyata candinya kecil, bener menyerupai stupa di borobudur

  5. tempatnya tenang banget sepertinya. Itu candinya mirip stupa ya 🙂

  6. Wah baru tau ada candi sumberawan. Kapan-kapan kesana aahhhh

  7. Enak banget pemandangannya bener2 beri kesejukan mata.

  8. Seru yaa kak, belom pernah ke malang nih, tp next time pengen kesini deh. Doain ya hehe

  9. Kalau di cari di maps bisa ditemukan kan mbak ya? Hehehe, pemandangannya epic sekaligus adem

  10. Beneran pingin main ke sini bawa anak, deh.
    dia suka banget liat candi dan stupa gitu. 🙂

    • Iya mba Reh, di sini ada banyak situs sejarah, ada Candi Singosari, Dwarapala, situs pemandian Ken Dedes, Museum Singosari, dan Candi Sumberawan. Jadi seharian bisa dapat banyak wawasan.

  11. Duh pemandangannya adem banget yaa, hijau di mana-mana. Kayanya ini bisa jadi salah satu destinasi yang perlu dikunjungi saat liburan ya.

    • Hehehe sebenarnya Candi Sumberawa bukan masuk tujuan wisata populer sih mba Tya. Ada banyak yang populer di kawasan Malang sekitarnya. Wisata ini lebih cocok buat yang suka wisata sejarah.

  12. kebayang ini perjalanannya menuju candi sumberawan, tapi kebayar lunas sih sama pemandangannya

  13. Sungguh melihat postingan ini betul-betul butuh piknik ini. Suasananya enak banget Mba. Bisa foto-foto dimana-mana hehehe

  14. Kelihatannya adem banget ya mba, bisa lihat candi akan selalu seru

  15. Tempatnya lumayan jauh ya dr jalan, bner2 daerah pedesaan masih asri. Trnyata bnyak objek wisata mlng yg blm terexplore.

  16. tempatnya sepi yaaaa enak buat jalan jalan

  17. Damai nan asri. Asyik banget tdk terlalu ramai pengunjung. Bisa puas banget explore

  18. bener bener deh, Malang ini memang salah satu tempat yang gw harus kesana. Sudah banyak cerita2 kelengkapan wisatnya, eh nambah lagi ternyata ada candi juga ya

  19. Dulu tetangga ku pasang 2 patung buto bersi kecil di depan rumahny. Dan aku selalu ketakutan liatnya.

  20. saya yang tinggal di Malang malah belum pernah ke sini 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: